Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

09 Jun 2025
Sebuah akun TikTok dengan nama pengguna sim_gratis.2025_p dan nama profil SIM Gratis 2025 Pemerintah aktif membagikan video yang menjelaskan cara mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis. Dalam kontennya, disebutkan bahwa biaya penerbitan SIM telah dihapus, sehingga masyarakat dapat membuat SIM tanpa dikenakan biaya. Program ini diklaim berlaku untuk pembuatan SIM A, SIM B, dan SIM C. Selain itu, akun tersebut juga menyertakan tautan di bagian profil yang mengarahkan pengguna untuk mendaftar atau memperpanjang SIM secara gratis melalui akun tersebut. Faktanya, berdasarkan unggahan resmi di Instagram Korlantas Polri, informasi tentang pembuatan SIM gratis dan SIM seumur hidup adalah hoaks. Korlantas menegaskan bahwa SIM tidak berlaku seumur hidup sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 86 ayat (1), (2), dan (3). SIM berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi, identitas pengemudi, serta data registrasi untuk penyelidikan dan identifikasi kepolisian. Sementara itu, tarif pembuatan SIM diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Polri, khususnya Pasal 1 huruf a dan b serta Pasal 8. Selain itu, tautan yang tertera pada akun TikTok tersebut juga mengarah ke grup Telegram “Bantuan SIM & Pemutihan Pajak 2025” yang diduga phishing dan bertujuan mencuri informasi sensitif, seperti data pribadi, akun, atau informasi keuangan dengan cara menipu korban.

Hoaks
09 Jun 2025
Beredar video yang mengklaim menampilkan pawai kelompok LGBTQ mengelilingi Ka’bah di Kota Makkah. Namun hasil verifikasi menunjukkan konten tersebut adalah kreasi kecerdasan buatan yang diunggah oleh organisasi seni-aktivisme PixelHELPER pada 19 Mei 2025, bukan rekaman nyata. PixelHELPER, yang didirikan di Jerman untuk mengangkat isu kebebasan berekspresi dan hak asasi, pernah menggunakan tema Ka’bah dalam proyek edukasi membahas homofobia dan intoleransi, tetapi video beredar itu bersifat fiktif dan telah ditarik setelah mendapat protes luas. Pengujian dengan alat deteksi AI mengonfirmasi video tersebut dibuat sepenuhnya dengan teknologi kecerdasan buatan (skor deteksi mendekati 99%). Para peneliti keberagaman dan pakar agama menegaskan penyebaran konten palsu semacam ini berpotensi menimbulkan misinformasi, menyinggung keyakinan umat, serta justru merugikan tujuan advokasi hak kelompok minoritas. Dengan demikian, narasi bahwa video tersebut menampilkan pawai dan simbol LGBTQ mengelilingi Ka’bah adalah menyesatkan.

Hoaks
09 Jun 2025
Beredar klaim bahwa Pemerintah Filipina mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Bill Gates atas dugaan “pembunuhan berencana melalui vaksin TBC”. Namun hasil verifikasi melalui penelusuran situs Supreme Court of the Philippines, konfirmasi media Filipina, dan wawancara dengan jurnalis lokal menunjukkan tidak ada dasar atau penerbitan surat penangkapan semacam itu. Menurut Konstitusi Filipina (Pasal III, Bagian 2), hanya hakim yang berwenang mengeluarkan perintah penangkapan, dan tidak ada bukti kasus yang melibatkan Bill Gates. Klaim tersebut merupakan daur ulang disinformasi serupa yang sempat beredar pada 2023. Jurnal Palawan News dan otoritas Filipina memastikan tidak ada laporan penangkapan Bill Gates, baik terkait vaksin TBC maupun isu lain. Dengan demikian, narasi yang menyebut Filipina menerbitkan surat penangkapan terhadap Bill Gates adalah keliru.

Hoaks
08 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang memberikan informasi mengenai rekrutmen program BIBIT BSI 2025. Unggahan tersebut disertai logo resmi Bank Syariah Indonesia dan informasi terkait persyaratan. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang tertera pada bio akun tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran pada link pada bio akun pengunggah, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data seperti nama lengkap, nomor telegram aktif, dan provinsi asal yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui website resmi BSI pada laman Karir, ditemukan informasi bahwa benar adanya rekrutmen program BIBIT BSI 2025 untuk beberapa region seperti Jakarta, Kalimantan, Makassar, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Palembang, dan Aceh. Pendaftaran telah dibuka sampai 1 Juni 2026 melalui situs rekrutmen resmi BSI. Sehingga, informasi mengenai tautan rekrutmen program BIBIT BSI 2025 selain melalui situs rekrutmen resmi BSI adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
08 Jun 2025
Beredar di media sosial TikTok sebuah unggahan yang menginformasikan bahwa program cek kesehatan gratis untuk anak sekolah akan dilaksanakan mulai bulan Juli. Unggahan tersebut berupa video dengan durasi 55 detik yang menampilkan sosok Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang menyatakan terkait cek kesehatan gratis saat diwawancarai oleh para wartawan. Setelah dilakukan penelusuran, video wawancara Menkes tersebut selaras dengan video yang diunggah oleh kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden pada 3 Juni 2025. Berdasarkan informasi yang dilansir dari cnbc.com, program cek kesehatan gratis ini menyasar untuk semua kelompok usia sekolah dengan usia 7-17 tahun saat masuk tahun ajaran baru pada bulan Juli mendatang. Kementerian Komunikasi Kepresidenan melalui salah satu unggahan pada akun Instagram resminya membagikan daftar pemeriksaan kesehatan yang didapat antara lain, pemeriksaan indera (mata dan telinga), gigi, jiwa, gizi, dan lain-lain. 

Fakta
06 Jun 2025
Beredar sebuah akun di media sosial Instagram dengan nama @patria.karir yang diklaim sebagai akun Instagram karir dari PT United Tractors Pandu Engineering (PATRIA). Akun Instagram tersebut berisi unggahan-unggahan terkait rekrutmen PT United Tractors Pandu Engineering (PATRIA). Dalam bio akun tersebut, turut ditampilkan sebuah link untuk akses pendaftaran. Namun, setelah dilakukan penelusuran, melalui akun Instagram karir resmi, PT United Tractors Pandu Engineering (PATRIA) menegaskan bahwa akun Instagram @patria.karir adalah akun palsu yang menginformasikan rekrutmen PT United Tractors Pandu Engineering (PATRIA). Selain itu, melalui website resminya, PT United Tractors Pandu Engineering (PATRIA) menginformasikan bahwa informasi rekrutmen hanya melalui website dan akun Instagram karir resmi yakni, @patriacareer. Sehingga, informasi mengenai akun Instagram @patria.karir yang menginformasikan rekrutmen PT United Tractors Pandu Engineering (PATRIA) adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
06 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memberikan informasi mengenai lowongan kerja PT United Tractors Tbk. Unggahan tersebut disertai informasi terkait posisi yang ditawarkan. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang ada dibawah unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data seperti nama lengkap, usia, jenis kelamin, nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram dan website resmi, PT United Tractors Tbk telah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan lowongan kerja yang mengatasnamakan PT United Tractors Tbk. Informasi resmi terkait lowongan kerja PT United Tractors Tbk dapat diakses melalui situs rekrutmen resmi, jobs.talentics.id/career-unitedtractors/ ataupun akun Instagram karir resmi PT United Tractors Tbk. 

Hoaks
06 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memberikan informasi mengenai lowongan kerja PT Tah Sung Hung (Adidas Manifacture). Unggahan tersebut disertai informasi terkait posisi yang ditawarkan. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang ada dibawah unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data seperti nama lengkap, usia, jenis kelamin, nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Informasi resmi terkait lowongan kerja PT Tah Sung Hung dapat diakses melalui website resmi pada laman karir ataupun akun Instagram rekrutmen resmi, @tsh_careers 

Hoaks
04 Jun 2025
Beberapa grup WhatsApp dihebohkan oleh pesan berantai yang mengimbau anggota untuk tidak bergabung dalam ‘Chat Audio’ karena diklaim sebagai modus hacker untuk membobol rekening bank. Klaim tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna. Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom menegaskan bahwa pesan itu adalah hoaks. Fitur voice chat di WhatsApp adalah layanan resmi dari Meta—tanpa celah bagi peretas untuk menguras saldo. Dari Meta juga mengkonfirmasi bahwa betul chat audio di Whatsapp adalah fitur resmi dari Meta dan fitur tersebut tidak berhubungan dengan menguras saldo. Mohon masyarakat agar lebih bijak mengelola dan menyebarkan informasi dan selalu memeriksa informasi melalui akun resmi pemerintah guna menghindari kesalahpahaman

Hoaks
04 Jun 2025
Di media sosial X beredar rekaman yang diklaim sebagai suara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penggusuran lahan di Kalimantan Timur. Namun, verifikasi menunjukkan bahwa suara dalam rekaman itu adalah Kolonel (Purn) Rahmat Suhaji, bukan SBY. Rekaman tersebut terekam di bandara dan awalnya dibagikan oleh Hersubeno Arief pada Februari 2025. Partai Demokrat juga membantah klaim tersebut. Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Benny Kabur Harman, menegaskan nada dan gaya bicara dalam rekaman berbeda jauh dari SBY. Foto yang digunakan dalam unggahan ternyata berasal dari pesan Kapolri pada Februari 2024 dan tidak ada kaitannya dengan klaim tersebut. Dengan demikian, narasi bahwa SBY menegur Kapolri adalah keliru.

Hoaks
04 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang memberikan informasi mengenai penerimaan Pegawai Pemerintahan Non Pegawai Negeri (PPNPN) Kantor Imigrasi Agam tahun 2025. Unggahan tersebut disertai logo resmi Direktorat Jenderal Imigrasi dan informasi terkait kualifikasi calon pelamar.  Berdasarkan penelusuran pada website resmi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kemenimipas menegaskan bahwa informasi mengenai penerimaan PPNPN Kantor Imigrasi Agam tahun 2025 adalah hoaks. Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenimipas belum mengumumkan  secara resmi terkait pendaftaran PPNPN secara Nasional untuk tahun 2025. Lebih dari itu, logo Direktorat Jenderal Imigrasi yang ditampilkan pada unggahan tersebut merupakan logo versi sebelumnya, sedangkan pada saat ini semua unggahan resmi Direktorat Jenderal Imigrasi menggunakan logo versi terbaru. Dengan demikian, informasi mengenai penerimaan PPNPN Kantor Imigrasi Agam tahun 2025 adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
04 Jun 2025
Kerajaan Arab Saudi telah menghentikan penerbitan visa haji furoda dan mujamalah untuk musim ini, sehingga ratusan calon jemaah non-kuota terancam batal berangkat. Namun menjelang 2 Juni 2025 beredar rumor di media sosial bahwa pemerintah Arab Saudi akan kembali menerbitkan 3.000 visa furoda. Informasi itu diklaim berasal dari Kementerian Agama melalui kelompok tour haji, tetapi sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sekretaris Jenderal Amphuri, Zaki Zakariya, membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah Saudi telah memastikan penerbitan visa furoda tahun ini telah berakhir. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, juga menegaskan bahwa Indonesia belum menerima informasi apapun terkait pembukaan kembali visa furoda. Karena penerbitan visa ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Arab Saudi, masyarakat diimbau tidak terperangkap hoaks yang dapat dijadikan modus penipuan.

Hoaks
04 Jun 2025
Belakangan beredar narasi bahwa sistem Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) juga dapat menilang pejalan kaki. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komaruddin, menegaskan bahwa informasi tersebut keliru. Menurutnya, e-TLE memang merekam semua aktivitas pengguna jalan, namun hanya mendeteksi pelanggaran oleh kendaraan bermotor. Komaruddin menjelaskan e-TLE berfungsi seperti CCTV yang merekam nomor pelat kendaraaan untuk menindak pelanggar lalu lintas. Dengan tambahan sistem face recognition (FR), aparat dapat memverifikasi pelanggar meskipun pelat diganti. Sementara pejalan kaki tidak termasuk dalam sasaran penindakan e-TLE, karena sistem ini hanya mengenali pelanggaran lalu lintas yang melibatkan kendaraan bermotor.

Hoaks
04 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang memberikan informasi mengenai rekrutmen Mitra Kementerian Perdagangan tahun 2025 yang dibuka pada awal bulan Juni. Unggahan tersebut disertai informasi terkait posisi yang dibutuhkan dan kualifikasi. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik dan ingin mencari informasi lebih lanjut untuk menghubungi nomor telepon dan mengirim CV melalui alamat email yang tertera dalam unggahan tersebut.  Berdasarkan penelusuran pada website dan akun Instagram resmi Kementerian Perdagangan, tidak ditemukan informasi resmi mengenai rekrutmen Mitra Kementerian Perdagangan tahun 2025 yang dibuka pada awal bulan Juni. Pada website rekrutmen resmi milik Kemendag, ditemukan informasi bahwa untuk saat ini terdapat 3 rekrutmen yang sedang dijalankan, yakni rekrutmen JPT Pratama, rekrutmen CPNS dan PPPK. Lebih dari itu, informasi terkait nomor telepon dan alamat email yang tertera dalam unggahan tersebut bukan kontak resmi Kemendag sehingga dikhawatirkan mengarah pada penipuan. Dengan demikian, informasi mengenai rekrutmen Mitra Kementerian Perdagangan tahun 2025 adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
04 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang memberikan informasi mengenai pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2025 telah dibuka. Pemilik akun menginformasikan kepada para masyarakat khususnya bagi calon guru yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang tertera pada bio akun tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran pada link pada bio akun pengunggah, mengarah ke sebuah situs yang meminta masyarakat memasukkan data seperti nama lengkap, nomor telegram aktif, dan provinsi asal yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram resmi, Direktorat PPG menegaskan bahwa informasi pendaftaran tersebut adalah hoaks. Hingga saat ini, Direktorat PPG belum membuka pendaftaran PPG Prajabatan tahun 2025. Lebih dari itu, pendaftaran PPG Prajabatan yang tercantum dalam website resmi Kemendikdasmen untuk PPG masih pada 2024. Direktorat PPG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala bentuk penipuan dan berita palsu yang mengatasnamakan Direktorat PPG. Informasi resmi terkait PPG dapat diakses melalui website dan media sosial resmi PPG. 

Hoaks
03 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang memberikan informasi mengenai Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Universitas Terbuka Non-PNS 2025. Unggahan tersebut disertai logo resmi Universitas Terbuka. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang ada dibawah unggahan tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui website dan akun Instagram resmi Universitas Terbuka, ditemukan informasi bahwa benar adanya Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Universitas Terbuka Non-PNS 2025. Pendaftaran telah dibuka mulai 27 Mei – 8 Juni 2025 melalui situs rekrutmen resmi rekrutmennonpns.ut.ac.id/. Sehingga, informasi mengenai tautan Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Universitas Terbuka Non-PNS 2025 selain melalui situs rekrutmen resmi adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
03 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang memberikan informasi mengenai lowongan kerja PT SCG Stars Cosmos atau PT Stars Cosmos. Unggahan tersebut disertai informasi terkait posisi yang ditawarkan, persyaratan, dan fasilitas. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang tertera pada bio akun tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link pada bio akun pengunggah, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar menghubungi sebuah nomor WhatsApp yang bukan kontak WhatsApp resmi PT Stars Cosmos sehingga dikhawatirkan mengarah pada penipuan. Melalui website resmi pada laman Career, ditemukan informasi bahwa PT Stars Cosmos tidak sedang membuka lowongan pekerjaan. Informasi resmi terkait lowongan kerja dapat diakses melalui website resmi PT Stars Cosmos, https://cosmos.id/

Hoaks
03 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang memuat klaim bahwa Patung Buddha Leshan di China merupakan sosok Nabi Zulkifli. Unggahan tersebut menampilkan patung Buddha raksasa, serta permukiman di tengah pegunungan dan persawahan. Narasi dalam video menceritakan kisah seorang biksu senior di sebuah biara atau vihara di Kota Leshan, Provinsi Sichuan, China, bernama Tenzin. Patung Buddha itu kemudian dikaitkan dengan tanda keberadaan Nabi Zulkifli di sebuah gunung dekat viharanya. Faktanya, dilansir dari Tempo.co, hasil pemeriksaan gambar menggunakan alat deteksi kecerdasan buatan serta verifikasi melalui media kredibel menunjukkan bahwa beberapa gambar dalam video tersebut merupakan hasil AI, termasuk gambar biksu di depan patung yang diperkirakan 97% dibuat secara digital. Patung Buddha Leshan, yang diukir pada masa Dinasti Tang (713 M) oleh biksu Hai Tong, merupakan salah satu patung Buddha terbesar dan tertinggi di dunia yang dibuat untuk menenangkan dewa sungai yang berbahaya. Guru Besar Sejarah Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Asep Achmad Hidayat, juga menyatakan bahwa tidak ada bukti literatur yang mengaitkan Nabi Zulkifli dengan China. Dengan demikian, klaim tersebut termasuk ke dalam informasi yang tidak benar alias hoaks.

Hoaks
03 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang mengklaim bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah mengirim ribuan prajurit ke Indonesia. Video tersebut menampilkan Putin yang tampak sedang menyampaikan pernyataan mengenai usulan pembangunan fasilitas pertahanan bersama di Papua. Dalam video itu, ia berbicara menggunakan Bahasa Melayu dan mengucapkan salam secara Islam. Faktanya, video yang mengklaim bahwa Presiden Putin akan mengirim ribuan tentara Rusia ke Indonesia adalah hoaks. Dilansir dari Kompas.com, Video tersebut merupakan hasil manipulasi, dengan suara palsu yang dibuat menggunakan teknologi AI dan visual yang dimodifikasi melalui deepfake. Isu kehadiran militer Rusia di Lanud Manuhua, Biak, juga telah dibantah oleh Kementerian Pertahanan. Pertemuan Menhan RI dan pejabat Rusia pada Februari lalu hanya membahas kerja sama bilateral dan tidak menyinggung isu strategis mengenai pangkalan militer. Isu mengenai kehadiran militer Rusia di Indonesia pertama kali mencuat dari pemberitaan media asing. Menurut Analis Utama Politik Keamanan dari Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45), Christian Guntur Lebang, keberadaan militer Rusia di Tanah Air justru berpotensi memperumit arah politik luar negeri Indonesia. Saat ini, fokus militer Rusia pun masih tertuju pada konflik di Ukraina.

Hoaks
03 Jun 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa pendaftaran PPPK 2025 telah resmi dibuka mulai 11 Mei hingga 30 Juni 2025. Pemilik akun tersebut mengimbau masyarakat yang berminat untuk mengakses informasi lebih lanjut dan melakukan pendaftaran melalui tautan yang telah dicantumkan di bawah unggahan. Faktanya, tautan dalam unggahan tersebut mengarahkan pengguna ke sebuah situs yang meminta masyarakat untuk memasukkan data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi.  Dilansir dari CNBCIndonesia.com, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan resmi terkait penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2025. Jika nantinya ada, pengumuman seleksi CASN 2025 akan disampaikan secara resmi melalui kanal-kanal pemerintah. Saat ini, pemerintah masih fokus menyelesaikan proses seleksi CASN 2024, yang ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini. Dengan demikian, tautan pendaftaran PPPK yang beredar tersebut dipastikan merupakan hoaks. Untuk informasi resmi dan terkini terkait pendaftaran CASN, masyarakat diimbau untuk selalu mengakses situs resmi SSCASN di https://sscasn.bkn.go.id.

Hoaks
03 Jun 2025
Beredar unggahan di media sosial berupa tangkapan layar judul artikel yang mengklaim adanya pernyataan dari mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan laptop. Dalam tangkapan layar tersebut, Nadiem disebut-sebut menegaskan bahwa dana pengadaan laptop senilai Rp11 triliun dibagi dua dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Setelah dilakukan penelusuran, klaim dalam tangkapan layar judul artikel yang menyebut bahwa Nadiem Makarim menegaskan uang pengadaan laptop sebesar Rp11 triliun dibagi dua dengan Jokowi adalah hoaks dan merupakan hasil manipulasi. Dilansir dari Kompas.com, penelusuran menggunakan Google Search tidak menemukan adanya pemberitaan bahwa Nadiem Makarim pernah menyatakan hal tersebut. Tidak ada sumber kredibel yang memberitakan bahwa uang pengadaan laptop itu dibagi dua dengan Jokowi. Selain itu, penelusuran dengan teknik reverse image search menunjukkan bahwa foto dan tanggal terbit dalam artikel yang beredar identik dengan unggahan di laman Tempo.co berjudul “Ini Peran 2 Stafsus Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook”. Artikel tersebut membahas peran dua staf khusus Menteri Nadiem dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbud Ristek pada periode 2019–2022, dan tidak menyebut adanya pembagian dana seperti yang diklaim.

Hoaks