Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

21 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memuat klaim bahwa “HIV tidak berbahaya, ARV hanya propaganda.”   Faktanya, HIV merupakan virus yang berbahaya karena dapat merusak sistem kekebalan tubuh secara perlahan. Secara medis, pengobatan dengan antiretroviral (ARV) telah terbukti mampu mencegah kerusakan sistem imun, menurunkan risiko penularan hingga nol, serta memperpanjang angka harapan hidup penyintas HIV. Dilansir dari turnbackhoax.id, HIV diklasifikasikan sebagai lentivirus, yaitu jenis virus yang berkembang secara lambat (slow-progressing virus). Setelah menginfeksi seseorang, HIV akan menyerang sel imun CD4 dan dapat berada dalam kondisi laten, sambil terus merusak sistem kekebalan tubuh secara bertahap. Penelusuran lebih lanjut dengan kata kunci “manfaat ARV” di mesin pencari Google juga menunjukkan bahwa pengobatan ARV diakui secara ilmiah efektif dalam mengontrol perkembangan HIV dan menjaga kualitas hidup penderita. Dengan demikian, klaim yang menyebut “HIV tidak berbahaya, ARV hanya propaganda” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

Hoaks
21 Aug 2025
Akun Facebook “Game Mudah Jepe” mengunggah video yang mengklaim pemerintah mengembalikan hasil sitaan judi ilegal kepada rakyat. Tim pemeriksa fakta menelaah konten tersebut menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (Hive Moderation) dan menemukan suara dalam video berpotensi besar merupakan rekayasa AI (probabilitas 99 persen). Penelusuran lebih lanjut tidak menemukan informasi kredibel yang mendukung klaim pengembalian hasil sitaan itu. Sementara itu, media pernah memberitakan penyitaan uang tunai terkait judi online (mis. laporan tentang penyitaan Rp530 miliar pada 8 Mei 2025), namun tidak ada bukti bahwa pemerintah mengembalikan hasil sitaan ke masyarakat. Kesimpulannya, unggahan yang mengklaim pemerintah resmi mengembalikan hasil sitaan judi ilegal merupakan konten yang dimanipulasi dan menyesatkan.

Hoaks
21 Aug 2025
Sebuah video di TikTok yang mengklaim memperlihatkan tsunami di Indonesia pada 15 Agustus 2025 beredar luas. Video menampilkan ombak besar menghantam pantai dan aliran air kuat yang merusak jembatan. Namun hasil verifikasi menunjukkan narasi tidak sesuai dengan visual: beberapa klip berasal dari banjir bandang di Acupan, Itogon (Filipina), bukan rekaman tsunami di Indonesia, sebagaimana terdeteksi lewat pencarian gambar terbalik dan perbandingan sumber. BMKG menyatakan tidak ada gempa berpotensi tsunami di perairan Indonesia pada 15 Agustus 2025, dan catatan tsunami terakhir di dalam negeri terjadi pada 25 April 2023 (Kepulauan Mentawai). Kesimpulannya, klaim bahwa video tersebut menampilkan tsunami di Indonesia pada 15 Agustus 2025 tidak benar.

Hoaks
20 Aug 2025
Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang disertai video menampilkan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan akan membagikan uang 75 juta dalam bulan kemerdekaan Indonesia. Dilansir dari turnbackhoax.id, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,8 persen. Penelusuran dilakukan pada potongan video tersebut dengan menggunakan Google Lens, hasilnya identik dengan video yang diunggah di kanal YouTube CNN Indonesia pada 2 Juni 2025. Video tersebut adalah momen pidato Presiden Prabowo dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila. Sehingga, informasi mengenai video Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan akan membagikan uang 75 juta dalam bulan kemerdekaan Indonesia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
20 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang membagikan tangkapan dari laman artikel dengan judul yang mengklaim Kaesang Pangarep menyebut banyak rakyat yang memaksanya menjadi presiden. Unggahan tersebut turut menampilkan foto Kaesang Pangarep. Klaim tersebut mengundang berbagai reaksi dari kalangan masyarakat. Setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari turnbackhoax.id, dengan menggunakan teknik reverse image, ditemukan gambar serupa pada artikel milik laman Gelora News yang terbit pada 19 Juli 2025 dengan judul asli “Kaesang Janji PSI Besar di 2029.” Artikel tersebut juga sama sekali tidak membahas terkait paksaan rakyat yang meminta Kaesang jadi presiden. Melainkan, membahas pidato Kaesang usai terpilih sebagai Ketua Umum PSI periode 2025-2029. Sehingga, informasi mengenai Judul artikel yang mengeklaim Kaesang Pangarep menyebut banyak rakyat yang memaksanya menjadi presiden merupakan hasil manipulasi. 

Hoaks
20 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang mengklaim bahwa pemerintah mengeluarkan uang pecahan Rp 250.000 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.  Setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari kompas.com, Yahdi Lil Ihsan selaku POH Kepala Biro Strategic Corporate Branding & TJSL Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), memastikan informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Sampai saat ini tidak pernah ada uang pecahan Rp 250.000. Selain itu, terdapat kejanggalan pada foto uang pecahan Rp 250.000 yang beredar yakni tidak mencantumkan nama Bank Indonesia, melainkan Bank Republik Nusantara. Adapun uang pecahan uang baru yang dikeluarkan oleh pemerintah akan diumumkan di media sosial dan situs resmi Bank Indonesia. Dengan demikian, informasi mengenai pemerintah mengeluarkan uang pecahan Rp 250.000 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
19 Aug 2025
Sebuah video beredar di media sosial TikTok dengan klaim bahwa Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ditembak oleh orang tak dikenal. Dalam vide tersebut, terlihat Gibran sedang diwawancarai sejumlah jurnalis, lalu terdengar suara tembakan. Faktanya, klaim tersebut adalah hoaks. Tidak benar bahwa Wapres RI Gibran Rakabuming Raka ditembak oleh orang tidak dikenal. Dilansir dari Tempo.co, potongan video Gibran yang ditampilkan ternyata identik dengan rekaman dari akun YouTube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia yang diunggah pada 1 Agustus 2025. Saat itu, Gibran sedang menjawab pertanyaan jurnalis terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto serta abolisi kepada Tom Lembong dalam kunjungannya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.  

Hoaks
19 Aug 2025
Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan foto dengan narasi yang menyebut Norwegia membangun rumah kaca apung di laut. Rumah tersebut diklaim mampu menghasilkan bahan makanan, air minum, dan listrik. Namun, setelah ditelusuri, foto itu ternyata merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence (AI). Dilansir dari Kompas.com, tidak ditemukan informasi valid terkait pembangunan rumah kaca apung di Norwegia yang dapat memproduksi makanan, air, maupun listrik. Sebaliknya, pencarian justru menemukan bantahan dari pemerintah Norwegia melalui laman AFP. Juru Bicara Kementerian Iklim dan Lingkungan Norwegia, Kari Asheim, menegaskan bahwa tidak ada proyek pembangunan rumah kaca apung di negaranya. Ia menduga foto tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis AI. Lebih lanjut, hasil pemeriksaan menggunakan Hive Moderation menunjukkan bahwa gambar tersebut terdeteksi dibuat dengan teknologi AI dengan tingkat probabilitas mencapai 99,7 persen.

Hoaks
19 Aug 2025
Berita di Facebook yang mengklaim akar alang-alang (Imperata cylindrica) dapat menyembuhkan ginjal sehingga pasien tidak perlu cuci darah adalah tidak berdasar. Meski tanaman ini mengandung senyawa bioaktif (mis. flavonoid, saponin, fenolik) yang pada penelitian laboratorium dan uji hewan menunjukkan efek antioksidan dan potensi protektif, hingga kini tidak ada bukti klinis pada manusia yang menunjukkan akar alang-alang mampu memperbaiki kerusakan ginjal lanjut atau menggantikan terapi dialisis. Para pakar menegaskan herbal mungkin memberi manfaat pada gangguan ginjal ringan, namun tidak bisa menggantikan cuci darah pada pasien gagal ginjal stadium lanjut; menghentikan dialisis tanpa pengawasan medis berisiko fatal. Kesimpulannya, klaim tersebut menyesatkan — pasien diminta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan mengikuti pengobatan atau prosedur medis yang direkomendasikan.

Hoaks
19 Aug 2025
Bank Indonesia (BI) mengumumkan QRIS dapat digunakan di Jepang mulai 17 Agustus 2025, dipasarkan awalnya pada 35 merchant dan dirancang agar transaksi lintas-negara dapat diperluas serta memungkinkan mekanisme timbal balik bagi konsumen Jepang bertransaksi di Indonesia. Langkah ini melanjutkan pengembangan QRIS Antarnegara setelah implementasi di beberapa negara ASEAN; BI juga sedang menguji interkoneksi dengan China bersama People's Bank of China dan mitra perbankan/penyelenggara sistem pembayaran.

Fakta
19 Aug 2025
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana peluncuran kereta khusus untuk petani dan pedagang, terinspirasi model slow train di Tiongkok, menjelang peringatan HUT ke-80 RI. Melalui akun Instagram resmi, KAI menampilkan rangkaian berwarna hijau dengan siluet bulir padi; rangkaian uji coba yang diproduksi Balai Yasa Surabaya Gubeng telah menjalani uji statis dan dinamis pada rute Surabaya–Lamongan. Desain kereta mengutamakan ruang tengah lapang (kursi menyamping), pintu bordes lebih lebar, penghilangan sekat partisi, serta fasilitas penunjang seperti toilet dan rak bagasi untuk memudahkan pengangkutan komoditas. Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub akan melakukan sertifikasi keselamatan sebelum pengoperasian komersial di Daop 8 Surabaya. Inisiatif ini disebut KAI sejalan dengan kebijakan nasional untuk mendorong transportasi inklusif dan peningkatan akses ekonomi daerah; permintaan serupa juga tercatat untuk rute-rute seperti Rangkasbitung–Tanah Abang.

Fakta
19 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa video yang diklaim menampilkan sosok manusia tertua di dunia. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria muda sedang berinteraksi dengan manusia tertua yang tubuhnya sangat kurus hingga bagian tulang terlihat jelas. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan informasi pada website resmi Guinness World Records, manusia tertua di dunia yang saat ini masih hidup adalah Ethel Caterham yang berasal dari Inggris. Terdapat kejanggalan dalam video tersebut yakni manusia yang diklaim tertua dalam video yang beredar tidak mirip dengan Ethel Caterham. Dilansir dari kompas.com, penelusuran dilakukan pada potongan video tersebut menggunakan Yandex, hasilnya identik dengan video yang diunggah di kanal TikTok dengan nama akun latentcore pada 18 Juli 2025. Pengunggah melabeli video tersebut sebagai hasil rekayasa AI dan bukan peristiwa nyata. Dengan demikian, informasi mengenai video yang diklaim menampilkan sosok manusia tertua di dunia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
18 Aug 2025
Di media sosial, beredar video yang menyebut imunisasi campak dan polio untuk anak-anak bisa menyebabkan anak sakit bahkan meninggal dunia.  Video berdurasi satu menit di TikTok itu menampilkan pemuka agama bernama Habib Muhammad Assegaf Kandangan, sedang mengisi sebuah pengajian. Ia menyebut imunisasi bisa menyebabkan kematian, dan mengklaim imunisasi terbaik adalah air susu ibu (ASI). Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan data atau keterangan resmi yang menyebut pemberian vaksin campak dan polio kepada anak dapat menyebabkan sakit hingga meninggal. Dilansir dari tirto.id, vaksin memang dapat menimbulkan KIPI, tetapi umumnya ringan dan sangat jarang menimbulkan efek serius. Sebaliknya, data WHO menunjukkan campak masih menyebabkan wabah dan kematian di daerah dengan cakupan vaksinasi rendah. ASI memang penting untuk kesehatan anak, namun tidak bisa menggantikan fungsi vaksin. Perlindungan spesifik terhadap campak dan polio hanya dapat diperoleh melalui imunisasi lengkap. Dengan demikian, informasi yang menyebut kalau pemberian vaksin campak dan polio kepada anak dapat menyebabkan sakit dan kematian bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).  

Hoaks
18 Aug 2025
Sebuah video di TikTok menunjukkan cara memperkuat sinyal ponsel dengan menempelkan dua buah peniti di bagian belakang ponsel. Dalam tayangan tersebut, peniti ditempatkan berlawanan arah dan diklaim mampu meningkatkan kekuatan sinyal. Faktanya, klaim tersebut tidak benar alias hoaks. Mengutip tempo.co, Kepala Laboratorium Telekomunikasi Multimedia Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej), Ir. Widya Cahyadi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa menempelkan logam seperti peniti secara sembarangan pada ponsel tidak akan meningkatkan sinyal. Justru, tindakan itu berpotensi mengganggu kinerja antena, memicu interferensi, bahkan menimbulkan masalah teknis lain yang tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan perangkat. Dengan demikian informasi mengenai peniti yang bisa memperkuat sinyal ponsel adalah hoaks. Cara tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan sebaiknya tidak diikuti.  

Hoaks
18 Aug 2025
Beredar sebuah video di YouTube yang diklaim menunjukkan Indonesia mengirim pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Kamboja. Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar merupakan dokumentasi apel siaga Marinir dan Kopassus (diunggah kanal YouTube PamenSport, Juli 2022). Adapun potongan lain yang menampilkan Presiden Prabowo berjalan di depan pasukan adalah rekaman penyambutan resmi oleh Special Forces Command Kerajaan Kamboja pada Juni 2022, sebagaimana diunggah oleh akun Instagram @dahnil_anzar_simanjuntak. Dengan demikian tidak ada pengiriman pasukan TNI ke Kamboja. Video yang beredar dipelintir dari konteks sebenarnya.  

Hoaks
18 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya bantuan sosial (bansos) untuk mahasiswa sebesar Rp6 juta. Unggahan tersebut mencatut nama Dinas Sosial Kota Tangerang dan menyertakan tautan pendaftaran. Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks. Mengutip laporan kompas.com, klarifikasi resmi disampaikan melalui akun Instagram Dinas Sosial Kota Tangerang, @dinsoskotatng.official, pada 24 Januari 2025. Dalam penjelasannya, pendaftaran bansos mahasiswa tidak dilakukan melalui tautan yang beredar, melainkan hanya melalui aplikasi Tangerang LIVE pada menu “bansos mahasiswa”. Sementara itu, tautan yang disebarkan di Facebook justru mengarah ke situs mencurigakan yang terindikasi sebagai phishing. Situs tersebut meminta data pribadi seperti nama lengkap, asal provinsi, hingga nomor akun Telegram aktif. Kebocoran data semacam ini sangat berisiko dimanfaatkan untuk tindak kejahatan, mulai dari peretasan perangkat hingga penyalahgunaan rekening bank.  

Hoaks
18 Aug 2025
Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang diklaim menampilkan warga Papua meminta Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali memimpin Indonesia. Namun, klaim tersebut terbukti tidak benar. Berdasarkan penelusuran yang dilansir dari turnbackhoax.id, pengecekan melalui Google dengan metode reverse image search justru menelusuri video serupa yang pernah diunggah oleh papuasatu.com. Artikel tersebut berjudul “Wamena Lautan Manusia Hadiri Kampanye Akbar LUKMEN”. Faktanya, video yang beredar bukanlah rekaman masyarakat Papua mendukung Jokowi, melainkan dokumentasi kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal (LUKMEN). Acara tersebut berlangsung di Lapangan Sinapuk, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Sabtu, 23 Juni 2018, dalam rangka Pemilihan Gubernur Papua.  

Hoaks
18 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membagikan token listrik gratis senilai Rp500.000. Beberapa akun membagikan tautan yang disebut-sebut dapat digunakan untuk memperoleh token tersebut. Namun, setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut dipastikan hoaks. Melalui akun resmi PLN di media sosial, tidak ditemukan adanya pengumuman mengenai program pembagian token listrik gratis. Selain itu, tautan yang dibagikan juga tidak mengarah ke situs resmi PLN, melainkan ke laman mencurigakan yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, domisili, dan nomor Telegram aktif. Hal ini diduga sebagai modus penipuan atau pencurian data.   

Hoaks
18 Aug 2025
Beredar narasi di media sosial yang menyebut biaya administrasi bulanan beberapa bank besar—Bank Mandiri, BRI, BTN, dan BNI—naik pada 2025 dengan angka spesifik (mis. Mandiri Rp12.500, BRI Rp12.000, BTN Rp12.500, BNI Rp11.000). Tempo memverifikasi klaim itu dengan menelusuri situs resmi bank dan rekam jejak publikasi terkait. Hasil pemeriksaan menunjukkan angka-angka yang beredar adalah tarif lama (sebagian bersumber dari artikel 2021) dan tidak mencerminkan kenaikan baru pada Agustus 2025; laman resmi bank yang bersangkutan tidak mencatat perubahan tarif umum tersebut. Perlu dicatat ada beberapa perubahan terpisah yang pernah diumumkan sebelumnya, misalnya kenaikan biaya Simpedes BRI dari Rp5.500 menjadi Rp6.000 dan penyesuaian biaya Tabungan Xpresi BCA pada awal 2024. Namun, klaim tentang kenaikan massal biaya administrasi sejumlah bank pada 2025 adalah menyesatkan. Masyarakat disarankan selalu merujuk pada pengumuman resmi bank terkait untuk informasi tarif layanan.

Hoaks
18 Aug 2025
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerapkan kebijakan pemblokiran sementara terhadap rekening dorman untuk mencegah penyalahgunaan seperti jual-beli rekening atau pencucian uang. Keputusan ini sempat menuai sorotan, dan PPATK kemudian membuka kembali puluhan juta rekening dormant setelah peninjauan. Klaim viral yang menyebut rekening bakal otomatis diblokir jika tidak ada transaksi ATM dalam 3 bulan adalah keliru. Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah, menegaskan rekening tetap dapat dianggap aktif bila nasabah melakukan transaksi non-ATM (mis. mobile banking, setoran/penarikan di kantor cabang). Pemblokiran tidak bersifat otomatis hanya karena tidak menarik uang lewat ATM. PPATK mengimbau masyarakat menjaga keamanan rekening—jangan meminjamkan atau memperjualbelikannya—dan segera melaporkan transaksi mencurigakan atau menutup rekening yang tidak lagi diperlukan.

Hoaks
17 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang menginformasikan bahwa Kementerian Pertanian menggunakan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk penanaman padi di daerah Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari antaranews.com, Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan melakukan penanaman padi secara perdana dengan memanfaatkan teknologi drone yang dipusatkan di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Rahmat Trianto selaku Bupati Tanah Laut, menjelaskan bahwa penanaman padi menggunakan drone yang difasilitasi oleh Kementan untukmeningkatkan efisiensi pertanian dan produktivitas lahan sawah. Melalui akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sekretaris Ditjen PSP, Mulyono, turut hadir dalam kegiatan penanaman padi di Tanah Laut, Kalimantan tersebut. 

Fakta