Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

07 Sep 2025
Beredar video di TikTok yang mengklaim aksi demonstrasi berujung pada penangkapan Presiden Joko Widodo. Klaim tersebut tidak benar dan termasuk hoaks; tidak ada pemberitaan kredibel yang mendukung narasi penangkapan Presiden. Penelusuran menunjukkan video itu adalah rekaman aksi Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat pada Juli 2024 di depan Kantor Gubernur Kalbar, yang menolak program transmigrasi dan menuntut pengalihan anggaran revitalisasi transmigrasi untuk infrastruktur lokal. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi dan memeriksa kebenaran melalui kanal resmi pemerintah atau media terpercaya.

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar unggahan foto di TikTok yang mengklaim menampilkan antrian warga negara asing (WNA) yang hendak meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno–Hatta akibat demonstrasi. Klaim ini tidak berdasar. Faktanya, foto yang dipakai unggahan tersebut merupakan gambar lama yang sudah beredar sejak 2020 dan sebelumnya digunakan dalam liputan terkait penumpukan penumpang di Terminal 3 Soekarno–Hatta pada masa pandemi. Penjelasan Satgas Udara menyatakan kerumunan itu terjadi karena prosedur perjalanan internasional pada masa itu, bukan akibat aksi protes. Masyarakat diminta berhati-hati dan memverifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum menyebarkan ulang.

Hoaks
05 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa Jepang melakukan aksi demo untuk men-support Indonesia. Video tersebut menampilkan rombongan yang berjalan dengan membawa spanduk bertuliskan REPUBLIC OF INDONESIA. Faktanya setelah dianalisis dengan menggunakan teknik reverse image search pada laman Yandex.com, ditemukan kesamaan visual pada video yang beredar di media sosial dengan gambar yang diunggah di laman dishcuss.com, dengan keterangan “Seni Budaya Indonesia Pukau Ribuan Penonton Festival Hakata Dontaku Fukuoka” yang tayang pada 9 Mei 2024. Dengan demikian, informasi mengenai video Jepang melakukan aksi demo untuk men-support Indonesia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
05 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok dengan narasi yang menyebut bahwa Presiden Prabowo menyampaikan pidato akan membekukan sementara MPR/DPR. Unggahan tersebut turut menampilkan foto Presiden Prabowo yang tampak sedang berpidato. Faktanya, mengutip pidato Presiden Prabowo yang diunggah pada artikel dari website resmi Kantor Staf Presiden, yang menjelaskan bahwa pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri. Namun, tidak ditemukan dalam penjelasannya untuk membekukan MPR/DPR. Penelusuran pada foto di unggahan tersebut dengan Google Lens, ditemukan kesamaan visual dengan momen Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat (15/8/2025). Dengan demikian, informasi mengenai Presiden Prabowo menyampaikan pidato akan membekukan sementara MPR/DPR adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa ART Ahmad Sahroni terluka parah akibat massa menjarah kediaman Ahmad Sahroni. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel terkait ART Ahmad Sahroni yang terluka parah akibat terjebak di dalam rumah saat  terjadinya penjarahan. Adapun video detik-detik penjarahan di rumah Ahmad Saroni yang beredar di media sosial, seperti yang diunggah oleh kanal Youtube Tribun Sumsel, tidak ditemukan bukti bahwa ART Ahmad Sahroni luka parah karena terjebak di dalam saat massa masuk ke rumahnya. 

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa video dengan narasi anggota DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya, memarahi seorang pria yang mencoret-coret rumahnya. Video tersebut diklaim sebagai peristiwa setelah rumah Uya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur dijarah oleh massa pada Sabtu malam (30/8/2025). Dilansir dari kompas.com, dengan menggunakan reverse image search, ditemukan video yang beredar di media sosial identik dengan video yang diunggah di kanal Youtube TRANS7 OFFICIAL pada 21 Mei 2022. Video tersebut bukan momen Uya Kuya memarahi orang yang mencoret-coret rumahnya setelah dijarah massa. Tetapi, merupakan video konten prank seolah-olah rumahnya dicoret oleh orang tidak dikenal. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa video itu bukan peristiwa nyata dan tidak terkait dengan penjarahan di rumah Uya Kuya pada 30 Agustus 2025. 

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di YouTube yang mengklaim bahwa Tom Lembong menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah lama meninggal dunia. Faktanya, klaim tersebut tidak benar, tidak ditemukan informasi kredibel yang mendukung adanya pernyataan Tom Lembong terkait kematian Jokowi. Sebelumnya, klaim meninggalnya Jokowi, Presiden Republik Indonesia ke-7, pernah dibantah dalam artikel TurnBackHoax.id berjudul “[SALAH] Jokowi Meninggal Dunia,” yang diterbitkan pada Jumat, 18 Juli 2025. Diketahui bahwa Jokowi sempat mengalami alergi kulit setelah lawatan ke Vatikan beberapa bulan lalu. Kondisi alergi tersebut menyebabkan peradangan di area wajah yang belum sepenuhnya sembuh hingga saat ini. Selain itu, pada 24 Agustus 2025, terdapat unggahan Instagram Reels di akun resmi Jokowi, @jokowi, yang menampilkan Presiden Jokowi sedang menikmati waktu bersama keluarga dan cucunya, sebagai bukti bahwa beliau dalam kondisi baik. Dengan demikian, klaim mengenai kematian Jokowi adalah tidak benar dan termasuk informasi yang menyesatkan.

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto berada di tengah kerumunan massa untuk menemui para pengunjuk rasa yang menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Polri. Namun, klaim tersebut tidak benar. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa peristiwa dalam video tersebut bukanlah momen Presiden Prabowo menemui massa aksi. Video tersebut sebenarnya diambil saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu malam, 17 Agustus 2025. Dalam video yang beredar, Presiden Prabowo tampak mencium kening seorang anak kecil. Momen tersebut identik dengan tayangan yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV maupun kanal YouTube Sekretariat Presiden. Hingga saat ini, Presiden Prabowo belum pernah menemui massa aksi unjuk rasa yang berlangsung di sekitar Gedung DPR RI pada akhir Agustus 2025.

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang memuat klaim bahwa "10 Brimob tewas dalam pengamanan demo". Dalam unggahan tersebut juga disertakan narasi provokatif: “Ojol dilindes koar-koar, Brimob tewas 10 orang, pura-pura buta. Sebenarnya yang dilawan DPR apa POLISI?” Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidak terbukti kebenarannya. Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan dari sumber kredibel yang menyatakan bahwa 10 anggota Brimob tewas saat pengamanan aksi demonstrasi. Dilansir dari TurnBackHoax.id, hasil penelusuran mengarah pada artikel dari Detik.com berjudul “Kadiv Propam: 10 Polisi Terluka Usai Kawal Demo di Jakarta, 1 Kritis”, yang terbit pada Jumat, 29 Agustus 2025. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa 10 anggota kepolisian mengalami luka-luka, dan satu di antaranya dalam kondisi kritis dan dirawat di RSCM. Tidak ada keterangan mengenai adanya korban tewas dari pihak Brimob. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut adanya anggota Brimob yang tewas dalam pengamanan demo.  

Hoaks
03 Sep 2025
Sebuah tangkapan layar yang mengklaim terdapat korban pemerkosaan selama unjuk rasa akhir Agustus 2025—konon dirawat di RSU Universitas Kristen Indonesia (RSU UKI)—beredar di WhatsApp dan X pada 31 Agustus 2025. Foto memperlihatkan kaki terikat lakban; namun verifikasi melalui penelusuran media sosial dan konfirmasi langsung ke RSU UKI menyatakan tidak ada pasien seperti itu dirawat terkait demonstrasi tersebut. Meski gelombang unjuk rasa 25–31 Agustus 2025 memang memicu kericuhan, termasuk insiden tewasnya Affan Kurniawan pada 28 Agustus, klaim tentang korban pemerkosaan di RSU UKI adalah keliru. Masyarakat diminta selalu memverifikasi informasi lewat saluran resmi rumah sakit atau aparat berwenang sebelum menyebarkan.

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar sebuah video di media sosial yang diklaim menunjukkan rumah mantan Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, dibakar oleh warga. Dalam video tersebut terlihat kobaran api besar dan asap tebal membumbung tinggi dari sebuah bangunan yang berada di pinggir jalan. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar dan merupakan hoaks. Dilansir dari Kompas.com, hasil penelusuran menggunakan kata kunci "rumah Jokowi" di Google tidak menemukan adanya pemberitaan kredibel yang melaporkan pembakaran rumah mantan Presiden Joko Widodo oleh warga. Sebaliknya, dalam laporan iNews.id, disebutkan bahwa rumah Jokowi yang terletak di Kecamatan Banjarsari, Solo, masih dikunjungi warga pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sementara itu, laporan dari SindoNews pada Senin, 1 September 2025, menyebutkan bahwa rumah tersebut memang tampak lebih lengang, namun tetap dalam penjagaan ketat oleh Paspampres dan TNI. Dengan demikian, video yang mengklaim rumah Jokowi dibakar warga adalah tidak sesuai fakta.

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang mengklaim bahwa tentara Jepang dan Australia turut menjaga aksi penyampaian aspirasi atau demonstrasi pada 25 Agustus 2025. Namun, klaim tersebut tidak benar dan termasuk dalam kategori hoaks. Keberadaan tentara Jepang dan Australia di Indonesia pada tanggal tersebut bukan untuk mengamankan aksi demonstrasi, melainkan dalam rangka mengikuti Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield 2025 yang diselenggarakan oleh TNI pada 25 Agustus 2025. Latihan militer ini merupakan bentuk kerja sama internasional yang bertujuan memperkuat kepercayaan antarnegara, mempererat hubungan persahabatan, serta menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Dengan demikian, keberadaan tentara Jepang dan Australia tidak ada kaitannya dengan pengamanan aksi demonstrasi, melainkan murni untuk keperluan latihan militer bersama.

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang menyebut bahwa rombongan “sound horeg” telah tiba di Jakarta untuk melakukan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI kemarin. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar. Faktanya, video yang digunakan dalam unggahan itu bukan peristiwa terbaru, melainkan video lama yang sebelumnya sudah pernah beredar pada tahun 2024. Video tersebut menampilkan rombongan “sound horeg” dari Provinsi Jawa Timur yang datang ke Jakarta untuk meramaikan suasana pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada tanggal 20 Oktober 2024. Dengan demikian, klaim bahwa kedatangan rombongan tersebut berkaitan dengan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI adalah keliru dan menyesatkan.

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang menyebut bahwa “PBB menggelar sidang darurat dan resmi membubarkan DPR Indonesia”. Unggahan tersebut disertai narasi sebagai berikut: “PBB akhirnya bergerak, resmi bubarkan DPR karena diketahui melakukan korupsi berjamaah. Lebih dari seratus orang dinyatakan korup... #viral #foryou #foryoupage #indonesia #dprkorupsi”. Namun setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi atau pemberitaan dari sumber resmi yang dapat membenarkan klaim tersebut. Dilansir dari turnbackhoax.id, klaim bahwa "PBB menggelar sidang darurat dan resmi membubarkan DPR Indonesia" merupakan konten menyesatkan (misleading content). Dalam sistem hukum dan ketatanegaraan Indonesia, pembubaran DPR merupakan urusan internal yang sepenuhnya diatur oleh UUD 1945, dan bukan menjadi wewenang organisasi internasional seperti PBB. Konten tersebut dinilai menyesatkan karena memelintir pernyataan bersifat hipotetik (what if) dalam audio menjadi seolah-olah fakta melalui narasi yang dibuat-buat.  

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan yang mengklaim bahwa "pada tanggal 1 Desember, jaringan internet di Indonesia akan diputus". Narasi dalam unggahan tersebut berbunyi: “Tinggal menghitung hari lagi, tanggal 1 Desember jaringan internet Indonesia akan diputus. Selamat tinggal sosmed, selamat datang kehidupan zaman dulu.” Namun, setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi maupun pemberitaan dari sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Klaim serupa ternyata pernah beredar pada akhir tahun 2023. Dalam artikel yang diterbitkan pada Rabu, 29 November 2023, dijelaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan bahwa informasi mengenai pemutusan akses internet tersebut tidak benar. Kominfo juga menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki satelit sendiri yang mendukung jaringan internet mandiri, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan internet, termasuk media sosial.  

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa uang dari brangkas yang dijarah massa di rumah Ahmad Saroni dibagikan kembali kepada rakyat.  Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan kesamaan visual antara video yang beredar di media sosial dengan video yang diunggah oleh kanal TikTok Pstore Jakbar pada 21 Agustus 2025. Video tersebut bukan momen pembagian uang yang dijarah massa di rumah Ahmad Saroni kepada rakyat. Tetapi, orang yang membagikan uang tersebut bernama Putra Siregar, pemilik usaha elektronik bernama “PS Store” yang terkenal di Indonesia. Diketahui Putra Siregar sedang membagikan uang kepada karyawannya. Dengan demikian, informasi mengenai video yang mengklaim pembagian uang yang dijarah massa di rumah Ahmad Saroni kepada rakyat adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa sebuah foto yang menampilkan nggota DPR RI, Ahmad Sahroni sedang terbaring di tempat tidur. Foto tersebut disertai narasi bahwa Sahroni pingsan saat mengetahui rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara dijarah oleh massa pada Sabtu (30/8/2025). Setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari kompas.com, narasi dengan foto yang diunggah tidak berkaitan. Dengan menggunakan Google Lens, ditemukan foto yang beredar di media sosial identik dengan foto yang diunggah oleh akun Instagram milik Ahmad Saroni pada 13 April 2023. Foto tersebut bukan momen Sahroni pingsan saat mengetahui rumahnya dijarah massa. Tetapi, saat Sahroni berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena kondisi kesehatannya yang menurun. Adapun sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Sahroni pingsan saat mengetahui rumahnya dijarah. 

Hoaks
02 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menginformasikan mengenai keberadaan penembak jitu (sniper) di sejumlah gedung tinggi di Kota Malang, Jawa Timur. Dilansir dari kompas.com, Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, membantah informasi terkait keberadaan sniper di sejumlah gedung di wilayah Kota Malang. Ipda Yudi mengimbau warga untuk tidak panik dan tidak terprovokasi dengan informasi tersebut. Menurutnya, saat ini Kota Malang dalam situasi aman, sehingga masyarakat bisa tetap beraktivitas seperti biasa. Ipda Yudi mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. 

Hoaks
02 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menginformasikan pendaftaran program Tenaga Kerja Mandiri Pemula tahun 2025 dari Kementerian Ketenagakerjaan. Pemilik akun menginformasikan kepada para masyarakat yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang tertera dalam unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link pada unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta masyarakat memasukkan data seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram resmi milik Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker, benar ditemukan informasi bahwa adanya pendaftaran program Tenaga Kerja Mandiri Pemula tahun 2025. Namun, tenggat waktu pendaftaran telah berakhir pada 31 Agustus 2025. Selain itu, pendaftaran resmi diakses melalui bizhub.kemnaker.go.id, bukan melalui tautan online seperti informasi yang beredar. 

Hoaks
02 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa TNI, Polri, dan angkatan bersenjata lainnya setuju jika DPR dibubarkan. Video dengan durasi 54 detik tersebut menampilkan sejumlah orang mengenakan seragam loreng TNI dan seorang pria yang berada di barisan depan berbicara dengan nada marah ke arah kamera. Setelah dilakukan penelusuran, narasi dengan video yang diunggah tidak berkaitan. Ditemukan kesamaan visual antara video yang beredar di media sosial dengan video yang diunggah oleh kanal Youtube VIVA.CO.ID pada 13 September 2022. Video tersebut bukan momen TNI, Polri, dan angkatan bersenjata lainnya setuju jika DPR dibubarkan. Tetapi, kemarahan prajurit TNI karena pernyataan anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon, yang menyebut TNI sebagai gerombolan. Diketahui bahwa seorang pria yang berbicara dengan nada marah adalah Letnan Kolonel Infanteri Ary Widyo Prasetyo, seorang perwira TNI Angkatan Darat. Dengan demikian, informasi mengenai video yang mengklaim TNI, Polri, dan angkatan bersenjata lainnya setuju jika DPR dibubarkan adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
01 Sep 2025
Beredar pesan berantai melalui WhatsApp yang menginformasikan adanya penembakan dan penculikan di wilayah Darmo, disertai klaim dua orang tewas dan pihak kepolisian mengangkut korban. Isi pesan itu bersifat provokatif, menimbulkan keresahan publik, dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.   Masyarakat diminta tidak menanggapi atau menyebarkan pesan tersebut secara emosional. Verifikasi informasi hanya melalui saluran resmi—Polri, pemerintah daerah, atau instansi terkait—sebelum mengambil tindakan. Utamakan keselamatan keluarga, tetap tenang, dan laporkan setiap konten atau ancaman serupa melalui pengaduan kepolisian atau kanal resmi pemerintah agar ditindaklanjuti.

Hoaks