Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

28 Jan 2025
Sebuah video yang beredar di kanal YouTube "Sport News" pada Sabtu (18/1/2025) mengklaim bahwa Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berencana menaturalisasi pemain sepak bola Viktor Gyokeres. Video berdurasi 8 menit 38 detik tersebut menampilkan narasi bahwa Erick Thohir telah bertemu langsung dengan Gyokeres di Portugal untuk membahas proses naturalisasi.   Setelah dilakukan verifikasi oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), klaim dalam video tersebut tidak benar. Cuplikan pernyataan Erick Thohir yang digunakan dalam video sebenarnya membahas perjalanan PSSI ke Eropa untuk mencari pelatih baru Timnas Indonesia, bukan pertemuan dengan Viktor Gyokeres. Penelusuran lebih lanjut melalui kata kunci "Erick Thohir 5 hari ke Eropa" mengarahkan pada sumber asli di kanal YouTube KompasTV, yang menayangkan pernyataan Erick Thohir terkait misi pencarian pelatih Timnas Indonesia pada Selasa (7/1/2025).

Hoaks
28 Jan 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya Undian Spesial Awal Tahun dari Bank Mandiri bagi nasabah aktif pengguna Livin' by Mandiri, dengan hadiah berupa mobil dan uang tunai Rp1 miliar. Unggahan yang dipublikasikan pada 19 Januari 2025 ini telah mendapat ratusan respons dari warganet. Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh cekfakta.com, tautan pendaftaran yang disertakan terbukti bermasalah dan mengarah ke situs berbahaya.   Bank Mandiri menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Dalam unggahan resminya, Bank Mandiri justru memperingatkan masyarakat terkait tautan palsu yang mencatut nama perusahaan dan tersebar melalui pesan singkat maupun aplikasi perpesanan. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa keaslian informasi melalui kanal resmi dan tidak mengakses tautan mencurigakan guna menghindari potensi penipuan.

Hoaks
27 Jan 2025
Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang mengklaim bahwa putri pendiri World Economic Forum (WEF), Klaus Schwab, menyatakan akan diberlakukan "lockdown permanen." Dalam unggahan tersebut, istilah lockdown disebutkan sebagai langkah karantina atau penguncian wilayah yang sebelumnya diterapkan selama pandemi Covid-19. Narasi dalam unggahan itu berbunyi: "Putri Klaus Schwab: 'Penguncian iklim permanen akan datang. Entah Anda suka atau tidak suka.'"   Namun, berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Kompas.com, klaim tersebut merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks. Narasi tersebut bersumber dari situs yang diketahui memiliki rekam jejak menyebarkan teori konspirasi dan informasi palsu. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti bahwa Nicole Schwab, putri pendiri WEF, pernah memberikan pernyataan terkait "lockdown permanen" atau "lockdown iklim permanen."

Hoaks
27 Jan 2025
Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan hormat kepada seorang pengusaha, Sugianto Kusuma alias Aguan. Namun, berdasarkan penelusuran fakta yang dilaporkan oleh Liputan6.com, klaim tersebut tidak benar dan termasuk hoaks. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menegaskan bahwa individu dalam video tersebut bukanlah Aguan. Yusuf menjelaskan bahwa dalam video tersebut, Mayor Teddy Indra Wijaya tengah memberikan hormat kepada Mayjen TNI (Purn.) Asro Budi, yang merupakan mantan komandannya saat bertugas di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI Angkatan Darat.

Hoaks
27 Jan 2025
Sebuah akun TikTok bernama "bantuan_resmipemerintah" telah teridentifikasi [arsip]. Akun tersebut memiliki lebih dari 3.500 pengikut dan kerap mengunggah konten yang mengklaim memberikan informasi terkait bantuan pemerintah serta peluang lowongan kerja. Dalam unggahannya, masyarakat diarahkan untuk mengakses tautan tertentu [arsip] yang tertera pada deskripsi akun guna bergabung ke grup Telegram. Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) telah melakukan penelusuran terhadap informasi terkait penyaluran bantuan pemerintah melalui situs resmi Kementerian Sosial, kemensos.go.id. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan tautan yang sama seperti yang dicantumkan pada akun TikTok tersebut. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa akun TikTok "bantuan_resmipemerintah" merupakan konten tiruan (impostor content), yang tidak memiliki keterkaitan resmi dengan pemerintah. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah.

Hoaks
25 Jan 2025
Beredar tautan di media sosial yang diklaim sebagai akses pendaftaran rekrutmen Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2025 atas nama Badan Gizi Nasional. Namun, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Badan Gizi Nasional maupun saluran resmi pendaftaran SPPI. Hasil penelusuran Kompas.com menggunakan tools URL Scan menunjukkan bahwa salah satu tautan tersebut mengarah ke formulir lowongan kerja yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon, tempat tanggal lahir, alamat, dan jenis kelamin. Sementara itu, tautan lainnya mengarahkan pengguna ke situs yang menyerupai halaman penyaluran bantuan sosial PKH dan juga meminta data pribadi.   Tautan-tautan tersebut diduga merupakan modus phishing yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memanfaatkan data pribadi masyarakat. Informasi ini dipastikan hoaks, karena pendaftaran resmi SPPI hanya dilakukan melalui situs web Universitas Pertahanan (Unhan) di www.ssp-indonesia.com. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap tautan tidak resmi dan selalu memeriksa informasi melalui sumber terpercaya.

Hoaks
25 Jan 2025
Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa akar pepaya dan garam dapat digunakan sebagai obat pertolongan pertama untuk gigitan hewan berbisa. Namun, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan laporan turnbackhoax.id, Dr. Heru Wiyono, SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya menjelaskan bahwa pertolongan pertama yang tepat untuk gigitan hewan berbisa adalah mengamankan korban dan membersihkan luka menggunakan sabun atau deterjen, karena bahan tersebut dapat merusak dinding selaput virus dan bakteri. Terkait penggunaan garam, meskipun memiliki sifat menyerap cairan di sekitar luka, efektivitasnya dalam mengatasi gigitan hewan berbisa masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Hoaks
25 Jan 2025
Beredar informasi mengenai grup Telegram yang mengatasnamakan penerima Bantuan Sosial (bansos) Kota Probolinggo, yang diklaim dibuat oleh pejabat Pemerintah Kota Probolinggo.   Namun, informasi tersebut telah dikonfirmasi sebagai hoaks oleh akun Instagram resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo, @diskominfokotaprobolinggo. Pihak pemerintah menegaskan bahwa pejabat Kota Probolinggo tidak pernah membuat grup penerima bansos di Telegram. Masyarakat yang telah bergabung di grup tersebut diimbau untuk tidak mengklik tautan apa pun yang dibagikan, guna menghindari upaya phishing. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan informasi berasal dari sumber resmi dan tidak mudah percaya terhadap permintaan data pribadi atau uang melalui media sosial.

Hoaks
24 Jan 2025
Beredar tautan di media sosial yang diklaim sebagai akses pendaftaran rekrutmen Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2025 atas nama Badan Gizi Nasional. Namun, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Badan Gizi Nasional maupun saluran resmi pendaftaran SPPI. Hasil penelusuran Kompas.com menggunakan tools URL Scan menunjukkan bahwa salah satu tautan tersebut mengarah ke formulir lowongan kerja yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon, tempat tanggal lahir, alamat, dan jenis kelamin. Sementara itu, tautan lainnya mengarahkan pengguna ke situs yang menyerupai halaman penyaluran bantuan sosial PKH dan juga meminta data pribadi.   Tautan-tautan tersebut diduga merupakan modus phishing yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memanfaatkan data pribadi masyarakat. Informasi ini dipastikan hoaks, karena pendaftaran resmi SPPI hanya dilakukan melalui situs web Universitas Pertahanan (Unhan) di www.ssp-indonesia.com. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap tautan tidak resmi dan selalu memeriksa informasi melalui sumber terpercaya.

Hoaks
24 Jan 2025
Pada Januari 2025, beredar unggahan di Facebook yang mengklaim adanya pembagian kuota internet gratis sebesar 20 GB untuk semua operator telekomunikasi. Klaim tersebut disertai tautan yang meminta pengguna memasukkan nomor Telegram aktif dan nama lengkap.   Namun, klaim ini tidak benar. Berdasarkan penelusuran Kompas.com, tidak ada informasi resmi terkait pembagian kuota internet gratis di akun atau situs resmi Telegram. Tautan dalam unggahan tersebut diduga merupakan modus phishing untuk mencuri data pengguna. Perusahaan keamanan siber Kaspersky menyebut pembajakan akun Telegram kerap dilakukan melalui tautan palsu. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan menghindari tautan mencurigakan.

Hoaks
24 Jan 2025
Telah beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa tiga kementerian telah menyetujui dan memutuskan bahwa sekolah akan diliburkan selama satu bulan penuh selama Ramadan 2025 atau 1446 Hijriah.   Namun, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan laporan Kompas.com, tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), telah mengeluarkan surat edaran terkait jadwal libur dan pembelajaran selama Ramadan 2025. Surat edaran yang diunggah melalui situs resmi kemenag.go.id menjelaskan bahwa jadwal libur sekolah tidak berlangsung selama satu bulan penuh, melainkan lima hari pada awal Ramadan dan sembilan hari selama perayaan Idulfitri. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan antara kegiatan pembelajaran dan pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan.

Hoaks
22 Jan 2025
Pada 26 Desember 2024, beredar unggahan di media sosial Instagram yang menyatakan bahwa peluncuran Rupiah Digital oleh Bank Indonesia (BI) pada tahun 2025 akan membuat masyarakat miskin semakin terpuruk dan karyawan semakin menderita. Unggahan tersebut juga mengklaim adanya agenda terselubung terkait peluncuran Rupiah Digital, dan telah disukai lebih dari 6,2 ribu kali oleh warganet. Namun, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id, informasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut adalah hoaks. Melalui pencarian menggunakan kata kunci "Rupiah Digital" di Google, ditemukan artikel resmi dari Bank Indonesia yang menjelaskan pengertian dan jenis-jenis uang digital. Bank Indonesia tidak memiliki agenda terselubung terkait pembagian fungsi pecahan Rupiah Digital menjadi uang primer, sekunder, dan tersier, sebagaimana disebutkan dalam klaim tersebut. Faktanya, Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis, yaitu wholesale (w-Rupiah Digital) untuk transaksi keuangan berskala besar seperti operasi moneter dan pasar uang, serta retail (r-Rupiah Digital) untuk transaksi pembayaran dan transfer yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

Hoaks
22 Jan 2025
Telah beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia akan menampung sebanyak 2 juta penduduk Gaza.   Namun, informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran Kompas.com, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima informasi resmi terkait adanya upaya dari Pemerintah Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, untuk merelokasi 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia. Juru Bicara Kemenlu RI juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tidak pernah mendapatkan pemberitahuan ataupun informasi terkait rencana tersebut.

Hoaks
21 Jan 2025
elah terpantau adanya penyebaran informasi yang tidak benar melalui media sosial Instagram terkait dengan virus Human Metapneumovirus (HMPV). Unggahan video yang beredar pada tanggal 5 Januari 2025 tersebut mengaitkan HMPV dengan skenario yang berasal dari Tiongkok dan mengklaim bahwa virus ini dapat menyebabkan kerusakan otak pada anak-anak.   Berdasarkan hasil verifikasi fakta, klaim tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa HMPV merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Gejala yang umum timbul akibat infeksi HMPV serupa dengan gejala flu atau pilek. Istilah medis "kerusakan otak" yang disebutkan dalam unggahan tersebut tidak tepat dan tidak sesuai dengan karakteristik penyakit yang disebabkan oleh HMPV. Pneumonia, yang merupakan peradangan pada paru-paru, seringkali menjadi komplikasi dari infeksi HMPV yang parah, namun tidak dapat disamakan dengan kerusakan otak.

Hoaks
21 Jan 2025
Warganet dihebohkan dengan unggahan di Facebook yang mengklaim adanya tautan pendaftaran CPNS 2025. Namun, waspada! Setelah ditelusuri, tautan tersebut ternyata mengarah pada situs palsu yang bertujuan untuk mencuri data pribadi pelamar. Modus penipuan ini cukup licik, dengan meminta calon peserta mengisi data pribadi seperti nama dan nomor telepon untuk kemudian digunakan untuk mengambil alih akun Telegram.   Menanggapi isu ini, Menteri PAN-RB Rini Widyantini menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Proses seleksi CPNS 2025 masih dalam tahap perencanaan dan belum ada kepastian terkait jadwal pembukaannya. Pemerintah masih fokus pada pemetaan formasi di berbagai kementerian, terutama setelah adanya kementerian baru.

Hoaks
20 Jan 2025
Sebuah unggahan di Facebook yang mengutip pernyataan Prof. Dr. Ir. Budi Indarto tentang pantangan kombinasi pangan viral di media sosial. Hingga 19 Januari 2025, unggahan tersebut telah mendapat 15 ribu likes, lebih dari 7 ribu komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 127 ribu kali oleh warganet.   Namun, klaim dalam unggahan tersebut tidak benar. Menurut turnbackhoax.id, tidak ditemukan bukti ilmiah terkait efek buruk kombinasi pangan yang disebutkan. Pakar nutrisi Jansen Ongko, MSc, RD, sebagaimana dikutip dari health.detik.com, menegaskan bahwa informasi tersebut belum terbukti secara ilmiah. Sebaliknya, madu, yang disebut dalam unggahan, justru diakui sebagai "superfood" karena kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya. Selain itu, hasil penelusuran tempo.co menunjukkan bahwa nama Budi Indarto tidak tercantum dalam laman resmi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), lembaga yang bertanggung jawab terhadap registrasi tenaga medis di Indonesia.

Hoaks
20 Jan 2025
Sebuah unggahan di media sosial TikTok baru-baru ini menjadi perhatian publik, menunjukkan dugaan seorang wisatawan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina memberikan suap sebesar Rp500 ribu kepada petugas bea cukai di bandara. Uang tersebut dikabarkan diselipkan dalam paspor agar WNA tersebut dapat melewati jalur hijau tanpa pemeriksaan fisik.   Namun, informasi tersebut telah dibantah kebenarannya. Menurut laporan kumparan.com, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menegaskan bahwa individu dalam video tersebut bukanlah petugas bea cukai, karena seragam yang dikenakan tidak sesuai dengan seragam resmi dinas. Penyelidikan lebih lanjut melalui rekaman CCTV juga tidak menemukan indikasi adanya permintaan atau penerimaan suap oleh petugas terhadap WNA tersebut. Sementara itu, sebagaimana dilaporkan pikiran-rakyat.com, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mengklarifikasi bahwa WNA tersebut melintasi terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta menggunakan autogate. Dengan demikian, ia tidak melalui konter manual yang dijaga petugas imigrasi.  

Hoaks
17 Jan 2025
Sebuah video dengan narasi “Megawati Mundur dari Kursi Ketua Umum PDIP” beredar di kanal YouTube KajianOnline pada Sabtu (11/1/2025). Video tersebut juga diunggah oleh akun Facebook Bongis Simanjuntak [arsip] pada Minggu (12/1/2025). Hingga Jumat (17/1/2025), unggahan dari kanal YouTube tersebut telah disukai hampir 600 pengguna dan ditonton sekitar 42.000 kali.   Namun, klaim dalam video tersebut tidak benar. Dikutip dari antaranews.com, video itu sebenarnya mengangkat opini mantan politisi PDIP, Effendi Simbolon, yang menyerukan agar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mundur dari jabatannya. Pernyataan tersebut muncul setelah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Harun Masiku. Narasi bahwa Megawati resmi mundur dari jabatan Ketua Umum PDIP adalah bentuk disinformasi. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait pengunduran diri Megawati dari posisi tersebut.

Hoaks
17 Jan 2025
Sebuah unggahan yang mencantumkan logo media Kumparan beredar di media sosial, menyajikan narasi bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh stasiun televisi menayangkan lagu "Ganyang Fufufafa" setiap pagi.   Namun, berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut merupakan hasil manipulasi. Berita asli yang dipublikasikan oleh Kumparan pada 18 Desember 2024 berjudul "Prabowo Minta Semua TV Putar Indonesia Raya Jam 6 Pagi, Tumbuhkan Cinta Tanah Air." Manipulasi dilakukan dengan mengubah judul berita tersebut menjadi "Prabowo Minta Semua TV Putar Ganyang Fufufafa Jam 6 Pagi, Tumbuhkan Cinta Tanah Air."

Hoaks
17 Jan 2025
Sebuah video yang menampilkan puluhan polisi mengenakan alat pelindung diri (APD) berwarna putih sedang mengamankan warga beredar di media sosial Facebook pada awal Januari 2025. Video tersebut diklaim terkait dengan lonjakan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di Cina.   Namun, klaim tersebut tidak benar. Mengutip laporan kompas.com, video tersebut sebenarnya telah beredar sekitar tiga tahun lalu dan dimuat oleh media CNN. Berdasarkan informasi dari cnn.com, video itu menunjukkan situasi saat pemerintah Cina mengumumkan pelonggaran terbatas terhadap kebijakan nol Covid-19. Setelah pengumuman tersebut, beberapa kota di Cina menghentikan tes Covid-19 massal, meskipun pembatasan ketat tetap diberlakukan untuk mengendalikan pandemi. Video tersebut tidak ada kaitannya dengan lonjakan kasus HMPV di Cina pada musim dingin 2025. Pemerintah Cina juga telah menegaskan bahwa kasus HMPV tahun ini tidak lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.

Hoaks
16 Jan 2025
Pada Jumat (10/1/2025), akun Facebook bernama “Bantuan Masyarakat” membagikan tautan [arsip] yang diklaim sebagai sarana pendaftaran dan pengecekan bantuan sosial (bansos) seperti Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk ibu hamil. Unggahan tersebut juga menyematkan foto Menteri Sosial Saifullah Yusuf.   Hasil penelusuran mengungkap bahwa tautan yang beredar di Facebook tersebut adalah hoaks. Pemerintah menyediakan layanan resmi untuk mengecek status penerima bansos melalui situs DTKS yang dikelola Kementerian Sosial di alamat cekbansos.kemensos.go.id. Sementara itu, tautan yang dibagikan di Facebook tidak terhubung ke situs resmi DTKS dan diduga merupakan modus phishing.

Hoaks