Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

21 Dec 2024
Beredar unggahan di media sosial tiktok yang memuat tentang Lucky Hakim sebagai calon Bupati Indramayu yang sedang berkampanye di depan para warga. Dirinya menyebutkan akan membuka lapangan kerja baru dan memprioritaskan masyarakat sekitar dalam proses perekrutan karyawan disana. Berdasarkan hasil analisis, unggahan tersebut terdapat ujaran kebencian. Pengunggah tidak memberikan konteks yang jelas, serta tidak menyertakan data dan fakta yang mendukung pendapatnya tersebut. Justru, narasi yang dikembangkan berusaha untuk memprovokasi dan mengarah pada ujaran kebencian. Ujaran kebencian terdapat pada kalimat, “gatau malu ngaku-ngaku program yang sudah dilakukan oleh Ibu Nina.”

Hate Speech
18 Dec 2024
Beredar unggahan di media sosial tiktok yang memuat tentang tidak adanya foto Mantan Presiden Jokowi di Rakernas PDIP Sumut. Video tersebut diunggah pada 7 Mei 2024. Pengunggah turut memberikan keterangan, “Pilkada 2024, kita hukum PDIP. Viralkan! Awal kehancuran PDIP”. Berdasarkan hasil analisis, informasi tersebut mengandung unsur ujaran kebencian atau hate speech. Sebagai informasi, konteks kejadian itu pada Rapat Koordinasi (Rakor) 6 bulan yang lalu, tepatnya pada Senin 06 mei 2024. Dilansir dari kompas.com, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi bukan karena unsur kesengajaan, apalagi politis.Ia lebih lanjut menjelaskan peristiwa bermula dari proses pemasangan backdrop kegiatan, dimana foto tersebut tersenggol dan terjatuh. Pasca kejadian, Rapidin meminta maaf atas kejadian tersebut. pihaknya menyampaikan bahwa tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya. Dia menjelaskan, awalnya foto Jokowi ada di ruangan rakor, tapi saat pemasangan backdrop, foto terjatuh dan kacanya pecah. Letak ujaran kebencian oleh pengunggah pada frasa yang mengandung unsur provokatif yakni: “ Pilkada 2024, kita hukum PDIP. Viralkan!” dan “Awal kehancuran PDIP”. Pengunggah tidak memberikan konteks kejadian yang jelas sehingga memunculkan sentimen terhadap satu pihak.

Hate Speech
13 Dec 2024
Beredar unggahan di media sosial tiktok yang memuat tentang adanya Cabup dan Cawabup nomor urut 01 pada gelaran Pilkada Bojonegoro yang terlihat sedang duduk bersila di depan kursi debat publik. Pengunggah turut memberikan keterangan, “01 Lawak!!! Yang kayak gini mau dijadikan pemimpin??”. Berdasarkan hasil analisis, informasi tersebut mengandung ujaran kebencian. Sebagai informasi, Debat perdana Pilkada Bojonegoro pada Sabtu 19 Oktober 2024 malam berakhir ricuh. Dalam debat ini, KPU menyiapkan format khusus untuk para Calon Wakil Bupati (Cawabup) dengan tema tata kelola lahan dan sumber daya yang adil. Ketegangan muncul saat Cawabup nomor urut 1, Farida Hidayati, menyampaikan visi-misinya. Farida sempat mengajak pasangannya, Calon Bupati Teguh Haryono, untuk ikut naik ke panggung, dengan merujuk pada aturan KPU nomor 1363 dan SK KPU Bojonegoro nomor 1529 yang menetapkan debat harus melibatkan pasangan calon. Ketua KPU Bojonegoro, Robby Adi Perwira, meminta para pasangan calon untuk mengikuti aturan debat yang hanya melibatkan calon wakil bupati. Saat kericuhan terjadi, Robby sempat menunda debat selama 10 menit untuk memberi waktu mediasi dan berharap kedua kubu mencapai kesepakatan. Namun, pasangan calon nomor urut 1 tetap pada pendiriannya. Robby mengonfirmasi bahwa setelah debat perdana yang berakhir ricuh, KPU kini berkomunikasi dengan setiap paslon untuk mencapai kesepakatan, agar debat selanjutnya dapat berlangsung lancar dan visi-misi tersampaikan dengan baik. Pengunggah tidak memberikan konteks dan keterangan yang lengkap terkait kondisi yang terjadi dalam forum tersebut. Pengunggah hanya memberikan sentimen yang merujuk pada ujaran kebencian yang termuat pada kalimat, “01 Lawak!!! Yang kayak gini mau dijadikan pemimpin??”.

Hate Speech
12 Dec 2024
Beredar unggahan di media sosial tiktok yang memuat tentang adanya Calon Walikota Malang M. Anton yang sedang melangsungkan debat publik pada gelaran Pilkada 2024. Dalam narasi pengunggah memuat beberapa keterangan yakni: “dikira suhu, ternyata cupu”, “teriak memiliki elektabilitas tinggi, di debat malah grogi”. Berdasarkan hasil analisis, informasi tersebut merupakan ujaran kebencian. Pengunggah tidak memberikan konteks yang jelas terhadap unggahan yang disebarluaskan di media sosial. Video tersebut memuat beberapa keterangan sentimen yang mengarah pada ujaran kebencian untuk M. Anton sebagai calon Walikota dengan beberapa kalimat, “dikira suhu, ternyata cupu”; dan “teriak elektabilitas tinggi, di debat malah grogi”. Video debat publik Pilwalkot Malang dapat diakses di beberapa kanal media, salah satunya yang dipotong oleh pengunggah merupakan vidio properti milik RRI Malang.

Hate Speech
07 Dec 2024
Beredar unggahan di media sosial instagram yang memuat tentang adanya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diberi sedang melakukan wawancara bersama awak media. Dalam wawancara tersebut Gibran terlihat memberikan pertanyaan tersebut kepada salah satu Wakil Menteri. Dalam keterangan pengunggah memuat, “Kelakuan Fufufafa, duid habis triliunan Cuma dapet wapres begini”. Berdasarkan hasil analisis, informasi tersebut memuat ujaran kebencian. Sebagai informasi, video tersebut merupakan potongan dari rangkaian kegiatan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2 di Jakarta Pusat, Senin sore. Peninjauan tersebut dilakukan usai Gibran menghadiri pelantikan Wakil Menteri dan Sekretaris Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta. Letak dari hate speech dari pengunggah terletak pada ujaran, “duit habis triliunan Cuma dapet wapres begini”. Konteks yang diberikan pengunggah hanya sepenggal video yang tidak dapat diidentifikasikan; mulai dari pertanyaan wartawan kepada wapres yang tidak ada; hingga jawaban yang diberikan oleh Wamen yang tidak dimasukkan dalam video.

Hate Speech
29 Nov 2024
Telah beredar ujaran kebencian yang ditujukan kepada Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Video tersebut menampilkan tangkapan layar berita online berjudul “Babak Baru Korupsi Dana Hibah Jatim, Siap-Siap! KPK Buka Peluang Periksa Khofifah.” Selain tangkapan layar, video tersebut juga memuat suara dengan ujaran kebencian seperti "garong uang" dan "pasien KPK." Berdasarkan analisis, unggahan ini mengandung kata-kata yang berpotensi memicu kebencian. Konten tersebut dapat dikategorikan sebagai ujaran kebencian karena berisi pernyataan tidak pantas yang dapat menimbulkan kebencian terhadap individu tertentu.

Hate Speech
15 Sep 2024
“Sangat menjijikkan, Budi Arie nyembah dan bersujud ke Pinokio Jawa. Baru kali ini terjadi, ada menteri nyembah presiden. Bukan hoax dan bukan editan. Clear.” Berdasarkan hasil penelusuran, pesan tersebut adalah hate speech. Foto tersebut setelah dicari menggunakan image reverse, ditemukan berita milik Kumparan yang diunggah 5 Juni 2019 berjudul, “Seorang Warga Sujud di Depan Jokowi saat Open House Lebaran”. Sebagai informasi, pria yang bersujud dihadapan Presiden bukan Budi Arie. Dilansir dari Liputan6.com, seorang pria berusia 33 tahun bernama Sulaiman menghadiri acara open house pada Rabu, 5 Juni 2019. Dirinya mengaku senang saat bertemu dengan Presiden. “Mumpung ada kesempatan bisa bersilaturahim dengan Presiden,” ujarnya pada Liputan6. Muatan ujaran kebencian terdapat di narasi yang diberikan dalam pesan tersebut, bernada provokatif. Hal itu terletak pada frasa “sangat menjijikkan” dan Presiden yang diasosiasikan sebagai “Pinokio Jawa”. Pinokio karya Carlo Collodi diceritakan dalam karakter kartun adalah anak seorang tukang kayu yang suka berbohong. Pinokio hidungnya akan memanjang tiap kali ia berbohong. Sehingga Presiden Jokowi yang diasosiasikan sebagai “Pinokio Jawa” adalah ujaran kebencian. Pengunggah turut mengklaim bahwa informasi tersebut bukan termasuk hoaks. Padahal realitas yang terjadi informasi tersebut salah.

Hate Speech
11 Jun 2024
Beredar video naratif dari media sosial tiktok yang menampilkan seorang perempuan melakukan monolog, menyatakan mantan gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, lebih memilih membantu Palestina dibanding warganya sendiri. Dalam video itu, ia mengeluhkan tidak datangnya bantuan untuk warga lanjut usia dan berkebutuhan khusus. Berdasarkan hasil analisis, informasi tersebut mengandung unsur ujaran kebencian (hate speech). Ujaran kebencian adalah pendapat / ide/ pikiran seseorang terhadap suatu isu yang ditujukan untuk membangun kebencian terhadap seseorang (kadang disertai hoaks atau disinformasi), menggunakan kata dan kalimat berkonotasi negatif Ujaran kebencian dalam video tersebut terdapat pada isi monolog, mimik wajah serta intonasi yang digunakan. Intonasi yang digunakan menyerupai orang yang sedang marah dan dengan mimik wajah mengangkat alis serta melotot ketika menyampaikan pesan. Berikut isi pesan secara utuh: “Videoku ini kutujukan untuk mantan Gubernur, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Ibu masih ingat aku gak, Bu? Yang kemarin memberikan permohonan ke Ibu untuk membantu warga Batu, Malang. Mereka ini orang-orang cacat, lumpuh, lansia, yang tidak bisa bekerja, tapi tidak Ibu bantu. Saya dengar, Ibu malah membantu orang Palestina, mengirimkan ke Indonesia. Ibu punya pikiran gak sih, Bu sebagai mantan gubernur? Lebih dulu, Bu, perhatikan wargamu! Baru negara lain! Masih ingat aku kan, Bu? Yang berikan permohonan kemarin? Sampai berakhir masa jabatanmu, Bu kemarin, tidak Ibu bantu.” Sebagai tambahan informasi, dilansir dari Diskominfo Jatim, Pemprov Jatim menyiapkan pelayanan sosial lanjut usia melalui pembinaan Jatim Sosial Care (JSC) dan rehabilitasi sosial dasar Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dalam Lembaga Kesejahteraan sosial (LKS) berupa bantuan permakanan pada LKS Lanjut Usia . Gubernur Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim sendiri juga terus memaksimalkan peningkatan kualitas layanan bagi lansia. Salah satunya melalui Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Dinas Sosial Jatim. UPT PSTW ini tersebar di 7 kabupaten/kota di Jatim. Yakni Jember, Pasuruan, Blitar, Jombang, Magetan, Banyuwangi dan Bondowoso.

Hate Speech
24 May 2024
Beredar unggahan dari media sosial tiktok yang mencuplik headline berita dari portal Inews tentang Luhut yang sebut China minta APBN menjadi jaminan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang disertai narasi ujaran kebencian Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah ujaran kebencian Ujaran kebencian adalah pendapat atau pikiran seseorang terhadap suatu isu yang ditujuan untuk membangun kebencian terhadap seseorang (kadang disertai hoaks dan atau disinformasi), menggunakan kata dan kalimat berkonotasi negatif. Pada unggahan ini, kalimat konotasi negatif terdapat pada “Ketika Negara diurus bajingan tolol & para bangsat-bangsat”. Lantas, musik yang menjadi latar dari unggahan adalah musik yang berjudul “menyala abangku, menyala matamu” yang intonasinya menyerupai seseorang yang sedang mengumpat. (“Matamu” dalam beberapa budaya di Indonesia, adalah jenis umpatan atau kalimat kasar yang diucapkan seseorang ketika sedang marah. Pembuat pesan juga melakukan disinformasi dengan mencuplik berita INews yang ditayangkan pada 11 April 2023. Berita tersebut mengenai permintaan China kepada Pemerintah Indonesia agar jaminan pembiayaan dari pembangunan KCJB dijamin oleh APBN Indonesia. Namun, Pemerintah Indonesia menawarkan opsi dengan penjaminan utang melalui BUMN penjamin kredit, PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero). Selain itu, dalam berita lanjutan akan isu permintaan China, Pemerintah Indonesia menolak permintaan tersebut. Pada Juni 2023, seperti yang kami lansir dari CNN Indonesia, Pemerintah Indonesia dan China telah mencapai kesepakatan bahwa penjaminan akan dilakukan melalui PT. PII seperti proyek pembangunan lainnya (Mandalika, PLN, dan sebagainya). Dilansir dari Kompas, Keputusan pemerintah Indonesia untuk bisa menjamin pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta Bandung disahkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 89 tahun 2023 yang diteken Sri Mulyani. Total biaya investasi proyek yang berlangsung sejak 2016 itu kini membengkak jadi 7,27 miliar dollar AS. Padahal, pihak China pada mulanya menyodorkan proposal kalau investasi proyek KCJB tidak lebih dari 5,5 miliar dollar AS atau lebih murah dibandingkan tawaran Jepang melalui JICA. Disampaikan oleh Luhut bahwa China menginginkan kelangsungan jaminan pembiayaan pinjaman pokok maupun bunga dari pembangunan KCJB dijamin oleh APBN Indonesia. Namun permintaan itu tidak langsung dipenuhi, Pemerintah menawarkan opsi dengan penjaminan utang melalui BUMN penjamin kredit, PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT. PII.

Hate Speech
23 May 2024
Beredar poster di media sosial tiktok yang menyerukan masyarakat untuk berhenti membayar pajak. Poster tersebut bertuliskan, “Pemerintah stop subsidi agar Rakyat mandiri dan Rakyat stop bayar pajak agar Pemerintah mandiri”. Pengunggah turut memberikan komentar, “ok laksanakan biar sama sama mandiri; Rakyat juga bosen dipalakin”. Berdasar hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hate speech. Ujaran kebencian terdapat pada pernyataan, “rakyat juga bosen dipalakin”. Definisi pajak meunut Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Sementara kata “dipalakin” adalah bentuk pasif dari kata “memalak”, yang menurut kamus besar bahasa indonesia artinya adalh mengganggu, menyusahkan, dan melakukan pemerasan. Dan, tentu saja memalak tidak bertujuan untuk membuat rakyat atau masyarakat makmur.

Hate Speech
18 Apr 2024
Beredar berita dari memoonline.co.id yang memuat informasi tentang dugaan kurangnya respon yang diberikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Yuliana Harimurti Kabupaten Jember terkait kelangkaan LPG 3kg atau tabung gas melon. Memoonline melakukan konfirmasi pada Yuliana terkait ketersediaan tabung gas LPG 3kg di Kecamatan Jombang. Namun, pihak memoonline mengaku hanya mendapatkan informasi jumlah stok tabung isi pada tanggal 17 April 2024 sejumlah 120 tabung. Tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang isi pemberitaan tersebut, justru isi pemberitaan cenderung provokatif pada akhir paragraf berita. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut merupakan ujaran kebencian. Sebelumnya, kelangkaan tabung gas LPG itu terjadi di Jember saat menjelang lebaran. Dilansir dari Radar Jember, melalui keterangan Bupati Jember Hendy Siswanto, peningkatan konsumsi gas melon di tengah masyarakat dipengaruhi oleh meningkatnya pemakaian oleh pelaku UMKM menjelang Lebaran. Dari keterangan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember Yuliana Harimurti menjelaskan bahwa terdapat beberapa petugas agen yang libur hari raya sehingga proses distribusi ke pengecer tersendat. Pihaknya mengakui bahwa ada permainan harga di tingkat pengecer dan sudah dipantau agar dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hate Speech
06 Feb 2024
Beredar unggahan di twitter yang menuliskan opini tentang organisasi Islam di Indonesia. Unggahan tersebut menuliskan ‘setahu saya NU itu Kumpulan teroris deh pak, dari dulu selalu dekat dengan kekerasan. Makanya ada jurus slepet, santet, pellet, sihir atau apalah itu namanya.’ Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Dilansir dari nu.or.id, Nahdlatul Ulama (NU) dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan SARA. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. Menurutnya, NU merupakan organisasi kemasyarakatan yang dilahirkan untuk memajukan kekuatan budaya, pendidikan dan menjaga tali persaudaraan antar sesama. NU juga menentang tindakan terorisme dan radikalisme serta mengajarkan untuk bertindak toleran terhadap sesama.

Hate Speech
30 Jan 2024
Beredar unggahan di media sosial tiktok yang menarasikan bahwa selama kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, banjir tidak dapat diatasi. Pengunggah turut memberikan keterangan bahwa menjadi suatu hal yang wajar saat Anies dipecat menjadi menteri Kabinet Jokowi-JK. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut termasuk dalam ujaran kebencian. Dalam video pengunggah mendefinisi kinerja Anies yang disebut dengan antonim iklan rokok, “talk more do less”. Pengunggah memberi keterangan dengan nada yang menyudutkan seperti, “Harap maklum waga Jakarta kalau kinerja Gubernur berjalan tidak baik sehingga terjadi banjir parah. Keren slogannya berlawanan dengan slogan rokok.” Melansir data yang dimuat oleh CNBC dari BPBD Provinsi DKI Jakarta pada 20 Februari 2021, merupakan bentuk keberhasilan Anies dalam mengatasi banjir. Terlihat dalam data, curah hujan tertinggi pada 266mm/hari hanya terdapat 113 RW Tergenang dan luas area tergenang hanya 4 km2. Area strategis juga terlihat tidak ada yang tergenang. Hal tersebut berbanding terbalik dari tahun-tahun sebelumnya. Tabel selengkapnya pada tautan rujukan CNBC.

Hate Speech
17 Jan 2024
Beredar unggahan di media sosial tiktok yang menarasikan bahwa Prabowo Subianto mendapatkan rekor MURI atas rekor Capres 3x Kalah Secara Beruntun. Dalam unggahan tersebut juga turut mencatut nama Jaya Suprana lengkap bersama dengan tanda tangan. Piagam tertulis dengan nomor No.9506/R.MURI/IV/2022. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Setelah ditelusuri menggunakan fitur pencarian rekor dalam website resmi MURI, ternyata tidak ada data rekor capres 3 kali kalah secara beruntun, dan sertifikat MURI yang beredar tersebut palsu hasil editan.

Hate Speech
15 Jan 2024
Beredar unggahan di media sosial tiktok yang menarasikan bahwa Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju Sri Mulyani muak dengan Prabowo Subianto karena tidak bisa baca data. Dalam video terdapat gambar Prabowo dan potongan orasi Sri Mulyani. Pengunggah turut memberikan keterangan, “bu sri mulyani muak dgn aki2 1 ini minta uang mulu merugikan negara gak pakek data.” Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut mengandung ujaran kebencian. Suara orasi yang digunakan oleh pengunggah identik dengan video orasi Sri Mulyani pada Indonesia Data and Economic Conference Katadata 2023. Sri Mulyani tidak sedikitpun menyinggung nama Prabowo sebagai subjek orasi yang kaitannya dengan “tidak bisa baca data”. Terdapat pernyataan pengunggah menyebut Prabowo sebagai “Aki2” dan “minta uang mulu merugikan negara gak pakek data”. Sementara, konteks suara Sri Mulyani adalah menyampaikan pada forum agar masyarakat lebih rasional pada Pemilu dengan membaca data. Berikut cuplikan orasi Sri Mulyani: “Negara yang mau baca data itu biasanya rasionalitasnya menjadi terlatih. Emosinya menjadi lebih bisa dikelola. Orang yang tak bisa baca data mudah sekali diprovokasi. Dikasih sedikit, dikilik-kilik emosi. Mengilik emosi itu gampang banget. Entah karena sentimen suku, agama, ras, nasionalisme dan ketidakadilan. Itu very easy to provoke”

Hate Speech
25 Oct 2023
Beredar unggahan di media sosial facebook yang menarasikan bahwa terdapat seorang polisi yang tertangkap dan digelandang oleh massa. Pengunggah memberikan narasi bernada sentimen kepada etnis Cina dan juga pihak polisi. Pada keterangannya juga turut memuat kalimat-kalimat provokatif dan memecah belah kesatuan. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah ujaran kebencian dan tidak memuat data apapun. Video asli yang digunakan oleh pengunggah identik dengan video yang diunggah di kanal Tribun Timur berjudul, “Digiring Warga, Viral Polisi Ditinggal Sendiri Rombongan Pengamanan Kericuhan di Pohuwatu”. Video tersebut berdurasi lebih panjang dan memperlihatkan konteks kejadian unjuk rasa yang terjadi di Pohuwatu, 21 September 2023.. Mula-mula sekelompok polisi anti huru-hara diserang oleh sejumlah massa. Kemudian para Polisi mundur, namun tertinggal seorang. Sebagian warga pun berusaha menyelamatkan satu orang polisi yang tertinggal itu. Video dikatakan terkait kericuhan di Gorontalo, dan tidak memperlihatkan adanya penangkapan polisi asal Cina.

Hate Speech
16 Oct 2023
Beredar unggahan di media sosial facebook yang menarasikan bahwa terdapat seorang polisi yang tertangkap dan digelandang oleh massa. Pengunggah memberikan narasi bernada sentimen kepada etnis Cina dan juga pihak polisi. Pada keterangannya juga turut memuat kalimat-kalimat provokatif dan memecah belah kesatuan. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah ujaran kebencian dan tidak memuat data apapun. Video asli yang digunakan oleh pengunggah identik dengan video yang diunggah di kanal Tribun Timur berjudul, “Digiring Warga, Viral Polisi Ditinggal Sendiri Rombongan Pengamanan Kericuhan di Pohuwatu”. Video tersebut berdurasi lebih panjang dan memperlihatkan konteks kejadian unjuk rasa yang terjadi di Pohuwatu, 21 September 2023.. Mula-mula sekelompok polisi anti huru-hara diserang oleh sejumlah massa. Kemudian para Polisi mundur, namun tertinggal seorang. Sebagian warga pun berusaha menyelamatkan satu orang polisi yang tertinggal itu. Video dikatakan terkait kericuhan di Gorontalo, dan tidak memperlihatkan adanya penangkapan polisi asal Cina.

Hate Speech
19 Sep 2023
Beredar foto di media sosial facebook yang mempertilhatkan Presiden Jokowi sedang memegang Kartu bertuliskan ‘Kartu Kabur Saat Demo”. Tampak keterangan dalam kartu tersebut juga turut diburamkan hingga bersisa tulisan, “Sontoloyo”. Tidak terdapat keterangan tambahan selain dalam gambar yng diunggah. Berdasarkan hasil penelusuran, unggahan tersebut merupakan ujaran kebencian. Foto yang diunggah identik dengan dua foto yang dikompilasikan. Foto pertama adalah Presiden Jokowi yang sedang tertawa. Gambaran ini ditemukan dalam artikel Republika berjudul “Enam Tokoh Indonesia Dianugerahi Pejuang Pluralisme” yang terbit pada 30 Desember 2023. Sedangkan foto “Kartu Kabur Saat Demo” ditemukan dalam artikel Tempo, berjudul “Kartu Jakarta Sehat akan Dilebur dengan BPJS” dan terbit pada 22 Februari 2023. Sehingga muatan kolase tersebut merupakan olah digital serta terdapat frasa negatif didalamnya.

Hate Speech
19 Sep 2023
Beredar unggahan di media sosial facebook yang menarasikan bahwa PDIP tidak membutuhkan suara umat islam. Dalam unggahan tersebut tampak banner berlogo PDIP dengan keterangan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Pengunggah juga memberi keterangan berupa lower third semacam berita televisi bertuliskan, “BERITA TERBARU, PDIP YAKIN MENANG?? HINGGA TAK BUTUH SUARA UMAT ISLAM”. Berdasarkan hasil penelusuran informasi tersebut adalah hoaks. Faktanya, unggahan tersebut merupakan hasil olah digital. Setelah ditelusuri gambar yang digunakan identik dengan berita Antara berjudul, “PARIPURNA PERTAMA RAKERNAS II PDI PERJUANGAN” yang dimuat pada 21 Juni 2022. Klaim tentang PDIP yang tidak membutuhkan suara umat Islam juga merupakan hoaks dan tidak dapat dibuktikan.

Hate Speech
05 Sep 2023
Beredar unggahan di media sosial tiktok yang menarasikan bahwa presiden jokowi kenakan baju Cina saat upacara bendera, unggahan tersebut merupakan hasil dari tangkapan layar salah satu program televisi saat melaksanakan upacara bendera memperingati HUT Ke-76 RI. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut termasuk dalam ujaran kebencian. Melansir Kompas.com, baju yang dikenakan jokowi merupakan baju adat Ageman Songkok Singkepan Agung yang biasa dipakai oleh para raja Pakubuwono Surakarta Hadiningrat dalam acara Enggar Eggar soho Tedhak Loji. Ungkapan dalam narasi tiktok, "Hancur Negeri ini, Kepala Negara. Upacara Bendera Pakai Baju Cina" mengandung kalimat provokatif, menyulut kebencian, dan cenderung menyesatkan.

Hate Speech
13 Aug 2023
Beredar unggahan di media sosial facebook yang menarasikan bahwa “Menurut Kepercayaan Islam Protestan Anies Yohanies (Anies Baswedan-red) adalah Imam Mahdi, Benarkah?”. Dalam gambar tersebut juga terdapat foto mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikompilasikan dalam dengan babi yang diklaim bertuliskan halal di dalamnya. Dalam foto tersebut juga turut terdapat artikel yang berjudul “Imam Mahdi Sudah Lahir? FBI Kabarnya Dikerahkan Untuk Investigasi”. Berdasarkan hasil penelusuran, unggahan tersebut termasuk dalam ujaran kebencian. Artikel yang ditempel dalam foto tersebut adalah milik batuahnews.id dengan judul tertulis. Tetapi tidak ada sangkutan bahwa Anies turut dicatut dalam artikel, hingga adanya kepercayaan Islam Protestan yang mengkultuskan Anies.

Hate Speech