Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

06 May 2025
Beredar unggahan di media sosial yang menginformasikan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) layanan Worldcoin dan WorldID. Kebijakan ini dilakukan Komdigi usai banyak masyarakat yang mengklaim menerima imbalan uang ratusan ribu rupiah hanya dengan mendaftar dan melakukan pemindaian atau scan retina mata. Dilansir dari hasil siaran pers yang diunggah melalui website resmi Komdigi pada Minggu (4/5/2025), Alexander Sabar selaku Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, menjelaskan bahwa pembekuan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi risiko terhadap masyarakat. Komdigi akan segera memanggil PT Terang Bulan Abadi dan PT Sandina Abadi Nusantara untuk memberikan klarifikasi. Diketahui bahwa PT Terang Bulan Abadi belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan tidak memiliki TDPSE sebagaimana diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan. Di sisi lain, layanan Worldcoin tercatat menggunakan TDPSE atas nama badan hukum lain, yakni PT Sandina Abadi Nusantara. 

Fakta
05 May 2025
Akun X “Zay34562” mengunggah video yang mengklaim bahwa seluruh dana kasus impor gula dialirkan ke rekening Kaesang Pangarep atas perintah Presiden Joko Widodo. Dalam cuitannya disebut pula bahwa fakta ini “dibongkar” oleh mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong. Berdasarkan hasil ditemukan bahwa video tersebut sebenarnya adalah cuplikan siaran KompasTV tentang penetapan tersangka baru dalam kasus impor gula oleh Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, pada 20 Februari 2025. Tidak ada pernyataan Tom Lembong ataupun fakta apapun yang mendukung bahwa dana impor gula masuk ke rekening Kaesang atas perintah Presiden. Dengan demikian, klaim dalam video tersebut tidak berdasar dan termasuk konten palsu.

Hoaks
05 May 2025
Beredar unggahan di media sosial berupa poster yang mengklaim bahwa terdapat pendaftaran haji gratis tahun 2025 dari pemerintah untuk 100 orang yang beruntung dan biaya keberangkatan ditanggung pemerintah. Unggahan tersebut turut menampilkan logo resmi Kementerian Agama serta foto Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Pemilik akun menginstruksikan masyarakat untuk mendaftar melalui link yang ada dibawah unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta masyarakat memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram resmi, Kemenag telah menginformasikan bahwa pendaftaran haji gratis tersebut adalah hoaks. Kemenag mengimbau masyarakat untuk tidak percaya jika ada informasi dari pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Kemenag. Masyarakat diminta untuk selalu memastikan informasi resmi hanya melalui website dan media sosial resmi Kemenag. 

Hoaks
05 May 2025
Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang diklaim sebagai akses untuk pendaftaran peserta BPJS Kesehatan secara online dan tidak dipungut biaya. Pemilik akun menginstruksikan masyarakat untuk mendaftar melalui link yang ada dibawah unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta masyarakat memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui website resmi BPJS Kesehatan, telah diinformasikan kanal layanan pendaftaran secara online. Masyarakat dapat mendaftar online melalui PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) atau mengunduh aplikasi mobile JKN. Sehingga, informasi mengenai tautan pendaftaran peserta BPJS Kesehatan secara online selain melalui PANDAWA dan aplikasi mobile JKN adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
05 May 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang diklaim sebagai akses untuk mengikuti undian yang berhadiah mobil, sepeda motor, handphone, rumah hingga paket umrah gratis. Unggahan tersebut mengatasnamakan Bank BNI disertai narasi ajakan kepada para nasabah Bank BNI yang sudah menggunakan Mobile Banking Bank BNI untuk mengikuti undian tersebut melalui pendaftaran yang ada dibawah unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, ditemukan tautan yang mengarah ke sebuah situs yang meminta para nasabah memasukkan data pribadi seperti nama lengkap, nomor hp serta nominal saldo terakhir yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram resmi, Bank BNI telah menghimbau nasabah untuk waspada dan jangan mudah percaya pada akun-akun palsu yang mengatasnamakan Bank BNI. Setiap informasi undian dari Bank BNI hanya disampaikan melalui akun media sosial resmi Bank BNI. 

Hoaks
04 May 2025
Beredar di media sosial sebuah unggahan berupa video yang menampilkan Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa ia membuka seleksi Beasiswa UAH 2025 bagi 250 anak yang memenuhi syarat. Syarat yang dimaksud antara lain, hafal Qur’an 15 Juz (diutamakan), fasih Bahasa Arab (wajib), berusia maksimal 21 tahun. Pemilik akun menginformasikan bagi yang tertarik untuk mendaftar beasiswa UAH dapat melalui link yang tertera pada unggahan tersebut. Setelah dilakukan penelusuran, benar ditemukan informasi beasiswa UAH 2025 pada akun YouTube dan Instagram resmi milik Ustaz Adi Hidayat. Selanjutnya, hasil penelusuran pada link dalam unggahan tersebut, mengarah ke website resmi Quantum Akhyar Institute, pusat bimbingan Islam yang didirikan Ustaz Adi Hidayat. Namun, ditemukan informasi dalam website tersebut bahwa pendaftaran beasiswa UAH 2025 telah ditutup karena kuota sudah terpenuhi.

Disinformasi
03 May 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memberikan informasi mengenai rekrutmen Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan tahun 2025. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang tertera pada unggahan tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran link pada unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data pribadi seperti nama lengkap, alamat lengkap, dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram resmi, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan menegaskan bahwa rekrutmen BP Taskin telah ditutup sejak 22 Januari 2025. Sehingga, informasi mengenai rekrutmen Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan tahun 2025 merupakan hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
03 May 2025
Beredar unggahan di media sosial yang menginformasikan bahwa perwakilan Puteri Jawa Timur, Firsta Yufi Amarta Putri resmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia tahun 2025. Setelah dilakukan penelusuran, berdasarkan informasi yang dilansir kompas.com, perempuan kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur yang akrab disapa Fia ini, resmi terpilih menjadi Puteri Indonesia 2025 setelah melalui serangkaian karantina dan babak tanya jawab dalam Grand Final Puteri Indonesia tahun 2025 di Jakarta International Convention Centre (JICC) pada Jumat (2/5/2025). Sebelumnya, Fia menjadi pemenang Puteri Indonesia Jawa Timur 2025 mewakili Kabupaten Banyuwangi, dan berhak mewakili Jawa Timur di Puteri Indonesia 2025. Melalui akun Instagram resmi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim turut bangga dan mengucapkan selamat atas keberhasilan yang di raih pemenang Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur tahun 2021 tersebut. 

Fakta
02 May 2025
Beredar di media sosial Instagram dengan nama akun @musikfest2025 mengunggah postingan yang menginformasikan bahwa akan diselenggarakan konser menampilkan grup band seperti Sheila On 7, NOAH dan NDX, pada tanggal 17 Mei 2025 yang bertempat di Lapangan Markas Komando (Mako) Lantamal, Kota Ambon. Faktanya, dilansir dari antaranews.com, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon melalui Kapten Laut (K) Agus Wijaya selaku Kepala Dinas Penerangan (Dispen) Lantamal IX Ambon, membantah adanya gelaran konser tersebut. Kapten Agus menjelaskan bahwa perizinan penggunaan lapangan Mako Lantamal Ambon paling tidak satu bulan sebelum kegiatan. Selain itu, pelaku industri kreatif di Kota Ambon, Jhon Laratmasse, memastikan bahwa postingan tersebut adalah hoaks yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jhon sudah mencoba mengonfirmasi pihak-pihak yang dicantumkan dalam postingan itu, dan tidak ada satupun yang mengiyakan adanya gelaran konser tersebut. 

Hoaks
02 May 2025
Sebuah video yang diunggah akun X “@21_mozza” pada 8 April 2025 menampilkan tumpukan sepeda motor yang diklaim sebagai barang sitaan polisi dan tak ada yang bisa menebusnya. Dalam narasi, unggahan itu menyebut para pemilik kehilangan alat utama mencari nafkah mereka menjelang Lebaran, sehingga motor-motor itu dibiarkan menumpuk dan berkarat. Penelusuran Tim Fakta Mafindo dengan alat “InVid” dan pemeriksaan plat nomor pada sepeda motor mengungkap bahwa gambar tersebut bukan dari Indonesia—plat nomor putih dengan huruf hitam dan ukuran lebih tinggi daripada standar nasional menunjukkan lokasi lain, kemungkinan Nigeria atau wilayah lain. Dengan demikian, klaim bahwa video menampilkan ribuan motor sitaan polisi di Indonesia adalah menyesatkan.

Hoaks
02 May 2025
Akun X “21_mozza” mengunggah video yang mengklaim Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, bertemu mantan Presiden Israel Shimon Peres di Israel pada 2025 untuk mendukung genosida di Gaza. Narasi unggahan tersebut menyerukan boikot Partai Perindo, MNC TV, Alfamart, dan Indomart. Faktanya, foto Hary Tanoe bersama tokoh Israel diambil sebelum berdirinya Partai Perindo, dan Shimon Peres telah meninggal pada 28 September 2016. Tidak ada pertemuan antara Hary Tanoe dan Shimon Peres pada 2025. Oleh karena itu, klaim pertemuan ini adalah konten menyesatkan.

Hoaks
02 May 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Tim Nasional (Timnas) U-17 Korea Utara telah didiskualifikasi oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Diskualifikasi tersebut disebut-sebut terkait dengan dugaan bahwa usia dan postur fisik para pemain Korea Utara tidak mencerminkan kategori usia 16–17 tahun. Faktanya, Korea Utara tidak berada di bawah naungan AFF karena AFF (ASEAN Football Federation) hanya mencakup negara-negara anggota ASEAN sementara Korea Utara bukan merupakan bagian dari ASEAN. Oleh karena itu, narasi yang menyebutkan bahwa AFF mendiskualifikasi Timnas Korea Utara U-17 adalah hoaks karena AFF tidak memiliki kewenangan terhadap Korea Utara. Selain itu, tidak ditemukan pernyataan atau pengumuman resmi dari FIFA maupun AFC, selaku konfederasi sepak bola Asia yang menaungi Korea Utara, terkait diskualifikasi tim nasional Korea Utara tersebut.  

Hoaks
02 May 2025
Tersebar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa 41 prajurit TNI telah gugur di Jalur Gaza, Palestina pada 25 April 2025 dalam misi pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Faktanya, narasi mengenai 41 prajurit TNI yang gugur di Gaza telah dibantah dan dinyatakan sebagai hoaks oleh Kapuspen TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi. Dilansir dari Kompas.com, klaim bahwa TNI menjalankan misi perdamaian PBB di Gaza juga tidak benar, karena hingga saat ini, Dewan Keamanan (DK) PBB belum membahas kemungkinan pemberian mandat kepada negara-negara anggota untuk mengirimkan pasukan ke Palestina, khususnya Gaza, yang telah digempur oleh militer Israel sejak 2023.  

Hoaks
02 May 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menginformasikan bahwa adanya bantuan dana senilai Rp 300 juta untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang masih berada di luar negeri. Bantuan dana tersebut diklaim berasal dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Unggahan tersebut diserta video konferensi pers BP2MI. Setelah dilakukan penelusuran, berdasarkan informasi yang dilansir dari kompas.com, video konferensi pers tersebut telah diposting oleh akun Facebook resmi BP2MI (yang sekarang menjadi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) pada 3 Juni 2022. Dalam konferensi pers itu, BP2MI menyampaikan hasil pertemuan dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) terkait penempatan PMI di Taiwan. Sehingga, informasi bantuan dana senilai Rp 300 juta untuk PMI oleh BP2MI dapat dipastikan hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
01 May 2025
Beredar sebuah unggahan video di TikTok yang mengklaim bahwa pada 14 April 2025, pasukan udara Rusia melumpuhkan sistem pertahanan Israel di Selatan, dibantu oleh 6.000 pasukan elite Indonesia dari Kopassus, Marinir, dan Denjaka yang masuk melalui terowongan bawah tanah yang disiapkan oleh Hamas. Dalam klaim lainnya juga disebutkan bahwa dalam 72 jam, Jalur Gaza yang dijaga ketat IDF jatuh ke tangan koalisi Indonesia-Rusia. Faktanya, dilansir dari Tempo.co, hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang diklaim menampilkan koalisi militer Indonesia-Rusia di Gaza adalah tidak benar. Video tersebut merupakan gabungan cuplikan latihan militer Vostok 2018 antara Rusia dan Cina yang berlangsung di Siberia, serta tidak ada hubungannya dengan konflik di Gaza. Tidak ditemukan bukti kerja sama militer antara Indonesia dan Rusia untuk operasi di wilayah tersebut. Adapun pertemuan kedua negara pada Februari 2025 hanya membahas pelatihan bersama dan transfer teknologi. Sementara itu, bantuan Indonesia ke Gaza bersifat kemanusiaan, berupa pengiriman tenaga medis dan kesiapan menampung korban konflik, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo pada 9 April 2025.  

Hoaks
01 May 2025
Beredar sebuah tangkapan layar di media sosial X yang berisi klaim bahwa mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataan mengenai peti mati Paus Fransiskus Yohanes Paulus II. Tangkapan layar tersebut menampilkan sebuah berita dengan judul: “Joko Widodo: Peti Yang Mulia Paus Fransiskus Mengeluarkan Cahaya, Ini Menjadi Sejarah dalam Hidup Saya.” Konten ini beredar setelah Presiden Prabowo Subianto mengutus Jokowi untuk menghadiri takziah ke Vatikan atas wafatnya Paus pada 21 April 2025. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan artikel berita dengan judul "Joko Widodo: Peti yang Mulia Paus Fransiskus Mengeluarkan Cahaya, Ini Menjadi Sejarah dalam Hidup Saya”. Dilansir dari Tempo.co, hasil pencarian melalui Google dengan kata kunci terkait justru menemukan artikel dari situs Tempo.co yang memiliki foto dan waktu publikasi yang sama dengan konten yang beredar, namun dengan judul yang berbeda, yaitu "Mengapa Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus?". Artikel tersebut dipublikasikan pada 25 April 2025 pukul 06.08 WIB, dan setelah ditelaah, isi artikel tersebut sama sekali tidak mencantumkan pernyataan dari Presiden Joko Widodo mengenai peti jenazah Paus Fransiskus yang mengeluarkan cahaya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa judul yang beredar tersebut tidak sesuai dengan isi artikel yang sebenarnya dan merupakan informasi yang keliru.  

Hoaks
01 May 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang memberikan informasi mengenai rekrutmen petani milenial tahun 2025. Unggahan tersebut disertai logo resmi Kementerian Pertanian dan informasi tentang kualifikasi calon pelamar. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang tertera pada unggahan tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran link pada unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram resmi, Kementan menegaskan bahwa rekrutmen tersebut adalah hoaks. Tautan resmi pendaftaran petani milenial yang digunakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan yakni, latihanonline.pertanian.go.id, merupakan tautan bersifat sementara dan terbatas, bukan untuk pendaftaran umum. 

Hoaks
01 May 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang memberikan informasi mengenai rekrutmen tim teknis dan fasilitator program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) tahun 2025. Unggahan tersebut disertai logo resmi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang ada dibawah unggahan tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram resmi, Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menegaskan bahwa informasi rekrutmen tersebut adalah hoaks. Hingga saat ini, pemerintah belum membuka rekrutmen tim teknis dan fasilitator untuk program TEKAD 2025. 

Hoaks
01 May 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang memberikan informasi mengenai lowongan kerja pegawai baru PT Darma Henwa Tbk. Unggahan tersebut disertai informasi terkait posisi yang ditawarkan dan persyaratan. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang ada dibawah unggahan tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui website resmi, ditemukan informasi bahwa PT Darma Henwa Tbk tidak sedang membuka lowongan pekerjaan. Informasi resmi terkait lowongan kerja dapat diakses melalui situs rekrutmen resmi PT Darma Henwa Tbk, jobs.talentics.id/pt-darma-henwa 

Hoaks
30 Apr 2025
Sebuah video yang beredar di media sosial TikTok memperlihatkan sosok Mantan Presiden RI, Joko Widodo, mengenakan toga dan memegang selembar kertas yang diduga sebagai ijazah, dengan latar belakang Gedung bertuliskan "Universitas Gadjah Mada". Unggahan video tersebut telah disukai oleh lebih dari 18 ribu pengguna dan menerima lebih dari 9 ribu komentar. Faktanya, video yang beredar bukanlah dokumentasi asli, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Tempo.co, konten tersebut dibuat dan disebarkan setelah muncul spekulasi publik mengenai keaslian ijazah Jokowi. Platform media sosial TikTok telah memberikan penandaan pada video tersebut sebagai konten yang dihasilkan oleh AI. Sementara itu, di Instagram, pengunggah video juga mencantumkan bahwa konten tersebut dibuat menggunakan teknologi AI.   

Hoaks
30 Apr 2025
Beredar sebuah unggahan video yang mengklaim bahwa tentara Rusia datang ke Indonesia untuk membantu Indonesia menyerang Malaysia. Unggahan video tersebut juga memuat narasi: “Inilah tentara Rusia yang dikirim oleh Rusia terkait konflik dengan Malaysia.” Faktanya, prajurit-prajurit tersebut tidak berasal dari Rusia, melainkan dari Belanda dan kedatangan mereka bukan untuk menyerang Malaysia. Dilansir dari Tempo.co, video itu sebenarnya dibuat oleh seorang perwira menengah TNI, Kolonel Edward Sitorus, dan diunggah ke akun TikTok miliknya. Ia menjelaskan bahwa video tersebut direkam saat kunjungan Resimen Kavaleri Angkatan Darat Kerajaan Belanda (Regiment Huzaren van Boreel) ke Pussenkav (Pusat Kesenjataan Kavaleri). Dengan demikian, narasi yang menyatakan bahwa video tersebut memperlihatkan tentara Rusia yang datang ke Indonesia untuk membantu TNI menyerang Malaysia adalah klaim yang keliru dan menyesatkan.  

Hoaks