Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

13 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Instagram yang diklaim sebagai akses pendaftaran lowongan kerja untuk posisi petugas paspor di Kedutaan Besar Australia di Indonesia. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang tertera dalam unggahan tersebut.  Hasil penelusuran mengungkapkan bahwa tautan yang diklaim untuk pendaftaran petugas paspor di Kedubes Australia adalah hoaks. Melalui website resmi Kedubes Australia di Indonesia, benar ditemukan informasi bahwa terdapat beberapa lowongan pekerjaan yang sedang dibuka, salah satunya yakni petugas paspor. Namun, pihak Kedubes Australia menegaskan hanya mengiklankan lowongan pekerjaan melalui situs resmi dan akun LinkedIn Kedubes Australia. Dengan demikian, informasi mengenai tautan pendaftaran lowongan kerja untuk posisi petugas paspor di Kedubes Australia di Indonesia selain melalui situs resmi dan LinkedIn Kedubes Australia adalah hoaks atau tidak ada benarnya.  

Hoaks
13 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim tanah Raja Ampat berubah warna merah menyala karena dirusak oleh para oligarki asing dan lokal. Video tersebut menampilkan aliran air hujan mengalir menuju pantai hingga membuat laut berubah warna merah menyala. Setelah dilakukan penelusuaran tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Penelusuran pada potongan video dalam unggahan tersebut dengan Google Lens, ditemukan video serupa yang diunggah oleh akun Instagram, tugumalangid. Video tersebut merupakan fenomena alam unik yang terjadi di Pulau Hormuz, Teluk Persia, Iran. Penyebab daratan Pulau Hormuz berwarna merah karena tanahnya kaya akan oksida besi. Saat hujan turun, material alami tersebut terbawa aliran air menuju pantai dan laut hingga menciptakan efek visual menyerupai lautan merah darah. Dengan demikian, informasi mengenai klaim tanah Raja Ampat berubah warna merah menyala karena dirusak oleh para oligarki asing dan lokal adalah hoaks atau tidak ada benarnya.

Hoaks
12 Oct 2025
Beredar kabar viral bahwa seorang pria berusia 74 tahun—berinisial T—yang menikah dengan perempuan berusia 24 tahun di Pacitan pada 8 Oktober 2025 kabur setelah menyerahkan cek Rp3 miliar sebagai mahar yang disebut palsu. Narasi tersebut disebarkan melalui sejumlah akun Facebook dan memicu pergunjingan publik. Penelusuran dan klarifikasi oleh keluarga serta pihak kepolisian menegaskan klaim itu keliru. T membantah melalui akun Instagram bahwa cek tersebut palsu—ia menyatakan dana tersedia—dan keluarga serta Polres Pacitan (AKBP Ayub Diponegoro Azhar) menyatakan T tidak kabur melainkan sedang berbulan madu di Purwantoro, Wonogiri. Dengan demikian, informasi tentang pelarian dan penipuan mahar tidak terbukti; publik dihimbau memverifikasi kabar melalui sumber resmi sebelum menyebarkan.

Disinformasi
11 Oct 2025
Beredar unggahan video di Facebook yang mengklaim gelombang tsunami menghantam rumah dan penduduk pesisir pada 6 Oktober 2025. Rekaman berdurasi sekitar 10 detik menampilkan gelombang besar menghancurkan bangunan disertai teriakan warga. Hasil verifikasi melalui pencarian gambar terbalik, analisis visual, dan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan menunjukkan video tersebut buatan AI, bukan rekaman peristiwa nyata (deteksi Hive Moderation menunjukkan kemungkinan pembuatan AI mencapai sekitar 99%). Video serupa juga ditemukan di akun TikTok yang menandai konten itu sebagai AI. Kesimpulannya: klaim tsunami tersebut keliru. Masyarakat dihimbau tidak menyebarkan ulang dan selalu memverifikasi kabar bencana melalui kanal resmi lembaga terkait sebelum membagikan.

Hoaks
11 Oct 2025
Beredar video yang mengklaim bahwa setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) memberi akses pencairan bantuan sosial sebesar Rp7 juta pada September 2025. Penelusuran menunjukkan video tersebut bersifat manipulatif: analisis menggunakan alat pendeteksi konten berbasis AI mengindikasikan suara Presiden Prabowo dalam rekaman berprobabilitas tinggi dihasilkan oleh kecerdasan buatan, sehingga konten kemungkinan merupakan upaya phishing untuk mengumpulkan data pribadi (NIK). Fakta sebenarnya, Pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) mencairkan bantuan tahap III periode Juli–September 2025 dengan besaran yang berbeda menurut kategori penerima — misalnya ibu hamil/lansia/balita menerima masing-masing Rp750.000 per tahap, siswa SD Rp225.000, SMP Rp375.000, dan SMA Rp500.000 — dan bukan Rp7 juta per NIK. Masyarakat diimbau tidak menindaklanjuti tautan atau permintaan data dari sumber tak resmi, serta selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah sebelum membagikan.

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang mengklaim bahwa Tesla resmi meluncurkan produk ponsel terbaru dengan merek Pi Phone. Ponsel Pi Phone milik Tesla disebut akan bersaing dengan produk ponsel iPhone dari Apple.   Elon Musk telah menjawab rumor soal ponsel baru dari Tesla, perusahaan miliknya, dalam podcast Joe Rogan Experience yang diunggah oleh kanal PowerfulJRE pada 5 November 2024. Musk menjelaskan bahwa Tesla tidak memiliki rencana mengembangkan ponsel. Sampai saat ini, tidak ada bukti Tesla meluncurkan ponsel dengan merk Pi Phone. Pada laman resmi Tesla juga tidak ditemukan adanya produk ponsel Pi Phone Dengan demikian, informasi mengenai Tesla resmi meluncurkan produk ponsel terbaru dengan merek Pi Phone adalah hoaks atau tidak ada benarnya.  

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar unggahan di TikTok yang mengklaim pemerintah membebaskan pajak bagi semua pegawai berpenghasilan di bawah Rp10 juta. Klaim itu keliru—informasi perlu diluruskan karena tidak semua pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta otomatis dibebaskan dari pajak. Berdasarkan penjelasan resmi yang dikutip Antara, pemerintah melanjutkan stimulus berupa pembayaran pajak penghasilan (PPh) yang ditanggung pemerintah untuk pekerja pada sektor tertentu. Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10 Tahun 2025 (diterbitkan 4 Februari 2025) dan awalnya menyasar pekerja berpenghasilan < Rp10 juta di sektor padat karya (tekstil, kulit, alas kaki, pakaian jadi, furnitur); pada September 2025 kebijakan tersebut diperluas ke sektor Horeka (hotel, restoran, kafe). Dengan demikian, yang diberlakukan adalah stimulus terbatas sektoral — bukan pembebasan pajak universal bagi seluruh pegawai berpenghasilan di bawah Rp10 juta.

Disinformasi
10 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang diklaim sebagai akses pendaftaran program KUR Nol Persen. Unggahan tersebut mengatasnamakan Kementerian Keuangan serta narasi ajakan kepada masyarakat untuk mendaftar melalui link pendaftaran yang ada di bawah unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link di bawah unggahan tersebut, tidak mengarah ke laman resmi milik Kemenkeu. Selain itu, tidak ditemukan pernyataan atau pengumuman resmi dari Kemenkeu mengenai program KUR Nol Persen tahun 2025. Penelusuran lebih jauh tentang skema KUR 2025 dari pemerintah, ditemukan informasi bahwa mulai 2025 bunga KUR diberlakukan secara berjenjang, mulai dari 6% untuk pinjaman pertama dan naik hingga 9% pada pinjaman keempat. Kebijakan ini berlaku untuk KUR Mikro dan Kecil dengan tujuan mendorong UMKM agar tidak terus bergantung pada subsidi, melainkan beralih ke pembiayaan komersial. Dengan demikian, informasi mengenai tautan pendaftaran program KUR Nol Persen dari Kemenkeu adalah hoaks atau tidak ada benarnya.

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar unggahan yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto menyatakan gaji anggota DPR, DPD, MPR, dan pegawai BUMN seharusnya disetarakan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN); klaim ini tidak benar.  Foto dan klip yang dipakai pada unggahan tersebut identik dengan materi saat Presiden memimpin Sidang Kabinet Paripurna—Peristiwa yang tercatat pada 5 Mei 2025—namun pidato resmi Prabowo pada sidang itu tidak memuat pernyataan tentang penyetaraan gaji anggota lembaga negara atau pegawai BUMN. Dengan demikian unggahan tersebut menyesatkan; publik diimbau memverifikasi klaim kebijakan melalui kanal resmi Sekretariat Presiden atau media arus utama sebelum membagikan ulang.

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyebut bahwa mantan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, hadir langsung di Arab Saudi untuk memberikan dukungan kepada pemain Timnas Indonesia. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar dan termasuk hoaks. Dilansir dari Kompas.com, hingga saat ini belum ada pemberitaan atau laporan kredibel yang membuktikan bahwa Shin Tae-yong hadir di Arab Saudi untuk mendukung Timnas Indonesia secara langsung. Adapun yang hadir dalam pertandingan antara Indonesia melawan Arab Saudi di Stadion King Abdullah, Jeddah, pada Rabu (8/10/2025) adalah rekan Shin Tae-yong, Jeong Seok-seo, yang akrab disapa Jeje. Dikutip dari Bola Sport, Jeje merupakan asisten sekaligus penerjemah Shin Tae-yong yang menonton pertandingan tersebut meski sudah tidak lagi bekerja di Timnas Indonesia. Sebagai informasi, saat ini Shin Tae-yong menjabat sebagai pelatih klub Korea Selatan, Ulsan Hyundai FC.  

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menginformasikan bantuan 17 juta benih ikan atas nama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, klaim tersebut adalah hoaks. Dilansir dari kompas.com, akun Facebook yang menyebarkan informasi tersebut merupakan akun palsu dan tidak memiliki afiliasi resmi dengan KKP. Akun tersebut juga menyertakan tautan yang mengarah ke nomor WhatsApp yang kemudian mengarahkan pengunjung ke sebuah situs yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, asal provinsi, dan nomor Telegram aktif. KKP melalui akun Instagram resminya mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan lembaga tersebut.  

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang berisi informasi pendaftaran program Kartu Prakerja 2025 melalui sebuah tautan. Akun tersebut mengajak masyarakat untuk bergabung melalui tautan tersebut guna memperoleh insentif senilai Rp4,2 juta. Informasi ini diunggah pada 30 September 2025.   Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Hasil verifikasi menggunakan pencarian gambar terbalik Google dan perbandingan narasi dengan sumber kredibel menunjukkan bahwa tautan yang dicantumkan bukan situs resmi program Kartu Prakerja 2025. Tautan tersebut tidak mengarah langsung ke situs resmi dan diduga merupakan modus phishing atau pencurian data. Dikutip dari kompas.com, Program Kartu Prakerja belum dibuka kembali karena proses transisi pengelolaan program dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Informasi resmi mengenai Kartu Prakerja hanya dapat diakses melalui situs resmi www.prakerja.go.id, akun Instagram @prakerja.go.id, email info@prakerja.go.id, dan call center di nomor 021-25541246.  

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar video yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka layanan pinjaman online melalui Koperasi Desa Merah Putih. Klaim itu keliru. Rekaman yang digunakan identik dengan konferensi pers Menkeu yang diunggah Sekretariat Presiden pada 15 September 2025, di mana Purbaya membahas suntikan likuiditas Rp200 triliun kepada bank anggota Himbara—bukan pengumuman terkait layanan pinjol atau penyaluran kredit oleh Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi Desa Merah Putih memang didorong untuk menyediakan layanan simpan-pinjam sebagai bagian dari program pengembangan koperasi (diluncurkan 21 Juli 2025), namun syarat, mekanisme, dan penyaluran kredit diatur oleh masing-masing koperasi dan bank mitra. Akun TikTok yang mengajak pengajuan pinjaman bukan kanal resmi koperasi; publik dihimbau memverifikasi informasi melalui kanal resmi kementerian, Sekretariat Presiden, dan laman resmi Koperasi Desa Merah Putih sebelum menindaklanjuti tawaran pinjaman.

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Instagram yang menginformasikan bahwa harga LPG di Indonesia lebih mahal dibandingkan Malaysia dan Amerika Serikat (AS). Namun, klaim dalam infografik perbandingan harga LPG antara Indonesia, Malaysia, dan AS tersebut ternyata tidak benar alias hoaks. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa data pada infografik tersebut tidak sesuai dengan data resmi dari pemerintah Indonesia, Malaysia, maupun Amerika Serikat. Menurut Energy Information Administration (EIA), perbedaan harga propana di masing-masing negara dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain peningkatan permintaan selama musim dingin, letak geografis, ketersediaan komoditas energi lainnya, ukuran tangki, serta kondisi distribusi di wilayah setempat.  

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya menarik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp71 triliun untuk dialihkan menjadi bantuan beras — klaim ini menyesatkan dan tidak didukung oleh pemberitaan kredibel. Penelusuran menunjukkan pernyataan Menkeu sebenarnya menyebut kemungkinan alih fungsi anggaran sebagai langkah antisipatif jika penyerapan anggaran MBG tidak optimal; salah satu opsi yang disebutkan adalah pengalihan ke program bantuan beras 10 kg. Pernyataan tersebut bukan pengumuman penarikan anggaran permanen maupun sanksi terhadap Badan Gizi Nasional; jika penyerapan MBG berjalan baik, pengalihan tidak akan dilakukan. Masyarakat dihimbau memverifikasi informasi kebijakan melalui kanal resmi kementerian dan media terpercaya sebelum menyebarluaskan.

Hoaks
10 Oct 2025
Beredar unggahan video yang mengklaim Presiden Joko Widodo terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Banga (PBB) untuk 2026. Klaim tersebut tidak benar. Penelusuran menunjukkan beberapa klip dalam video berasal dari rekaman lama yang tidak terkait narasi tersebut—potongan pertama identik dengan unggahan Metro TV (13 November 2022) saat Jokowi menerima palu dari mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, dan potongan lain identik dengan wawancara The Economist (12 November 2022) terkait KTT G20 Bali 2022. Hingga kini tidak ada informasi valid tentang terpilihnya Jokowi sebagai Sekjen PBB; jabatan tersebut saat ini dipegang Antonio Guterres yang masa jabatannya berlangsung hingga 2026. Masyarakat diminta memverifikasi kabar melalui kanal resmi sebelum menyebarkan.

Hoaks
09 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok dengan narasi yang menyebut bahwa Elon Musk menjadi korban tewas dalam insiden kebakaran di Burj Khalifa. Setelah melakukan penelusuran tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Penelusuran dilakukan pada akun media sosial X (Twitter) pribadi milik Elon Musk, ditemukan masih aktif mengunggah per Senin (6/10/2025)/. Selain itu, penelusuran dilakukan pada foto kebakaran Burj Khalifa dalam unggahan tersebut dengan menggunakan Google Lens. Ditemukan kesamaan visual dengan video yang diunggah oleh akun TikTok “Raj_Bhai”, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, deepfake-o-meter, video tersebut kemungkinan besar dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 94,6 persen. Dengan demikian, informasi dengan klaim Elon Musk tewas dalam insiden kebakaran di Burj Khalifa.  

Hoaks
09 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial X dengan narasi yang mengklaim bahwa para siswa korban keracunan MBG menanggung sendiri biaya pengobatan. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dilansir dari detik.com, Dadan Hindayana selaku kepala Badan Gizi Nasional, pastikan tanggung seluruh biaya pengobatan, perawatan dan pemulihan korban keracunan. Selain itu, untuk kasus di daerah yang sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas keracunan MBG, pemerintah daerah akan mengurus pembiayaannya melalui asuransi atau program Jamkesda. Dengan demikian, informasi mengenai klaim siswa korban keracunan MBG menanggung sendiri biaya pengobatan adalah hoaks atau tidak ada benarnya.

Hoaks
08 Oct 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang mengklaim bahwa  mantan pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, telah berada di Arab Saudi dan akan mendampingi Patrick Kluivert melatih timnas Indonesia. Unggahan tersebut turut menampilkan foto Shin Tae-yong berjalan dengan membawa kopernya. Setelah  dilakukan penelusuran pada foto dalam unggahan tersebut, ditemukan kesamaan visual dengan foto yang diunggah oleh laman media BolaSport pada 1 September 2024. Foto tersebut adalah momen ketika Shin Tae-yong bersiap berangkat ke Arab Saudi pada September 2024. Saat itu, timnas Indonesia akan melawan Arab Saudi di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Diketahui bahwa Shin Tae-yong sudah tidak lagi melatih timnas Indonesia usai dipecat oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 6 Januari 2025. Dengan demikian, informasi mengenai Shin Tae-yong berada di Arab Saudi dan akan mendampingi Patrick Kluivert melatih timnas Indonesia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
08 Oct 2025
Beredar unggahan di media sosial berupa video yang menampilkan bola-bola api jatuh dari langit dan membuat kerumunan orang panik, berusaha menyelamatkan diri. Dalam narasi video, peristiwa tersebut merupakan fenomena alam berupa hujan api yang terjadi di Kamboja. Setelah dilakukan penelusuran pada potongan video dalam unggahan tersebut dengan Google Lens, ditemukan kesamaan visual dengan video yang diunggah oleh kanal Youtube CNN pada 6 Oktober 2025. Peristiwa dalam video bukanlah fenomena alam di Kamboja, melainkan insiden malfungsi pertunjukan kembang api dan drone atau pesawat nirawak di Liu Yang, Hunan, China pada Kamis (2/10/2025) malam. Dengan demikian, informasi mengenai fenomena alam hujan api terjadi di Kamboja adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
08 Oct 2025
Beredar unggahan di Facebook berupa video yang menampilkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, mengajak masyarakat untuk mendaftar program bantuan dari Australia. Saat dicermati gerakan wajah Jeane Marie Tulung tampak kaku, hal tersebut mengindikasikan bahwa konten tersebut merupakan hasil rekayasa. Dilansir dari kompas.com, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,8 persen. Selain itu, tidak ditemukan informasi mengenai adanya penawaran bantuan dari Australia pada media sosial resmi milik Dirjen Bimas Kristen Kemenag. Dengan demikian, informasi mengenai video  Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung, mengajak masyarakat untuk mendaftar program bantuan dari Australia adalah hoaks dan merupakan hasil konten manipulasi.   

Hoaks