Coca-Cola Lebih Berbahaya daripada Alkohol
Beredar klaim bahwa Cina melarang konsumsi Coca-Cola setelah riset pada 500 narapidana menunjukkan minuman itu lebih berbahaya daripada alkohol. Penelusuran tidak menemukan bukti penelitian atau pengumuman resmi semacam itu; Coca-Cola tetap diperjualbelikan di Cina. Pakar menyatakan minuman bersoda berisiko bila dikonsumsi berlebih karena kandungan gula (berpotensi memicu obesitas dan diabetes), tetapi tidak ada bukti bahwa komposisinya lebih berbahaya daripada alkohol.
Klaim bahwa beberapa negara lain melarang Coca-Cola juga menyesatkan: larangan di Latvia terbatas pada penjualan makanan tinggi gula di lingkungan sekolah, bukan pelarangan umum; aksi boikot di Ukraina terkait isu geopolitik, bukan alasan kesehatan; dan beberapa penarikan produk di Eropa disebabkan kontaminasi batch tertentu, bukan pelarangan permanen. Kesimpulannya, narasi soal pelarangan nasional dan studi bahaya massal terhadap Coca-Cola adalah menyesatkan; masyarakat diminta memverifikasi informasi kesehatan melalui sumber resmi dan studi ilmiah terpercaya.