Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

12 Nov 2024
Beredar video di TikTok yang menyatakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo, meminta DPR RI segera mengesahkan RUU perampasan aset dan menginginkan pemiskinan pada koruptor. Video tersebut diunggah pada 24 Oktober 2024. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Hingga saat verifikasi ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari Prabowo yang dipublikasikan atau dimuat dalam berita terkait permintaan pengesahan RUU perampasan aset dan keinginan untuk memiskinkan koruptor. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR, Andreas Hugo Pareira, juga belum dapat memastikan apakah RUU Perampasan Aset akan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Ia menjelaskan bahwa hal tersebut akan dibahas dalam rapat Prolegnas bersama pemerintah. Politikus PDIP ini menyampaikan bahwa kepastian mengenai prioritas RUU tersebut baru akan diketahui setelah rapat Prolegnas yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2024, di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Hoaks
11 Nov 2024
Beredar di TikTok yang informasi bahwa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, telah mengusulkan nama Anies Baswedan kepada Presiden Prabowo untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih. Namun, klaim tersebut menyebutkan bahwa Prabowo menolak usulan Cak Imin, dengan alasan kabinet sudah penuh, sehingga Anies Baswedan tidak dapat bergabung. Berdasarkan hasil analisis, unggahan tersebut adalah hoaks. Tidak ditemukan artikel Detikcom dengan judul yang sama seperti yang disebutkan di TikTok tersebut. Artikel serupa yang ditemukan berjudul "Cak Imin Ngaku Dapat Tugas dari Prabowo untuk 'mengkoordinir'". Dalam artikel tersebut, Cak Imin menyatakan bahwa dirinya menerima arahan untuk menjadi bagian dari Kabinet Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Hoaks
11 Nov 2024
Sebuah video yang mengatasnamakan Gibran beredar di TikTok, mengklaim pemberian bantuan kepada masyarakat dengan syarat mengikuti dan membagikan video tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi ini dipastikan hoaks. Video tersebut memanfaatkan salah satu foto Gibran yang beredar di internet dan telah dimanipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Hoaks
10 Nov 2024
Sebuah video yang mengatasnamakan Iriana Jokowi beredar di TikTok, mengklaim pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan syarat mengikuti dan membagikan video tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi ini dipastikan hoaks. Video tersebut memanfaatkan salah satu foto Iriana Jokowi yang beredar di internet dan telah dimanipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Hoaks
10 Nov 2024
Sebuah unggahan di TikTok menginformasikan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pasuruan menemukan patahan lapisan bumi di wilayah Lekok dan Nguling, Pasuruan. Informasi ini disebarkan pada 20 Agustus 2024. Berdasarkan hasil analisis, informasi tersebut adalah fakta. Patahan tersebut telah membentuk tebing curam akibat sesar yang memanjang dari barat ke timur sepanjang 18 kilometer, melewati Kecamatan Lekok dan Nguling. Secara topografi, sesar ini tampak melewati beberapa desa di Kecamatan Lekok, yaitu Desa Tambak Lekok, Jatirejo, Pasinan, Wates, dan Semedusari. Di Kecamatan Nguling, sesar ini melewati Desa Watuprapat, Kapasan, Kedawang, Mlaten, dan Penunggul. Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan, Rully Oktavia Hermawan, menyatakan bahwa BMKG sedang melakukan kajian lebih lanjut dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

Fakta
09 Nov 2024
Beredar informasi di TikTok mengenai seorang pendaki asal Jakarta yang dilaporkan hilang di Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Informasi ini disebarkan pada 13 Oktober 2024. Pendaki tersebut diketahui bernama Agus, warga Cengkareng, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil analisis, informasi ini adalah fakta. Pendaki tersebut ditemukan dalam kondisi tewas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur pada Selasa, 15 Oktober 2024. Lokasi penemuan korban berada sekitar 500 meter dari titik awal dilaporkan hilang, atau sekitar 200 meter dari pos pendakian Sekartaji.

Fakta
09 Nov 2024
Muncul informasi mengenai penggunaan gelar KPH di depan nama Gibran, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Informasi ini beredar di TikTok dengan caption “nanya serius apa singkatan KPH?”. Hasil analisis menunjukkan bahwa informasi tersebut benar adanya. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memang menerima gelar kebangsawanan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) dari Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu, 1 Maret 2023. Gelar ini dianugerahkan kepada Gibran setelah peringatan kenaikan tahta atau Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem Ingkang Jumeneng KGPAA Mangkunegara X.

Fakta
09 Nov 2024
Beredar pesan berantai pada aplikasi WhatsApp yang menginformasikan kepada masyarakat pemegang jika sudah berusia 60 tahun akan mendapatkan bantuan pra-lansia. Pesan tersebut tertulis landasan berdasarkan Kepres No. 212/Kepres/RI/10/2024, bahwa semua masyarakat yang sudah berumur 60 tahun ke atas akan menerima tunjangan lansia dan masuk langsung ke rekening ATM sebesar Rp 1,250,000 per bulan nya dari satu Kartu Keluarga dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program tersebut berlaku mulai 1 April 2025. Berdasarkan hasil analisis, informasi tersebut adalah hoaks. Hingga saat verifikasi ini dibuat tidak ada informasi resmi terkait program santunan pra-lansia. Program makan siang gratis juga dicanangkan untuk anak-anak mulai PAUD hingga tingkatan SMA.

Hoaks
08 Nov 2024
Beredar informasi Sekretaris Kabinet Merah Putih, Teddy Indra Wijaya mengingatkan semua menteri untuk berhati-hati menggunakan Kop Surat kementerian melalui WhatsApp akibat buntut polemik Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Informasi tersebut beredar pada 24 Oktober 2024. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyampaikan bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya telah memperingatkan semua menteri di Kabinet Merah Putih untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan kop surat kementerian dan tanda tangan menteri. Peringatan ini muncul akibat tindakan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) Yandri Susanto yang menggunakan surat resmi kementerian untuk keperluan pribadi.

Fakta
08 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang tangkapan layar berisi artikel mengatasnamakan Suara.com yang menyebut Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk rumah sakit akibat penyakit sifilis. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Setelah dianalisis menggunakan image reverse, foto tersebut identik dengan artikel di laman Suara.com pada 17 Mei 2022, berjudul "Kronologi UAS yang Diduga Dideportasi dari Singapura". Gambar tangkapan layar tersebut merupakan hasil manipulasi digital, sehingga klaim UAS masuk Rumah Sakit akibat penyakit sifilis salah.

Hoaks
07 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang kiper Maarten Paes menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar saat diwawancara, usai laga melawan Arab Saudi pada 6 September 2024. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Setelah dianalisis menggunakan image reverse, video tersebut identik dengan unggahan di media sosial tiktok gwanzibudiman. Dalam video tersebut Paes berbicara menggunakan bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia. Video tersebut merupakan hasil manipulasi sehingga klaim Paes menggunakan Bahasa Indonesia salah.

Hoaks
07 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008, Danny Setiawan meninggal dunia. Unggahan itu beredar sejak 27 September 2024. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Dilansir dari RRI, Kabar tersebut ditepis pihak keluarga besar Danny Setiawan. Danny Setiawan memang sempat mengalami kondisi kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit Boromeus Kota Bandung. "Atas menyebarnya berita meninggalnya ayahanda kami. Kami sampaikan bahwa berita tersebut tidak benar," ucap Akhmad T yang mewakili keluarga besar Danny Setiawan dalam pernyataan resminya, Jumat 27 September 2024 pukul 21.00 WIB.

Hoaks
06 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang adanya sebuah halaman Facebook yang mengatasnamakan produk minuman bersoda, Coca-Cola. Dalam rangka merayakan ulang tahun Coca-Cola Indonesia, akun tersebut mengadakan berbagai kompetisi dengan hadiah menarik. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Melalui situs resmi Coca-Cola Indonesia, pihaknya tidak menyelenggarakan kuis atau survey berhadiah seperti yang beredar di pesan berantai. Link yang dibagikan adalah upaya penipuan (phishing) untuk mendapatkan data pribadi Anda. Abaikan pesan tersebut dan jangan bagikan ke orang lain. Selalu dapatkan informasi resmi Coca-Cola melalui kanal resminya.

Hoaks
06 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, diundur hingga Desember 2024. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Dilansir dari situs resmi presidenri.go.id, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil presiden Gibran Rakabuming Raka secara resmi mulai menjalankan tugas sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2024-2029 pada Minggu, 20 Oktober 2024. Presiden dan Wapres dilantik dalam Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang berlangsung di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.

Hoaks
05 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang pemilik platform media sosial X (Twitter), Elon Musk, akan menutup akun X milik penyanyi Taylor Swift. Pengunggah memberikan keterangan, “Elon Musk Melarang Akun X Taylor Swift, Menyebabkan Dia Kehilangan Lebih dari 1 Juta Pengikut dan $72 Juta Dalam kejadian yang tak terduga, Elon Musk, pemilik platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), memutuskan untuk melarang akun penyanyi terkenal Taylor Swift. Tindakan ini telah menciptakan kegemparan besar di media sosial dan di media, karena Swift kehilangan lebih dari 1 juta pengikut dalam hitungan jam, selain menderita pukulan keuangan yang signifikan, dengan perkiraan kerugian lebih dari $72 juta.” Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Akun X Taylor Swift yang terverifikasi secara resmi masih aktif pada 23 Oktober 2024. @taylorswift13 masih memiliki 94 Juta pengikut di X. Sebelumya, Pada Januari 2024, platform X sempat memblokir sementara pencarian tentang “Taylor Swift” karena adanya banyak gambar palsu yang dibuat dengan AI. Jadi narasi bahwa elon musk menutup akun Swift salah.

Hoaks
05 Nov 2024
Beredar video di media sosial facebook yang memuat tentang penyanyi Lesti Kejora membagikan hadiah Rp 50 juta. Dalam video, Lesti mengatakan, untuk mendapat hadiah Rp 50 juta caranya dengan mengikuti akun tersebut, menyukai, dan membagikan unggahan. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Setelah dianalisis menggunakan image reverse, video tersebut identik dengan unggahan Lesti di media sosial tiktok. Lesti mengajak para pengguna TikTok untuk menggunakan lagu dangdutnya 'Bukan Karena Tak Cinta' dalam video aslinya. Tidak ada narasi tentang adanya Lesti yang bagi-bagi uang.

Hoaks
04 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang klaim bahwa Bill Gates berencana menggunakan AI untuk membungkam suara-suara yang skeptis terhadap vaksin. Narasi yang dibagikan pengunggah yakni: “Bill Gates Berencana Menggunakan AI untuk Membungkam Siapapun yang Menentang Agenda Vaksinnya Dia bersikeras bahwa kritik terhadap narasi vaksin resmi harus disensor untuk memengaruhi orang-orang yang ragu-ragu agar percaya bahwa suntikan eksperimental aman dan efektif. Gates mendorong AI untuk membungkam semua suara yang menentang narasi arus utama.” Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam video tersebut terdapat tanda air CNBC. Video tersebut dipublikasikan pada 21 September 2024 dengan judul, “Bill Gates on AI, success and misinformation”. Dalam video tersebut Bill Gates berbagi pandangannya tentang kesuksesan dan tantangan generasi muda saat ini. Ia juga membandingkan pengalamannya dalam mengembangkan perangkat lunak di masa lalu dengan kompleksitas pengembangan AI modern. Selain itu, ia menyoroti pentingnya mengatasi masalah misinformasi tanpa mengorbankan kebebasan berbicara. Tidak ditemukan narasi tentang penggunaan AI untuk memerangi orang yang skeptis terhadap vaksinasi seperti yang dinarasikan.

Hoaks
04 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang artis Nafa Urbach membagikan uang Rp 15 juta. Dalam video tersebut Nafa menyatakan akan mentransfer Rp 15 juta kepada dua orang yang sudah mengikuti akun TikTok miliknya, serta menyukai dan membagikan video tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Setelah dianalisis menggunakan image reverse, video tersebut identik dengan foto dari artikel Kompas berjudul, “Kembang Kantil, Film Horor Pertama Nafa Urbach”. Video yang diunggah merupakan hasil olah digital berbasis AI.

Hoaks
03 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat klaim tentang air susu ibu (ASI) yang diteteskan ke mata bayi dapat menyembuhkan sakit mata atau belekan. Pengunggah menyatakan bahwa pengalamannya saat masih Bayi diberi ASI untuk diteteskan di mata sembuh dari sakit mata atau yang disebut “belekan”. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Dilansir dari Kompas.com, Menurut dokter spesialis anak RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Aisya Fikritama, meneteskan ASI ke mata bayi belekan tidak efektif dan malah berisiko memperparah infeksi. Penelitian menunjukkan bahwa ASI justru bisa membawa bakteri baru ke mata bayi. Antibodi dalam ASI berfungsi optimal di saluran pencernaan, bukan di mata.

Hoaks
03 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang Majelis Ulama Indonesia (MUI) diklaim mengeluarkan fatwa tentang nasab Ba'alawi atau habib. MUI diklaim telah mengatur bahwa orang yang mengaku bernasab Ba'alawi dan organisasi Rabithah Alawiyah sebagai warga negara Indonesia (WNI) dan bukan keturunan Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Dilansir dari situs www.fatwamui.com/data-fatwa tidak ditemukan fatwa yang disebutkan. Tidak ditemukan fatwa dengan kata kunci nasab Ba'alawi, Rabithah Alawiyah, atau habib. Jadi klaim bahwa MUI mengeluarkan Fatwa tentang Habib adalah hoaks.

Hoaks
02 Nov 2024
Beredar unggahan di media sosial facebook yang memuat tentang adanya tangkapan layar yang seolah-olah memperlihatkan artikel berita dari Antara mengenai warga Arab Saudi yang menyebut umat Islam Indonesia bodoh. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah hoaks. Setelah dianalisis menggunakan image reverse, foto yang dipakai pada tangkapan layar identik dengan artikel Antara, 10 Januari 2019. Judul pada pemberitaan tersebut, “Bahasa Indonesia diminati warga Arab Saudi”. Dalam artikel tersebut tidak ditemukan soal warga arab saudi yang anggap umat islam di indonesia yang mudah dibodohi.

Hoaks