Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

15 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan berupa video tangkapan layar dari Instagram di media sosial TikTok berisi narasi yang mengeklaim Presiden Prabowo resmi mengumumkan sekolah akan libur 45 hari saat bulan puasa pada Maret mendatang.   Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo yang menarasikan sekolah akan libur saat bulan Ramadan. Dikutip dari antaranews.com, wacana libur sekolah saat Ramadan sebelumnya diungkapkan Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i beberapa waktu lalu. Namun demikian, Syafi'i mengatakan belum ada pembahasan seputar itu.

Hoaks
15 Jan 2025
Sebuah unggahan foto di media sosial mengklaim Presiden Prabowo Subianto menjemput pelatih Shin Tae-yong dan memintanya kembali melatih timnas Indonesia. Foto tersebut, yang menunjukkan Prabowo berjalan di bandara bersama Shin Tae-yong dan sejumlah pejabat, tersebar di berbagai platform, seperti Facebook dan Instagram.   Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Shin Tae-yong diberhentikan sebagai pelatih timnas Indonesia pada 6 Januari 2025, dengan posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert. Foto yang beredar merupakan hasil manipulasi. Foto asli sebenarnya memperlihatkan momen kedatangan Prabowo di Indonesia setelah lawatan ke luar negeri pada November 2024.

Hoaks
15 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang membagikan informasi mengenai pendaftaran relawan dan pekerja program Makan Bergizi Gratis. Dalam unggahannya dijelaskan bahwa pendaftaran relawan Makan Bergizi Gratis ini menawarkan gaji mulai dari Rp3-6 juta per bulan dengan cara mendaftar melalui tautan yang telah disediakan pada unggahan.   Faktanya, informasi mengenai tautan pendaftaran relawan dan pekerja program Makan Bergizi Gratis adalah hoaks atau modus penipuan. Dilansir dari tirto.id, tautan yang tersedia bukan mengarah ke situs resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Lebih lanjut, setelah melakukan penelusuran ke situs resmi BGN www.bgn.go.id. Hasilnya, tidak ditemukan adanya informasi soal relawan ataupun lowongan pekerjaan seperti klaim yang tersebar di media sosial. BGN justru sempat membuat pernyataan yang menyebut soal penipuan yang mengatasnamakan BGN. Selanjutnya, BGN mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian mencurigakan terkait program Makan Bergizi Gratis.

Hoaks
14 Jan 2025
"Pada tanggal 13 Desember 2024, sebuah akun media sosial Facebook dengan nama pengguna "Heart" menyebarkan informasi yang tidak benar. Informasi tersebut berupa tautan ke sebuah unggahan yang mengklaim bahwa Ustadz Abdul Somad telah membagikan resep pengobatan prostatitis menggunakan campuran telur dan cola.   Tim Pemeriksa fakta telah melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut melalui pencarian gambar menggunakan Yandex Image. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video asli Ustadz Abdul Somad yang menjadi sumber manipulasi adalah video ceramah tentang manasik haji yang diunggah pada bulan April 2022 di kanal YouTube resmi beliau. Analisis lebih lanjut menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa konten yang dibagikan oleh akun "Heart" merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan dengan tingkat probabilitas mencapai 99,9%.

Hoaks
14 Jan 2025
Beredar akun WhatsApp mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Probolinggo Ahmad Nuril Alam. Akun tersebut menggunakan foto profil Ahmad Nuril Alam menggunakan baju dinas kejaksaan dengan nomor +6283178777373. Faktanya, akun WhatsApp yang beredar tersebut tidak benar dan merupakan modus penipuan. Dilansir dari timesindonesia.co.id, nomor tersebut merupakan modus penipuan dengan menyalahgunakan identitas Kajari Kabupaten Probolinggo Ahmad Nuril Alam. Ahmad Nuril menjelaskan bahwa nomor tersebut telah banyak menghubungi ke sejumlah pejabat daerah seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, pegawai Bank Jatim, dan lainnya. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati. Apabila menemukan hal serupa, untuk mengabaikan pesan tersebut atau dapat mengonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu ke pihak terkait.

Hoaks
13 Jan 2025
Sebuah video yang beredar di media sosial TikTok mengklaim bahwa Presiden Prabowo akan menjatuhkan hukuman mati kepada Harvey Moeis, terpidana kasus korupsi timah. Video tersebut juga menyebutkan bahwa koruptor yang diduga terlibat dalam kasus korupsi senilai Rp300 triliun itu akan dieksekusi di Pulau Nusakambangan.   Namun, klaim tersebut tidak memiliki dasar yang valid. Hingga saat ini, tidak terdapat informasi yang mendukung narasi tersebut. Berdasarkan laporan dari antaranews.com, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengkritik keputusan hakim yang memberikan vonis ringan kepada pelaku korupsi dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta pada Senin, 30 Desember 2024. Meskipun demikian, tidak ditemukan bukti atau pernyataan resmi yang menyebut Presiden Prabowo akan menjatuhkan hukuman mati kepada Harvey Moeis terkait kasus tersebut.

Hoaks
13 Jan 2025
Beredar sebuah informasi di media sosial Facebook mengenai lowongan pekerjaan PT HM Sampoerna Tbk dengan dengan berbagai posisi seperti brand executive, brand activation executive, commercial innovation executive, dan lainnya. Dalam unggahan tersebut disertai dengan tautan untuk mendaftar. Faktanya, klaim informasi tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari tirto.id, setelah ditelusuri, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi PT HM Sampoerna. Melalui situs resmi PT HM Sampoerna sampoerna.com, pihaknya memberi peringatan kepada masyarakat untuk waspada terhadap penipuan rekrutmen. PT HM Sampoerna menyatakan bahwa pihaknya hanya memberikan informasi lowongan pekerjaan melalui laman karir dan akun LinkedIn PT HM Sampoerna Tbk.

Hoaks
11 Jan 2025
Beredar video di media sosial instagram yang menampilkan beberapa orang yang sedang melangsungkan aksi treasure hunt atau berburu harta karun. Diketahui bahwa sekelompok orang tersebut melangsungkan pencarian koin dalam gim “Koin Jagad”. Aksi tersebut dibubarkan Satpol PP karena mengganggu ketertiban umum. Berdasarkan hasil penelusuran informasi tersebut adalah fakta. Dilansir dari Surya, Pemerintah Kota Surabaya bahkan menerjunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membubarkan kelompok pemain Koin Jagat yang berkumpul di jalan-jalan kota dan taman-taman. Salah satunya adalah Satpol PP Kecamatan Bubutan, Surabaya, yang melakukan patroli rutin guna membubarkan para pemain Koin Jagat, yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Koin Jagat adalah permainan yang memadukan dunia digital dan dunia nyata. Pemain dapat berburu harta karun (Treasure Hunt) dengan mencari koin emas, perak, dan perunggu yang tersembunyi di berbagai tempat. Maraknya permainan ini menimbulkan sejumlah masalah, di antaranya banyak pemain yang terlalu terfokus pada permainan sehingga mengabaikan lingkungan sekitar. Mereka sering berkerumun di tempat-tempat umum, dan sering kali tindakan tersebut mengganggu ketertiban umum.

Hoaks
11 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook berisi informasi mengenai pendaftaran program pemutihan kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari turnbackhoax.id, setelah ditelusuri di media sosial resmi Kementerian UMKM, tidak ditemukan adanya informasi terkait klaim tersebut. Kepala Bagian Humas Kementerian UMKM Edi Yanto menegaskan, informasi pendaftaran program penghapusan kredit macet UMKM yang beredar di media sosial itu adalah hoaks. Menurutnya UMKM yang menjadi sasaran program penghapusan kredit macet telah terdata oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Hoaks
10 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengeklaim virus zombi mulai menyebar di Cina pada 2025. Video memperlihatkan beberapa orang di dalam kereta panik saat melihat pria bernampilan seperti zombi. Pria tersebut tampak mengejar para penumpang. Narasi itu muncul pada periode Desember 2024 hingga awal Januari 2025. Faktanya, klaim dalam unggahan tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari kompas.com, berdasarkan hasil penelusuran unggahan tersebut identik dengan video di kanal YouTube Horror Maniax pada 26 Agustus 2022. Dalam keterangannya, video itu menampilkan wahana "Train to Apocalypse" di stasiun LRT Jakarta. Wahana itu disebut mirip film Train to Busan, film Korea Selatan yang dirilis pada 2016 dan mengisahkan serangan zombi.

Hoaks
10 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan pada media sosial Facebook yang memberikan informasi lowongan pekerjaan di PT Matahari Department Store untuk posisi pramuniaga. Dalam unggahan tersebut disertai dengan tautan untuk pendaftaran. Faktanya, klaim informasi tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari turnbackhoax.id, setelah mengakses tautan yang tersemat dalam unggahan. Hasilnya, tautan tersebut tak mengarah ke laman resmi PT Matahari Department Store. Pelamar diminta mengisi nama, usia, jenis kelamin, dan nomor Telegram. Kemudian tidak ditemukan informasi rekrutmen serupa di laman resmi PT Matahari Department Store matahari.com.

Hoaks
09 Jan 2025
Kanal YouTube “Sport news” pada Selasa (7/1/2025) mengunggah video [arsip] berdurasi 8 menit 20 detik dengan narasi: “tak terima shin tae yong dipecat, ribuan suporter timnas indonesia serbu kantor pusat pssi | jakarta jadi lautan merah!!ribuan suporter timnas turun ke jalan tak terima pssi pecat shin taeyong”   Konten tersebut hanya membeberkan tentang penghentian kerja sama antara PSSI dengan Shin Taeyong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Tak ada pernyataan yang membenarkan klaim “ribuan pendukung timnas serbu kantor PSSI, tak terima STY dipecat”. Setelah menelusuri foto yang digunakan sebagai sampul video (thumbnail) menggunakan Yandex Image. Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan bola.com “Foto: Ribuan Suporter Padati Ruas Jalan Ibu Kota Meriahkan Arak-arakan Timnas Indonesia U-22” yang tayang Mei 2023. Konteks asli foto adalah momen ribuan pendukung menyambut kedatangan Timnas Indonesia U-22 dalam arak-arakan Kira87uara Kontingen SEA Games 2023 di Bundaran HI, Jakarta. Kesimpulannya video dengan narasi “ribuan pendukung timnas serbu kantor PSSI, tak terima STY dipecat” merupakan konten palsu

Hoaks
08 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memberikan informasi lowongan pekerjaan atau rekrutmen di PT Panasonic. Dalam unggahan tersebut disertai dengan tautan untuk pendaftaran. Faktanya, klaim informasi tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari turnbackhoax.id, setelah mengakses tautan yang tersemat dalam unggahan, tautan tersebut tak mengarah ke laman resmi PT Panasonic. Warganet justru diminta mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Selain itu tidak ditemukan informasi lowongan kerja atau rekrutmen dalam laman resmi www.panasonic.com.

Hoaks
07 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Belanda Louis van Gaal tertarik melatih Timnas Sepak Bola Indonesia pada saat sedang diwawancara menggunakan Bahasa Belanda.   Faktanya, klaim dalam unggahan tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari kompas.com, setelah ditelusuri video tersebut menggunakan Google Lens, hasilnya video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Voetbalzone yang diunggah pada 14 Mei 2022. Ketika dicek tidak ada pernyataan Van Gaal yang menyebutkan dirinya tertarik melatih Timnas Indonesia. Video tersebut adalah momen ketika Van Gaal menyerahkan penghargaan individu di kompetisi Keuken Kampioen Divisie (kompetisi kasta kedua di Belanda) yang dimana pada saat itu Van Gaal masih menjabat sebagai pelatih Timnas Belanda. Sementara saat ini kursi pelatih Timnas Indonesia masih kosong setelah Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memberhentikan Shin Tae-yong pada Senin, 6 Januari 2024.

Hoaks
07 Jan 2025
Beredar informasi yang menyebutkan HMPV adalah virus sintetis yang dibuat di laboratorium disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.   Klaim bahwa HMPV adalah virus sintetis yang dibuat di laboratorium adalah tidak benar. Faktanya, berdasarkan jurnal ilmiah yang dipublikasikan di laman PMC NCBI, HMPV memiliki asal-usul zoonosis, berasal dari spesies burung sekitar 200 tahun yang lalu, dan bukan virus buatan manusia. Virus ini termasuk dalam keluarga yang sama dengan RSV (respiratory syncytial virus) dan pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 di Belanda. Selain itu, ahli epidemiologi Dicky Budiman menjelaskan bahwa tidak ada yang namanya virus sintetis, karena semua virus merupakan makhluk biologis. Ia juga menegaskan bahwa HMPV tidak termasuk dalam kategori patogen yang dijadikan senjata biologis, sehingga klaim tersebut tidak berdasar secara ilmiah.

Hoaks
06 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan poster di media sosial Facebook yang diklaim sebagai peringatan soal penculikan anak. Poster tersebut disebut dikeluarkan oleh Polresta Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dengan modus pelaku penculikan yang berpura-pura menjadi seorang penjual, pengemis, ibu hamil, serta orang gila. Faktanya, dikutip dari kompas.com, poster peringatan penculikan anak yang diklaim dikeluarkan Polresta Sidoarjo adalah tidak benar atau hoaks. Polresta Sidoarjo tidak pernah mengeluarkan poster tersebut. Selain itu, saat ini tidak ada laporan soal penculikan anak di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Poster palsu itu telah beredar sejak 2019. Polresta Sidoarjo juga sudah menyatakan bahwa poster tersebut adalah hoaks.

Hoaks
04 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengeklaim tautan pendaftaran undian Poin Gembira Festival akhir tahun 2024 Telkomsel. Faktanya, tautan pendaftaran undian tersebut adalah palsu dan merupakan modus penipuan. Dilansir dari turnbackhoax.id, tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi Telkomsel. Telkomsel mengimbau agar warganet tidak terpancing dan jangan mudah terlena dengan penawaran berhadiah yang mengatasnamakan Telkomsel. Informasi terkait pemberitahuan pemenang hanya melalui situs resmi telkomsel.com dan call center 188.

Hoaks
04 Jan 2025
Beredar sebuah tautan di media sosial Facebook yang diklaim sebagai akses untuk mengalihkan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari kelompok mandiri ke kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI). Faktanya, informasi tersebut adalah penipuan. Dilansir dari kompas.com, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan bahwa tautan pendaftaran peralihan kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke PBI yang beredar di media sosial adalah hoaks. Selain itu, BPJS melalui akun Instagram resminya @bpjskesehatan_ri, juga membantah adanya program peralihan kepesertaan mandiri ke PBI. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Informasi resmi hanya disampaikan melalui situs bpjs-kesehatan.go.id.

Hoaks
04 Jan 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Threads berisi narasi yang mengeklaim Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membagikan bantuan Rp50 juta sebagai nazarnya karena dipilih Presiden Prabowo Subianto sebagai menteri. Adapun yang ingin mendapatkan bantuan, harus follow, like, dan memberikan komentar pada unggahan tersebut. Faktanya, klaim Menkeu Sri Mulyani membagikan bantuan Rp50 juta atas nazarnya di akun Threads adalah hoaks. Dilansir dari tirto.id, video yang mengeklaim Menkeu Sri Mulyani membagikan bantuan Rp50 juta merupakan hasil manipulasi. Sri Mulyani sejauh ini belum memiliki akun Threads resmi. Adapun foto tersebut hasil suntingan saat Sri Mulyani hadir di Asian Development Bank (ADB) 2021 High-Level Policy Dialogue pada 15 April 2024 yang menghasilkan deepfake membuat Sri Mulyani berbicara pada video tersebut. Selain itu, suara yang dihasilkan adalah buatan yang terdeteksi konten Artificial Intelligence (AI) dengan probabilitas 99,9 persen dihasilkan AI.

Hoaks
01 Jan 2025
Beredar sebuah video di media sosial Facebook berisi narasi yang menyebut sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan razia atribut Natal pada Desember 2024. Terlihat perwakilan ormas sedang berdebat dengan polisi.   Faktanya, dikutip dari kompas.com, video yang diklaim menampilkan sebuah ormas melakukan razia atribut Natal pada Desember 2024 tidak benar dan tidak menampilkan konteks utuh. Video tersebut adalah kejadian tahun 2016 di Kabupaten, Provinsi Jawa Tengah. Saat itu anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Sragen hendak melakukan razia atribut Natal di swalayan Mitra Sragen namun dicegah oleh polisi. Konteks video itu keliru dan perlu diluruskan. Narasi yang dibuat juga membahayakan karena berpotensi memecah belah umat.

Hoaks