06 Aug 2026
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang diunggah oleh akun PLGLIPP pada 15 April 2026. Unggahan tersebut menampilkan foto seorang pasien yang sedang dirawat di rumah sakit dengan narasi: "Miris! Pasien Masih Koma Diminta Pulang. Keluarga Abdul Hamid Bongkar Dugaan Pelayanan Tak Manusiawi di RSMH Palembang." Dalam keterangan unggahan disebutkan bahwa pasien yang masih berada dalam kondisi koma diduga diminta pulang dari Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang dan menjalani perawatan sendiri di rumah. Narasi tersebut kemudian menuai berbagai tanggapan dari warganet dan memunculkan dugaan bahwa RSMH memberikan pelayanan yang tidak sesuai prosedur.
PERTANYAANNYA : Apakah benar RSMH Palembang memulangkan pasien yang masih dalam kondisi koma sebagaimana narasi yang beredar di media sosial?
FAKTA SEBENARNYA : UNGGAHAN TERSEBUT BERSIFAT MENYESATKAN (MISLEADING)
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Diskominfo Sumsel, unggahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai informasi utuh karena hanya menampilkan narasi sepihak tanpa disertai bukti maupun klarifikasi dari pihak Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Berikut beberapa indikasi yang ditemukan:
Tidak mencantumkan sumber resmi yang dapat diverifikasi, seperti pernyataan dari pihak RSMH Palembang, Dinas Kesehatan, maupun instansi berwenang lainnya.
Informasi hanya berasal dari unggahan media sosial yang mengangkat satu sisi cerita tanpa menyajikan kronologi lengkap maupun hasil konfirmasi kepada pihak rumah sakit.
Judul dan narasi menggunakan kalimat yang bersifat sensasional, seperti "Miris!" dan "Pelayanan Tak Manusiawi", yang berpotensi memengaruhi opini publik sebelum fakta sebenarnya diketahui.
Tidak terdapat dokumen pendukung, seperti surat pemulangan pasien, rekam medis, ataupun bukti resmi lainnya yang dapat menguatkan klaim bahwa pasien dipulangkan dalam kondisi koma.
Belum ditemukan pernyataan resmi yang membenarkan bahwa RSMH Palembang memiliki kebijakan memulangkan pasien dalam kondisi koma sebagaimana dinarasikan dalam unggahan tersebut. Oleh karena itu, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan memerlukan verifikasi lebih lanjut kepada pihak terkait.
MENGAPA HOAKS SEPERTI INI CEPAT VIRAL :
Isu mengenai pelayanan rumah sakit merupakan informasi yang sangat sensitif dan menyangkut keselamatan pasien. Judul yang menggunakan kalimat seperti "Pasien Masih Koma Diminta Pulang" mampu memancing emosi masyarakat sehingga banyak pengguna media sosial langsung mempercayai dan membagikan informasi tersebut tanpa mengetahui konteks lengkap kejadian. Selain itu, penggunaan foto pasien yang sedang menjalani perawatan intensif membuat informasi tersebut terlihat meyakinkan meskipun belum disertai bukti atau klarifikasi resmi.
KESIMPULAN & IMBAUAN : SHARING SEBELUM SHERING
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama informasi yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kesehatan. Informasi yang beredar melalui media sosial sering kali hanya menampilkan sebagian fakta sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, keresahan, bahkan membentuk opini publik yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sebelum membagikan suatu informasi, pastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui sumber resmi, klarifikasi dari instansi terkait, maupun media massa yang kredibel. Dengan menerapkan prinsip "Saring Sebelum Sharing", masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan serta menjaga ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.