Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

20 Sep 2025
Beredar video di media sosial yang dinarasikan sebagai momen Presiden Prabowo Subianto menangis karena rakyat menggelar aksi demonstrasi menuntut pembubaran DPR pada Agustus–September 2025. Unggahan itu menyatakan bahwa Prabowo berkaca-kaca melihat sasaran kemarahan rakyat tertuju pada DPR, bukan pada dirinya. Penelusuran menunjukkan klaim tersebut keliru. Rekaman adalah momen lama—Prabowo menyeka mata saat memberikan pidato pada Silaturahmi Nasional Koperasi Mekar Digital Sejahtera di Purwakarta, Jawa Barat, pada 16 Desember 2023—bukan reaksi terhadap unjuk rasa 2025. Dengan demikian narasi yang mengaitkan video itu dengan demonstrasi adalah menyesatkan; masyarakat dihimbau memverifikasi konteks sumber sebelum menyebarkan.

Hoaks
20 Sep 2025
Berita beredar di media sosial menyatakan bahwa Puteri Komarudin (Fraksi Golkar) diangkat menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Dito Ariotedjo. Klaim itu dipublikasikan oleh beberapa akun Facebook dan menampilkan narasi tentang kepemimpinan Puteri serta harapan publik terhadap kebijakan sektor kepemudaan dan olahraga. Penelusuran resmi menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Dalam perombakan kabinet (reshuffle) Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 17 September 2025, posisi Menpora justru diisi Erick Thohir—bukan Puteri Komarudin—setelah relokasi jabatan dari posisi Menteri BUMN. Reshuffle itu juga melantik sejumlah pejabat lain, antara lain Djamari Chaniago (Menko Polkam) dan Afriansyah Noor (Wamen Ketenagakerjaan). Dengan demikian, klaim pengangkatan Puteri Komarudin sebagai Menpora merupakan hoaks dan masyarakat diimbau memverifikasi informasi melalui saluran resmi pemerintah sebelum menyebarkannya.

Hoaks
19 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menerima ajakan dari Jepang untuk mengirim 10 juta imigran Indonesia dalam lima tahun ke depan. Namun setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari turnbackhoax.id, hasil penelusuran menggunakan Google Lens mengarah pada artikel cnbcindonesia.com berjudul “Prabowo Sambut PM Jepang Ishiba, Blak-blakan Beri Tawaran Ini” yang tayang pada 11 Januari 2025. Foto yang digunakan memperlihatkan momen pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Jepang, Shigeru Ishiba. Dalam pertemuan tersebut, dibahas kerja sama strategis di sektor pangan, energi, hilirisasi, gizi, dan pertahanan. Tidak ditemukan informasi terkait kerja sama imigrasi atau pengiriman 10 juta warga Indonesia ke Jepang.  

Hoaks
19 Sep 2025
Unggahan beredar di Facebook yang menuduh “KPK sita semua aset Sahroni dan Puan Maharani” serta mengklaim pemecatan 250 anggota DPR adalah tidak benar. Penelusuran pemeriksa fakta menunjukkan klaim itu merupakan gabungan narasi dari dua sumber berbeda yang dipelintir: satu mengutip apresiasi Ahmad Sahroni terhadap penyitaan aset oleh Kejaksaan Agung terkait perkara Jiwasraya (Antara, 28/11/2022), dan satu lagi merupakan klarifikasi hoaks mengenai dugaan penyitaan aset suami Puan Maharani (Kompas, 30/5/2023). Tidak ada pernyataan resmi KPK atau lembaga berwenang yang mendukung narasi penyitaan aset Sahroni/Puan atau pemecatan massal anggota DPR. Kesimpulannya, unggahan tersebut menyesatkan dan tergolong hoaks. Masyarakat diminta berhati-hari, tidak menyebarkan informasi sebelum diverifikasi, dan selalu memeriksa kebenaran melalui saluran resmi lembaga terkait atau portal cek fakta terpercaya.

Hoaks
19 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang menginformasikan bahwa pendaftaran CPNS Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah dibuka untuk periode 1–25 September 2025. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengarahkan masyarakat untuk mengunjungi tautan yang tercantum di bio akun guna memperoleh informasi lebih lanjut dan melakukan pendaftaran. Setelah ditelusuri, informasi dalam unggahan tersebut adalah hoaks dan tergolong sebagai konten palsu. Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke laman resmi pendaftaran CPNS Kemenhub, yaitu casn.dephub.go.id, melainkan ke situs tidak resmi yang meminta pengunjung mengisi data pribadi seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Berdasarkan klarifikasi dari akun Instagram resmi Kementerian Perhubungan (@kemenhub151), diinformasikan bahwa seluruh informasi dan proses pendaftaran CPNS dan PPPK Kemenhub hanya dilakukan melalui laman resmi casn.dephub.go.id dan media sosial resmi Kementerian Perhubungan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial dan memastikan kebenarannya melalui sumber resmi agar terhindar dari penipuan.  

Hoaks
18 Sep 2025
Video viral yang mengklaim e-KTP mengandung chip GPS untuk melacak pemiliknya adalah keliru. Chip pada e-KTP bersifat pasif (NFC) yang hanya menyimpan data kependudukan terenkripsi—seperti NIK, nama, alamat, dan biometrik—dan hanya dapat dibaca oleh perangkat pembaca resmi Dukcapil; modul GPS memerlukan sumber daya/baterai sehingga tidak mungkin dipasang pada kartu tipis. Pembuatan e-KTP mengikuti standar teknis (ISO/IEC 14443) dan ketentuan Permendagri No.34/2014 yang mewajibkan enkripsi dan autentikasi untuk melindungi data. Masyarakat diminta tidak menyebarkan klaim tanpa verifikasi dan mengonfirmasi kebenaran melalui kanal resmi Dukcapil atau Kementerian Dalam Negeri.

Hoaks
18 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa media Tempo ingin menggagalkan rencana Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Umum PBB pada September 2025. Video tersebut turut menampilkan sejumlah sampul majalah dan harian milik Tempo. Dilansir dari tempo.co, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan, klaim tersebut adalah tuduhan keliru. Ia menjelaskan, media Tempo tidak pernah mengeluarkan sikap atas rencana Presiden menghadiri forum tersebut. Setri menilai konten yang menuduh tanpa bukti, sambil memakai sampul dan nama Tempo, adalah tindakan yang melanggar hukum dan mengganggu kebebasan pers. Selain itu, sejumlah sampul majalah dan harian Tempo yang ditampilkan dalam video tersebut sama sekali tidak menyinggung rencana keberangkatan Prabowo ke Sidang Umum PBB. Dengan demikian, informasi mengenai klaim media Tempo ingin menggagalkan rencana Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Umum PBB pada September 2025 adalah hoaks atau tidak ada benarnya.

Hoaks
18 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang menginformasikan bahwa mandi 2-3 hari sekali sudah cukup. Unggahan tersebut disertai narasi bahwa informasi tersebut diklaim berasal dari para dermatolog yang menilai mandi setiap hari dapat menghilangkan minyak alami kulit yang berakibat pada kulit kering, iritasi, bahkan melemahkan lapisan pelindung kulit. Setelah dilakukan penelusuran terhadap klaim tersebut dengan mewawancarai dokter spesialis kulit serta menelusuri jurnal dan pemberitaan media kredibel. Dokter spesialis kulit dan kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Putri Hendria Wardhani, menjelaskan, kulit memiliki mikrobiota dan bahan alami yang berfungsi melindungi tubuh. Tujuan mandi adalah menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan alami seperti minyak, lemak, dan mikrobiota. Dr. Putri menanggapi klaim yang beredar tersebut dalam konteks mandi di negara tropis seperti Indonesia, itu salah. Selain itu, ditemukan informasi pada laman Healthline, tidak ada standar baku berapa kali seseorang harus mandi. Kebutuhan mandi seseorang berbeda tergantung jenis kulit, kondisi tubuh, hingga musim. Dengan demikian, informasi mengenai klaim mandi 2-3 hari sekali sudah cukup karena mandi setiap hari dapat menghilangkan minyak alami kulit adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
18 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial yang mengklaim bahwa warga Tiongkok dan Vatikan memberikan dukungan terhadap demonstrasi masyarakat Indonesia pada akhir Agustus 2025. Dalam video tersebut, tampak sekelompok orang meneriakkan "Indonesia... Indonesia" saat seseorang melintas di hadapan mereka dengan kendaraan terbuka. Namun, klaim tersebut tidak benar dan menyesatkan. Dilansir dari Tempo.co, hasil verifikasi melalui pencarian gambar terbalik menggunakan Google serta penelusuran narasi dengan sumber-sumber kredibel menunjukkan bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan aksi demonstrasi di Indonesia. Faktanya, video asli merupakan dokumentasi dari acara pengenalan Paus baru di Vatikan. Video tersebut dipublikasikan oleh kanal YouTube Vatican News dan Live Now From Fox pada 18 Mei 2025. Momen tersebut memperlihatkan Paus Leo XIV atua paus pertama yang berasal dari Amerika saat menyapa umat Katolik dari atas kendaraan terbuka setelah terpilih sebagai Paus dalam putaran keempat pemungutan suara konklaf. Ribuan orang hadir di Vatikan pada Minggu pagi itu untuk menyaksikan pelantikan kepausannya. Dengan demikian, narasi yang menyebut bahwa video tersebut menunjukkan dukungan warga Tiongkok dan Vatikan terhadap demonstrasi di Indonesia adalah hoaks dan tidak sesuai fakta.  

Hoaks
18 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial yang disertai narasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk pengamat politik Rocky Gerung sebagai anggota Kabinet Merah Putih. Dalam video tersebut, Prabowo tampak menyebut sejumlah nama yang diklaim akan masuk ke dalam kabinet, termasuk nama Rocky Gerung. Namun, setelah ditelusuri, informasi dalam unggahan tersebut tidak benar dan perlu diluruskan. Konten tersebut merupakan hoaks atau informasi palsu. Hasil penelusuran menggunakan Google Lens terhadap tangkapan layar dalam video menunjukkan bahwa gambar tersebut identik dengan unggahan video di kanal YouTube CNN Indonesia pada tahun 2019, berjudul "Prabowo Kenalkan 'Calon Menteri', Siapa Saja?" Video tersebut merupakan dokumentasi saat Prabowo memperkenalkan sejumlah tokoh yang akan membantunya jika ia terpilih dalam Pemilihan Presiden 2019. Dalam konteks itulah nama Rocky Gerung disebut, bukan dalam konteks penunjukan resmi kabinet pada masa pemerintahan saat ini. Dengan demikian, klaim bahwa Rocky Gerung telah ditunjuk sebagai anggota Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo adalah tidak benar.  

Hoaks
18 Sep 2025
Sebuah video beredar di media sosial dengan klaim eskalator di BM Habitat Mall, Mysuru, ambruk dan menewaskan banyak orang. Hasil penelusuran fakta menunjukkan informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan laporan media setempat, insiden yang sebenarnya terjadi pada 8 September 2025 adalah robohnya plafon di lantai empat mall tersebut. Peristiwa itu menewaskan Sunil, seorang teknisi, serta Chandru, seorang pengunjung yang berusaha menolong. Manajer gedung, Sridhar, telah ditangkap atas dugaan kelalaian pengelolaan dan keselamatan. Tidak ada laporan resmi maupun pemberitaan yang menyebutkan adanya eskalator ambruk. Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa video viral tersebut pertama kali diunggah akun TikTok @motivatemove5, yang kerap membagikan video kecelakaan buatan. Analisis menggunakan alat deteksi konten digital Hive menunjukkan video itu memiliki kemungkinan 99,9 persen merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, video eskalator ambruk di BM Habitat Mall Mysuru dapat dipastikan bukan peristiwa nyata, melainkan konten manipulatif.  

Hoaks
17 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, menyerahkan sejumlah uang kepada seorang perwira TNI. Uang tersebut disebut-sebut sebagai tebusan atas sebuah flashdisk berisi dokumen penting miliknya. Namun setelah ditelusuri, klaim dalam video tersebut tidak benar. Video itu ternyata merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan Hive Moderation, sebuah alat pendeteksi konten digital yang mampu mengidentifikasi apakah sebuah video dihasilkan oleh AI atau tidak. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 99,8 persen merupakan hasil rekayasa AI. Selain itu, hingga saat ini tidak ditemukan informasi yang valid mengenai penemuan flashdisk milik Ahmad Sahroni, pasca-penjarahan rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 30 Agustus 2025.  

Hoaks
17 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa pemerintah dan Pertamina telah menerapkan aturan baru yang membatasi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi para penunggak pajak kendaraan. Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan. Mengutip laporan dari Kompas.com, hingga saat ini belum ada regulasi nasional yang melarang pembelian BBM bersubsidi bagi pemilik kendaraan yang terlambat membayar pajak. Isu ini sebelumnya mencuat ketika kebijakan penggunaan QR Code untuk pembelian BBM subsidi mulai diberlakukan. Seperti diberitakan Kompas.com pada 15 Oktober 2024, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa memang sempat ada sejumlah SPBU yang mempertanyakan status pajak kendaraan dalam proses distribusi BBM bersubsidi. Namun, Heppy menegaskan bahwa dalam pembuatan QR Code sebagai syarat pembelian BBM subsidi, tidak ada ketentuan yang mewajibkan pemilik kendaraan untuk menunjukkan status pembayaran pajaknya.  

Hoaks
17 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial berupa video yang menampilkan Megawati Soekarnoputri berpidato sambil mengacungkan jari telunjuk disertai narasi yang menyebut Megawati sedang marah karena Presiden Prabowo Subianto mencopot Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan. Faktanya narasi dengan video yang diunggah tidak berkaitan sama sekali. Potongan video yang beredar di media sosial identik dengan video yang diunggah oleh kanal Youtube resmi milik Partai PDI Perjuangan pada 10 Januari 2025. Video tersebut merupakan siaran ulang HUT ke-52 Partai PDI Perjuangan. Selain itu, potongan video tersebut juga diunggah di kanal Youtube Suaradotcom di hari yang sama. Potongan video tersebut menunjukkan Megawati sedang berpidato mengenai tindakan aparat penegak hukum tidak lagi berpihak pada kepentingan publik melainkan menjadi alat kekuasaan. Ia menantang para petinggi kepolisian untuk berani menjelaskan alasan institusi itu tidak berpihak pada masyarakat. Dengan demikian, informasi mengenai Megawati marah karena Presiden Prabowo Subianto mencopot Sri Mulyani adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
17 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang membagikan tangkapan dari laman artikel dengan judul, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut mengimbau organisasi masyarakat untuk meminta sedekah yang akan digunakan untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Setelah dilakukan penelusuran, dengan menggunakan teknik reverse image, ditemukan gambar serupa pada artikel milik laman Gelora News yang terbit pada 15 September 2025 dengan judul asli “Sidang Gugatan Ijazah Gibran di PN Jakpus, KPU Siap Hadapi.” Adapun artikel tersebut memberitakan sidang gugatan perdata soal ijazah SMA Wapres Gibran di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sehingga, informasi mengenai Judul artikel yang mengeklaim Wapres Gibran Rakabuming Raka mengimbau organisasi masyarakat untuk meminta sedekah yang akan digunakan untuk pembangunan IKN merupakan hasil manipulasi.

Hoaks
16 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video yang disertai narasi: "Suasana Pejabat Panik, Presiden Mengeluarkan UU Hukuman Mati untuk para Koruptor. Sampe ada yg serangan jantung" disertai tagar seperti #jangkauansemuaorang, #monetisasikonten, #facebookpro, #sorotan_semuaorang, #trandingtopik, #viral, dan #fyp. Namun, setelah ditelusuri, klaim yang beredar tersebut tidak benar. Video yang beredar sebenarnya adalah rekaman saat rapat pemilihan ketua DPD RI periode 2024-2025 yang berlangsung pada Rabu, 2 Oktober 2024. Selain itu, video serupa juga ditemukan di kanal YouTube dengan nama pengguna TribunJatim Official berjudul “RAPAT DPD RICUH! Dihujani Interupsi, La Nyalla dan Sultan Najamudin Nyaris Adu Jotos”, yang diunggah pada Kamis, 3 Oktober 2024. Dengan demikian, unggahan yang mengklaim “suasana panik saat Presiden mengeluarkan UU hukuman mati untuk koruptor” merupakan konten menyesatkan (misleading content).  

Hoaks
16 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Instagram yang berisi informasi penawaran pendaftaran agen gas LPG melalui kontak WhatsApp yang tercantum pada bio akun tersebut. Unggahan tersebut disertai dengan keterangan: Mau daftar agen gas LPG tapi bingung gimana caranya??? Kemitraan gas LPG solusinya, pangkalan dengan Program Kemitraan, yuk menjadi agen pangkalan resmi sekarang! Namun, setelah ditelusuri, informasi dalam unggahan tersebut ternyata menyesatkan. Pendaftaran kemitraan agen gas LPG dilakukan melalui laman resmi khusus kemitraan milik Pertamina Patra Niaga, yakni kemitraan.patraniaga.com. Dikutip dari Liputan6.com, Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga hanya menerima pendaftaran agen LPG melalui website resmi tersebut dan tidak melalui cara lain. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi menyesatkan maupun penipuan, serta hanya mempercayai pengumuman yang berasal dari akun media sosial resmi Pertamina Patra Niaga.  

Hoaks
16 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang berisi tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu 2025. Namun, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari Kompas.com, tautan yang beredar tersebut merupakan hoaks. Tautan itu tidak mengarah ke situs resmi pemerintah dan terindikasi sebagai upaya phishing karena meminta pengunjung memasukkan data pribadi, seperti nama dan nomor akun Telegram aktif. Perlu diketahui, pendaftaran PPPK dilakukan secara daring melalui portal resmi milik Badan Kepegawaian Negara di alamat sscasn.bkn.go.id.  

Hoaks
16 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa video disertai dengan narasi yang mengklaim bahwa mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD berkomentar soal kabar dirinya akan dilantik menjadi Jaksa Agung pada September 2025. Setelah dilakukan penelusuran pada potongan video dalam unggahan tersebut menggunakan Google Lens, ditemukan video yang identik dengan potongan video tersebut yang diunggah oleh kanal Youtube Tribunnews pada 21 Oktober 2019. Adapun video aslinya adalah momen ketika Mahfud menyampaikan terkait acara pelantikan menteri di Kabinet Kerja Jilid 2 era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, informasi mengenai video dengan narasi yang mengklaim Mahfud MD berkomentar soal kabar dirinya akan dilantik menjadi Jaksa Agung pada September 2025 adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
16 Sep 2025
Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang diklaim sebagai akses pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Imigrasi periode tahun 2025. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang ada di bawah unggahan tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran pada link di bawah unggahan tersebut, ditemukan tautan yang mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Dilansir dari kompas.com, informasi dan tautan mengenai pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi tersebut adalah hoaks. Tidak ditemukan informasi resmi mengenai pendaftaran CPNS periode tahun 2025 pada laman resmi milik Kementerian Imigrasi. 

Hoaks
15 Sep 2025
Unggahan tangkapan layar di sejumlah akun Facebook mengklaim mantan Menko Polkam Budi Gunawan meminta Jaksa Agung menjemput paksa mantan presiden Joko Widodo untuk dimintai pertanggungjawaban atas dugaan korupsi selama dua periode. Judul sensasional itu beredar luas bersama potongan foto dan pranala yang diduga berasal dari situs berita tertentu. Penelusuran fakta menunjukkan klaim tersebut palsu. Tidak ditemukan artikel dengan judul yang diklaim di situs asal, dan pemeriksaan menggunakan reverse image search mengungkap unggahan itu adalah manipulasi dari artikel asli Gelora News bertanggal 11 September 2025 berjudul “Publik Berhak Tahu Alasan Pencopotan Budi Gunawan”, yang memuat opini politisi PSI Sugeng Teguh Santoso. Dalam artikel asli tidak ada pernyataan Budi Gunawan meminta penjemputan paksa terhadap Jokowi. Kesimpulannya, tangkapan layar judul yang beredar adalah rekayasa dan menyesatkan.

Hoaks