Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

22 Aug 2025
Beredar di media sosial Facebook unggahan yang disertai video menampilkan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, yang menyatakan pajak kendaraan digratiskan untuk seluruh Indonesia. Dalam video tersebut, Irjen Pol Agus meminta biaya balik nama dinolkan dan pajak progresif ditiadakan. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan pengumuman resmi maupun aturan mengenai peniadaan pajak kendaraan di seluruh Indonesia. Dilakukan penelusuran pada potongan video tersebut, hasilnya identik dengan video yang diunggah di kanal YouTube NTMC Korlantas Polri pada 19 Februari 2025. Video tersebut adalah momen pidato Irjen Pol Agus yang menyampaikan keterangan mengenai Operasi Keselamatan Jaya menjelang libur Lebaran 2025. Adapun suara dalam video bukanlah suara Agus, melainkan Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi. Pernyataan Irjen Pol Firman mengenai biaya balik nama dan pajak progresif disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI pada 6 September 2023. Dengan demikian, informasi mengenai Kakorlantas nyatakan pajak kendaraan digratiskan adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
22 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menginformasikan adanya pembagian ayam petelur gratis untuk masyarakat kurang mampu. Unggahan tersebut mengatasnamakan Kementerian Pertanian. Pemilik akun menginformasikan kepada masyarakat yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang ada di bawah unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link di bawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data seperti nama lengkap dan nomor telegram aktif yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Dilansir dari kompas.com, informasi dan tautan yang diklaim sebagai pendaftaran pembagian ayam petelur gratis adalah hoaks. Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan telah mengeluarkan imbauan terkait penipuan berkedok bantuan hewan ternak pada unggahan akun Instagram resmi milik Ditjen PKH. Ditjen PKH mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan informasi yang diterima berasal dari media sosial resmi milik Kementerian Pertanian. 

Hoaks
21 Aug 2025
Beredar klaim di media sosial yang menyatakan tujuh anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) meninggal karena kelelahan pada upacara Kemerdekaan 2025. Penelusuran menunjukkan gambar-gambar yang dipakai dalam unggahan tersebut tidak terkait dengan peristiwa yang diklaim: foto anggota Paskibra menangis berasal dari insiden kegagalan pengibaran bendera di Pematangsiantar (2016), foto peti jenazah terkait pemakaman Aritya Syamsudin di Luwu Timur (2017), dan satu foto lainnya adalah kasus kematian calon anggota Paskibra Aurellia Qurratuaini (2019). Hingga saat ini tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim tujuh anggota Paskibra meninggal pada 2025 akibat kelelahan. Dengan demikian, narasi yang beredar adalah tidak benar (hoaks) dan berpotensi menyesatkan publik.

Hoaks
21 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menginformasikan penemuan tumpukan emas di pinggir sungai. Unggahan tersebut disertai sebuah foto yang menampilkan warga berdiri di dekat tumpukan emas tersebut dan narasi yang menyebut tumpukan emas tersebut akan dibagikan secara gratis.  Setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari kompas.com, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, foto tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,9 persen. Adapun sejauh ini tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membuktikan temuan tumpukan emas di pinggir sungai di Indonesia. 

Hoaks
21 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang memuat narasi bahwa pembukaan blokir rekening oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dikenai biaya sebesar Rp100.000. Namun, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari Antaranews.com, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa pembukaan blokir rekening oleh PPATK tidak dipungut biaya sepeser pun. Ia menjelaskan bahwa seluruh pejabat perbankan telah menyatakan bahwa aktivasi rekening yang sebelumnya dibekukan oleh PPATK tidak dilakukan melalui mekanisme pemotongan dana maupun pembayaran biaya Rp100.000, sebagaimana yang ramai dibicarakan di media sosial. Dengan demikian, informasi yang beredar tersebut merupakan kabar tidak benar alias hoaks.  

Hoaks
21 Aug 2025
Beredar di media sosial sebuah unggahan yang mengelompokkan kategori rakyat Indonesia berdasarkan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional). Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa seseorang dikategorikan sebagai super kaya jika memiliki pengeluaran lebih dari Rp3 juta per kapita per bulan. Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari akun Instagram resmi Badan Pusat Statistik (@bps_statistics), DTSEN tidak digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan jumlah pengeluaran per kapita per bulan. DTSEN digunakan untuk pemeringkatan tingkat kesejahteraan penduduk berdasarkan desil, dari Desil 1 hingga Desil 10. Desil 1 mewakili 10% penduduk dengan kesejahteraan terendah, Desil 2 mewakili 20% terbawah, dan seterusnya. BPS juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah memublikasikan besaran pengeluaran berdasarkan desil. Oleh karena itu, jika terdapat data yang mencantumkan nominal pengeluaran per kapita dalam kaitannya dengan desil, maka data tersebut bukan bersumber dari BPS dan patut diragukan validitasnya. Dengan demikian, unggahan yang beredar tersebut merupakan informasi yang menyesatkan.  

Hoaks
21 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, sedang menyemprotkan air untuk mengusir sosok menyerupai pocong. Namun, klaim dalam video tersebut adalah hoaks. Dilansir dari Kompas.com, Damkar Kabupaten Ngawi membantah adanya penugasan personel untuk mengusir pocong di Dusun Urung-urung, Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar. Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran Damkar Kabupaten Ngawi, Eko Budi Nugroho, menegaskan bahwa tidak pernah ada operasi semacam itu. Ia juga menyatakan bahwa tidak ditemukan informasi valid mengenai penampakan pocong di lokasi yang disebutkan. Dengan demikian, video yang beredar tersebut merupakan informasi palsu atau  menyesatkan.  

Hoaks
21 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Instagram yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seolah-olah menyebut guru sebagai beban negara. Namun, klaim dalam video tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari Liputan6.com, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Deni Surjantoro, menyatakan bahwa video itu adalah hoaks. Ia menegaskan bahwa Menteri Keuangan tidak pernah menyatakan guru sebagai beban negara. Video yang beredar tersebut merupakan hasil manipulasi, diduga menggunakan teknologi deepfake dan memuat potongan tidak utuh dari pidato Sri Mulyani dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang diselenggarakan di ITB pada 7 Agustus. Dengan demikian, narasi dalam unggahan tersebut dapat dikategorikan sebagai informasi yang menyesatkan.  

Hoaks
21 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memuat klaim bahwa “HIV tidak berbahaya, ARV hanya propaganda.”   Faktanya, HIV merupakan virus yang berbahaya karena dapat merusak sistem kekebalan tubuh secara perlahan. Secara medis, pengobatan dengan antiretroviral (ARV) telah terbukti mampu mencegah kerusakan sistem imun, menurunkan risiko penularan hingga nol, serta memperpanjang angka harapan hidup penyintas HIV. Dilansir dari turnbackhoax.id, HIV diklasifikasikan sebagai lentivirus, yaitu jenis virus yang berkembang secara lambat (slow-progressing virus). Setelah menginfeksi seseorang, HIV akan menyerang sel imun CD4 dan dapat berada dalam kondisi laten, sambil terus merusak sistem kekebalan tubuh secara bertahap. Penelusuran lebih lanjut dengan kata kunci “manfaat ARV” di mesin pencari Google juga menunjukkan bahwa pengobatan ARV diakui secara ilmiah efektif dalam mengontrol perkembangan HIV dan menjaga kualitas hidup penderita. Dengan demikian, klaim yang menyebut “HIV tidak berbahaya, ARV hanya propaganda” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

Hoaks
21 Aug 2025
Akun Facebook “Game Mudah Jepe” mengunggah video yang mengklaim pemerintah mengembalikan hasil sitaan judi ilegal kepada rakyat. Tim pemeriksa fakta menelaah konten tersebut menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (Hive Moderation) dan menemukan suara dalam video berpotensi besar merupakan rekayasa AI (probabilitas 99 persen). Penelusuran lebih lanjut tidak menemukan informasi kredibel yang mendukung klaim pengembalian hasil sitaan itu. Sementara itu, media pernah memberitakan penyitaan uang tunai terkait judi online (mis. laporan tentang penyitaan Rp530 miliar pada 8 Mei 2025), namun tidak ada bukti bahwa pemerintah mengembalikan hasil sitaan ke masyarakat. Kesimpulannya, unggahan yang mengklaim pemerintah resmi mengembalikan hasil sitaan judi ilegal merupakan konten yang dimanipulasi dan menyesatkan.

Hoaks
21 Aug 2025
Sebuah video di TikTok yang mengklaim memperlihatkan tsunami di Indonesia pada 15 Agustus 2025 beredar luas. Video menampilkan ombak besar menghantam pantai dan aliran air kuat yang merusak jembatan. Namun hasil verifikasi menunjukkan narasi tidak sesuai dengan visual: beberapa klip berasal dari banjir bandang di Acupan, Itogon (Filipina), bukan rekaman tsunami di Indonesia, sebagaimana terdeteksi lewat pencarian gambar terbalik dan perbandingan sumber. BMKG menyatakan tidak ada gempa berpotensi tsunami di perairan Indonesia pada 15 Agustus 2025, dan catatan tsunami terakhir di dalam negeri terjadi pada 25 April 2023 (Kepulauan Mentawai). Kesimpulannya, klaim bahwa video tersebut menampilkan tsunami di Indonesia pada 15 Agustus 2025 tidak benar.

Hoaks
20 Aug 2025
Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang disertai video menampilkan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan akan membagikan uang 75 juta dalam bulan kemerdekaan Indonesia. Dilansir dari turnbackhoax.id, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,8 persen. Penelusuran dilakukan pada potongan video tersebut dengan menggunakan Google Lens, hasilnya identik dengan video yang diunggah di kanal YouTube CNN Indonesia pada 2 Juni 2025. Video tersebut adalah momen pidato Presiden Prabowo dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila. Sehingga, informasi mengenai video Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan akan membagikan uang 75 juta dalam bulan kemerdekaan Indonesia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
20 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang membagikan tangkapan dari laman artikel dengan judul yang mengklaim Kaesang Pangarep menyebut banyak rakyat yang memaksanya menjadi presiden. Unggahan tersebut turut menampilkan foto Kaesang Pangarep. Klaim tersebut mengundang berbagai reaksi dari kalangan masyarakat. Setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari turnbackhoax.id, dengan menggunakan teknik reverse image, ditemukan gambar serupa pada artikel milik laman Gelora News yang terbit pada 19 Juli 2025 dengan judul asli “Kaesang Janji PSI Besar di 2029.” Artikel tersebut juga sama sekali tidak membahas terkait paksaan rakyat yang meminta Kaesang jadi presiden. Melainkan, membahas pidato Kaesang usai terpilih sebagai Ketua Umum PSI periode 2025-2029. Sehingga, informasi mengenai Judul artikel yang mengeklaim Kaesang Pangarep menyebut banyak rakyat yang memaksanya menjadi presiden merupakan hasil manipulasi. 

Hoaks
20 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang mengklaim bahwa pemerintah mengeluarkan uang pecahan Rp 250.000 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.  Setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari kompas.com, Yahdi Lil Ihsan selaku POH Kepala Biro Strategic Corporate Branding & TJSL Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), memastikan informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Sampai saat ini tidak pernah ada uang pecahan Rp 250.000. Selain itu, terdapat kejanggalan pada foto uang pecahan Rp 250.000 yang beredar yakni tidak mencantumkan nama Bank Indonesia, melainkan Bank Republik Nusantara. Adapun uang pecahan uang baru yang dikeluarkan oleh pemerintah akan diumumkan di media sosial dan situs resmi Bank Indonesia. Dengan demikian, informasi mengenai pemerintah mengeluarkan uang pecahan Rp 250.000 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
19 Aug 2025
Sebuah video beredar di media sosial TikTok dengan klaim bahwa Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ditembak oleh orang tak dikenal. Dalam vide tersebut, terlihat Gibran sedang diwawancarai sejumlah jurnalis, lalu terdengar suara tembakan. Faktanya, klaim tersebut adalah hoaks. Tidak benar bahwa Wapres RI Gibran Rakabuming Raka ditembak oleh orang tidak dikenal. Dilansir dari Tempo.co, potongan video Gibran yang ditampilkan ternyata identik dengan rekaman dari akun YouTube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia yang diunggah pada 1 Agustus 2025. Saat itu, Gibran sedang menjawab pertanyaan jurnalis terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto serta abolisi kepada Tom Lembong dalam kunjungannya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.  

Hoaks
19 Aug 2025
Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan foto dengan narasi yang menyebut Norwegia membangun rumah kaca apung di laut. Rumah tersebut diklaim mampu menghasilkan bahan makanan, air minum, dan listrik. Namun, setelah ditelusuri, foto itu ternyata merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence (AI). Dilansir dari Kompas.com, tidak ditemukan informasi valid terkait pembangunan rumah kaca apung di Norwegia yang dapat memproduksi makanan, air, maupun listrik. Sebaliknya, pencarian justru menemukan bantahan dari pemerintah Norwegia melalui laman AFP. Juru Bicara Kementerian Iklim dan Lingkungan Norwegia, Kari Asheim, menegaskan bahwa tidak ada proyek pembangunan rumah kaca apung di negaranya. Ia menduga foto tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis AI. Lebih lanjut, hasil pemeriksaan menggunakan Hive Moderation menunjukkan bahwa gambar tersebut terdeteksi dibuat dengan teknologi AI dengan tingkat probabilitas mencapai 99,7 persen.

Hoaks
19 Aug 2025
Berita di Facebook yang mengklaim akar alang-alang (Imperata cylindrica) dapat menyembuhkan ginjal sehingga pasien tidak perlu cuci darah adalah tidak berdasar. Meski tanaman ini mengandung senyawa bioaktif (mis. flavonoid, saponin, fenolik) yang pada penelitian laboratorium dan uji hewan menunjukkan efek antioksidan dan potensi protektif, hingga kini tidak ada bukti klinis pada manusia yang menunjukkan akar alang-alang mampu memperbaiki kerusakan ginjal lanjut atau menggantikan terapi dialisis. Para pakar menegaskan herbal mungkin memberi manfaat pada gangguan ginjal ringan, namun tidak bisa menggantikan cuci darah pada pasien gagal ginjal stadium lanjut; menghentikan dialisis tanpa pengawasan medis berisiko fatal. Kesimpulannya, klaim tersebut menyesatkan — pasien diminta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan mengikuti pengobatan atau prosedur medis yang direkomendasikan.

Hoaks
19 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa video yang diklaim menampilkan sosok manusia tertua di dunia. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria muda sedang berinteraksi dengan manusia tertua yang tubuhnya sangat kurus hingga bagian tulang terlihat jelas. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan informasi pada website resmi Guinness World Records, manusia tertua di dunia yang saat ini masih hidup adalah Ethel Caterham yang berasal dari Inggris. Terdapat kejanggalan dalam video tersebut yakni manusia yang diklaim tertua dalam video yang beredar tidak mirip dengan Ethel Caterham. Dilansir dari kompas.com, penelusuran dilakukan pada potongan video tersebut menggunakan Yandex, hasilnya identik dengan video yang diunggah di kanal TikTok dengan nama akun latentcore pada 18 Juli 2025. Pengunggah melabeli video tersebut sebagai hasil rekayasa AI dan bukan peristiwa nyata. Dengan demikian, informasi mengenai video yang diklaim menampilkan sosok manusia tertua di dunia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
18 Aug 2025
Di media sosial, beredar video yang menyebut imunisasi campak dan polio untuk anak-anak bisa menyebabkan anak sakit bahkan meninggal dunia.  Video berdurasi satu menit di TikTok itu menampilkan pemuka agama bernama Habib Muhammad Assegaf Kandangan, sedang mengisi sebuah pengajian. Ia menyebut imunisasi bisa menyebabkan kematian, dan mengklaim imunisasi terbaik adalah air susu ibu (ASI). Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan data atau keterangan resmi yang menyebut pemberian vaksin campak dan polio kepada anak dapat menyebabkan sakit hingga meninggal. Dilansir dari tirto.id, vaksin memang dapat menimbulkan KIPI, tetapi umumnya ringan dan sangat jarang menimbulkan efek serius. Sebaliknya, data WHO menunjukkan campak masih menyebabkan wabah dan kematian di daerah dengan cakupan vaksinasi rendah. ASI memang penting untuk kesehatan anak, namun tidak bisa menggantikan fungsi vaksin. Perlindungan spesifik terhadap campak dan polio hanya dapat diperoleh melalui imunisasi lengkap. Dengan demikian, informasi yang menyebut kalau pemberian vaksin campak dan polio kepada anak dapat menyebabkan sakit dan kematian bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).  

Hoaks
18 Aug 2025
Sebuah video di TikTok menunjukkan cara memperkuat sinyal ponsel dengan menempelkan dua buah peniti di bagian belakang ponsel. Dalam tayangan tersebut, peniti ditempatkan berlawanan arah dan diklaim mampu meningkatkan kekuatan sinyal. Faktanya, klaim tersebut tidak benar alias hoaks. Mengutip tempo.co, Kepala Laboratorium Telekomunikasi Multimedia Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej), Ir. Widya Cahyadi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa menempelkan logam seperti peniti secara sembarangan pada ponsel tidak akan meningkatkan sinyal. Justru, tindakan itu berpotensi mengganggu kinerja antena, memicu interferensi, bahkan menimbulkan masalah teknis lain yang tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan perangkat. Dengan demikian informasi mengenai peniti yang bisa memperkuat sinyal ponsel adalah hoaks. Cara tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan sebaiknya tidak diikuti.  

Hoaks
18 Aug 2025
Beredar sebuah video di YouTube yang diklaim menunjukkan Indonesia mengirim pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Kamboja. Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar merupakan dokumentasi apel siaga Marinir dan Kopassus (diunggah kanal YouTube PamenSport, Juli 2022). Adapun potongan lain yang menampilkan Presiden Prabowo berjalan di depan pasukan adalah rekaman penyambutan resmi oleh Special Forces Command Kerajaan Kamboja pada Juni 2022, sebagaimana diunggah oleh akun Instagram @dahnil_anzar_simanjuntak. Dengan demikian tidak ada pengiriman pasukan TNI ke Kamboja. Video yang beredar dipelintir dari konteks sebenarnya.  

Hoaks