Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

[FAKTA ATAU HOAKS] Viral Foto Pocong di Gandus, Ternyata Cuma Editan AI!

  • Hoaks

Belakangan ini, warga Palembang khususnya di wilayah Gandus dihebohkan oleh foto sosok mirip pocong di area perumahan pada malam hari. Foto ini sempat memicu kepanikan di grup WhatsApp dan media sosial lokal dengan narasi miring seperti "Pocong rampok sudah masuk daerah Talang Kepuh, siap-siap ngasah mandau."Meskipun sudah diklarifikasi sejak sebulan lalu, sayangnya masih ada saja oknum yang hobi membagikan ulang hoaks ini tanpa mencari tahu kebenaran informasinya secara utuh.

Pertanyaannya: Apakah sosok menyeramkan tersebut nyata?

FAKTA SEBENARNYA: 100% HASIL REKAYASA (HOAKS)!

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Diskominfo Sumsel, foto tersebut dipastikan TIDAK NYATA. Berikut adalah bukti-bukti kejanggalannya:

  1. Hasil Rekayasa Artificial Intelligence (AI): Gambar tersebut bukan hasil jepretan kamera amatir asli, melainkan produk dari AI Image Generator (kecerdasan buatan).

  2. Pelaku Sudah Diamankan: Jajaran Polsek Gandus Polrestabes Palembang telah bergerak cepat mengamankan pembuat konten tersebut. Pelaku mengakui bahwa gambar itu murni rekayasa teknologi. (Sumber: Detikcom)

  3. Video TikTok Sriwijaya Post Dipotong/Disalahpahami: Video yang beredar dari Sriwijaya Post sebenarnya justru mengedukasi bahwa gambar tersebut adalah AI. Pelaku pun sudah membuat video klarifikasi resmi yang menyatakan kontennya tidak benar. (Lihat Video Klarifikasi TikTok)

Mengapa Hoaks Seperti Ini Cepat Viral?

Saat ini teknologi AI sudah sangat canggih. Hanya modal mengetik prompt (kata kunci) tertentu, siapa saja bisa menciptakan gambar mistis yang terlihat sangat nyata dalam hitungan detik.

Oknum tidak bertanggung jawab sengaja menambahkan bumbu narasi "Perumahan di Gandus" untuk memicu emosi warga lokal (local engagement). Rasa takut dan penasaran inilah yang dimanfaatkan agar netizen langsung membagikannya tanpa berpikir panjang.

Kesimpulan & Imbauan: Saring Sebelum Sharing!

Masyarakat Gandus dan seluruh warga Palembang diimbau untuk berhenti menyebarkan kembali foto atau narasi tersebut demi menjaga ketertiban dan mencegah keresahan publik.

Yuk, jadi netizen yang cerdas! Jangan mudah terkecoh oleh konten mistis atau provokatif yang beredar. Selalu cek kebenaran informasi melalui otoritas setempat atau pihak berwajib sebelum menekan tombol share.