Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

01 Sep 2025
Penelusuran menunjukkan klaim itu tidak benar. Video yang diedarkan adalah rekaman lama—momen Sri Mulyani menangis saat menyampaikan pidato penutup pada rapat Pembicaraan Tingkat I RUU APBN 2025 bersama Badan Anggaran DPR pada 17 September 2024—dan bukan pengumuman pengunduran diri. Sekretariat Kabinet mencatat Sri Mulyani masih menjabat Menteri Keuangan; tidak ada pengumuman resmi mengenai pengunduran dirinya. Masyarakat dihimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang bersumber tidak jelas dan merujuk pada kanal resmi pemerintah atau media kredibel untuk konfirmasi.

Hoaks
01 Sep 2025
Beredar di platform X klaim adanya penjarahan di Mal Atrium Senen, Jakarta Pusat, pada 29 Agustus 2025. Setelah penelusuran, klaim itu tidak terbukti: tidak ada laporan kredibel tentang penjarahan tersebut dan pengelola Mal Atrium Senen melalui akun Instagram resmi @mal.atriumsenen menyatakan video yang beredar tidak terjadi di lokasi mereka dan merupakan hoaks. Publik diminta tidak menyebarkan konten yang sumbernya tidak jelas. Untuk informasi resmi terkait kejadian keamanan di wilayah Jakarta, masyarakat dihimbau menunggu keterangan dari kepolisian, pemerintah daerah, atau pengelola objek terkait.

Hoaks
01 Sep 2025
Beredar pesan berantai di grup WhatsApp yang mengimbau warga — dengan klaim berasal dari “BEM UI” dan “intel” — agar tidak keluar rumah mulai pukul 22.00 hingga 10 September 2025, disertai ancaman tindakan “PETRUS” (penembak misterius) dan perintah tembak di tempat terhadap pelaku anarkis. Pesan tersebut bersifat provokatif, menimbulkan keresahan publik, dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Masyarakat dihimbau untuk tidak menanggapi atau menyebarkan pesan itu secara emosional. Verifikasi informasi hanya melalui saluran resmi—Polri, pemerintah daerah, atau pihak kampus terkait—sebelum bertindak. Untuk keselamatan, tetap tenang, prioritaskan keamanan keluarga, dan laporkan konten atau ancaman serupa kepada aparat kepolisian atau layanan pengaduan resmi agar ditindaklanjuti.

Hoaks
01 Sep 2025
Sebuah video beredar di Facebook dengan klaim menampilkan aksi unjuk rasa membara di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Unggahan disertai keterangan yang menimbulkan kesan bahwa kerusuhan tersebut merupakan peristiwa terkini di wilayah itu. Hasil penelusuran menunjukkan video tersebut bukan rekaman demo, melainkan cuplikan kericuhan antara pesilat yang berasal dari tahun sebelumnya. Penyebaran ulang rekaman lama oleh pihak tak bertanggung jawab menimbulkan narasi menyesatkan. Kesimpulannya, klaim bahwa video itu memperlihatkan demo terkini di Nganjuk adalah tidak akurat (hoaks); masyarakat diimbau memverifikasi sumber sebelum membagikan konten serupa

Hoaks
29 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa video dengan narasi yang menyebut penggemar Arema FC atau Aremania dikabarkan berangkat ke Jakarta untuk ikut berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025 yang lalu. Video tersebut menampilkan konvoi kendaraan bermotor dan sebuah bus dengan spanduk "HOOLIGAN". Setelah dilakukan penelusuran, narasi dengan video yang diunggah tidak berkaitan sama sekali. Dengan menggunakan Google Lens, ditemukan kesamaan visual antara video yang beredar di media sosial dengan video yang diunggah oleh kanal Youtube Kompas TV Malang. Video tersebut bukan keberangkatan Aremania ke Jakarta untuk ikut berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025. Tetapi, merupakan parade kemenangan Arema FC di Kota Malang, Jawa Timur, usai menjuarai Piala Presiden 2022. Dengan demikian, informasi mengenai video keberangkatan Aremania ke Jakarta untuk ikut berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025 adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
29 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memberikan informasi mengenai pendaftaran volunteer MotoGP Mandalika 2025. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link yang tertera di bawah unggahan tersebut.  Faktanya, hasil penelusuran pada link di bawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data seperti nama nomor telegram aktif dan provinsi asal yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui website dan akun Instagram resmi Mandalika Grand Prix, benar ditemukan informasi mengenai pendaftaran volunteer MotoGP Mandalika 2025. Namun, tenggat waktu pendaftaran telah berakhir pada 9 Agustus 2025. Selain itu, calon pelamar diminta datang ke Dining Hall Pertamina Mandalika Internasional Circuit dengan membawa berkas atau memakai atribut sesuai syarat dan ketentuan yang telah diinformasikan. Dengan kata lain, pendaftaran volunteer MotoGP Mandalika 2025 diselenggarakan secara offline bukan melalui tautan online seperti informasi yang beredar. 

Hoaks
29 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial yang memperlihatkan Gedung DPR RI hancur akibat dihantam rudal. Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan konten manipulatif yang dihasilkan dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dilansir dari Kompas.com, pemeriksaan terhadap video tersebut dilakukan menggunakan sejumlah alat pendeteksi AI seperti Hive Moderation dan Zhuque AI Detection Assistant. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas sebesar 48,51 persen, 52,5 persen, dan 47,48 persen sebagai hasil ciptaan AI. Selain itu, pada video yang beredar juga ditemukan watermark dari Veo dan Kling AI, dua platform berbasis AI yang dikenal mampu menghasilkan video secara realistis. Meski konten tersebut tidak menyebabkan kerugian langsung, penyebaran informasi palsu seperti ini berpotensi menyesatkan publik, terutama di tengah situasi sensitif seperti gelombang aksi unjuk rasa yang tengah berlangsung.

Hoaks
29 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan uang kertas baru dalam berbagai pecahan. Kabar ini muncul dalam sejumlah unggahan yang beredar pada Agustus 2025. Namun, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.Klaim tentang penerbitan uang dengan pecahan Rp80, Rp3.500, Rp17.500, Rp22.000, Rp22.500, Rp40.000, hingga Rp250.000 tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Faktanya, BI terakhir kali merilis uang kertas baru pada 18 Agustus 2022. Saat itu, diluncurkan tujuh pecahan uang kertas Rupiah Tahun Emisi 2022, yaitu Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000. Berdasarkan informasi resmi di situs BI (bi.go.id), tidak pernah ada penerbitan uang dengan pecahan seperti yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut. Kepala Biro Strategic Corporate Branding & TJSL Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Yahdi Lil Ihsan, juga menegaskan bahwa pecahan-pecahan tersebut tidak pernah dicetak oleh Peruri.

Hoaks
29 Aug 2025
Sebuah video yang memperlihatkan mobil dirusak oleh massa pengunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) viral di media sosial. Dalam video tersebut, disertakan narasi yang menyebutkan bahwa "salah satu anggota DPR RI melewati massa, akhirnya mobil dan penumpangnya dilempari hingga pecah kaca." Namun, klaim tersebut tidak benar. Mobil yang dirusak tersebut bukan milik anggota DPR RI, melainkan milik seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di salah satu kementerian. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa saat kejadian, mobil tersebut memang keluar dari Gedung DPR RI dan sedang menuju ke kantor kementerian tempat ASN tersebut bekerja. Saat melintas di depan Senayan Park, mobil berputar balik di bawah flyover Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat. Di lokasi tersebut, sekelompok massa menghadang dan melakukan perusakan secara bersama-sama dengan memukul mobil menggunakan kayu serta melemparinya dengan batu.

Hoaks
29 Aug 2025
Telah beredar kabar bahwa anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun, tewas dianiaya massa saat mengamankan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR pada Kamis (28/8/2025). Di media sosial, bahkan beredar sebuah foto yang menampilkan seorang pria berpakaian serba hitam tengah terbaring di rumah sakit, yang diklaim sebagai AKP Darkun. Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Dilansir dari Kompas.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, memastikan bahwa tidak ada anggota Polri yang tewas saat pengamanan aksi unjuk rasa pada hari tersebut. Ia juga menegaskan bahwa AKP Darkun masih hidup. “Tidak meninggal dunia,” ujar Ade saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (29/8/2025). “Tidak benar (meninggal dunia). Beliau mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Hoaks
29 Aug 2025
Pemerintah memberikan apresiasi kepada perusahaan media yang memiliki kanal cek fakta karena peran tersebut dapat membantu mereduksi peredaran hoaks melalui kerja sama lintas pihak. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menilai inisiatif media turut memperkuat upaya menjaga ruang digital nasional dan mendorong media lain untuk membangun kanal serupa agar verifikasi informasi tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Hasan juga menyatakan pemerintah, bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), aktif menanggulangi konten palsu — termasuk kasus video yang dimodifikasi menimpa Menteri Keuangan — dan menegaskan bahwa penanganan disinformasi perlu kolaborasi publik-swasta, bukan monopoli satu pihak.

Fakta
28 Aug 2025
Beredar unggahan di media sosial TikTok yang memberikan informasi mengenai lowongan kerja di Trans Studio Indonesia. Unggahan tersebut disertai informasi seperti persyaratan, posisi yang dibutuhkan, dan fasilitas yang di dapat. Pemilik akun menginformasikan kepada para calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar melalui link tertera pada bio akun tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link pada bio akun pengunggah, mengarah ke sebuah situs yang meminta calon pelamar memasukkan data seperti nama lengkap dan nomor telegram yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Dilansir dari turnbackhoax.id, informasi dan tautan yang diklaim pendaftaran lowongan kerja di Trans Studio Indonesia adalah hoaks. Selain itu, melalui akun Instagram karir resmi milik Trans Studio Indonesia, telah mencantumkan himbauan untuk waspada terhadap akun TikTok bodong yang mengatasnamakan Trans Studio Indonesia. Informasi lowongan kerja resmi dapat diakses pada website karir, akun Instagram, maupun Linkedin resmi milik Trans Studio Indonesia. 

Hoaks
28 Aug 2025
Bereda unggahan di media sosial berupa video menampilkan seorang perwira TNI berbicara dalam sebuah rapat. Narasi dalam video menyebut perwira tersebut menolak kenaikan tunjangan anggota DPR. Namun, tidak disebutkan siapa perwira tersebut dan kapan rapat berlangsung. Saat dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut yakni, terdapat teks kecil bertuliskan ‘army-Ai’ dalam video yang memberikan petunjuk bahwa video dibuat dengan AI. Dilansir dari tempo.co, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 98,6 persen. Sehingga, informasi mengenai video dengan klaim seorang perwira TNI menolak kenaikan tunjangan anggota DPR adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
27 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook disertai video dengan klaim dokter Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta menemukan metode pengobatan wasir menggunakan air putih dan garam dapur. Video yang menampilkan dr. Tirta saat diwawancarai Deddy Corbuzier. Ia terlihat memberi testimoni soal penyembuhan wasir dengan air putih dan garam. Setelah dilakukan penelusuran, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,8 persen. serta audio dalam video tersebut juga dibuat dengan AI dengan probabilitas mencapai 72 persen, berdasarkan analisis menggunakan Hiya Deepfake Voice Detector. Sehingga, informasi mengenai video dengan klaim dokter Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta menemukan metode pengobatan wasir menggunakan air putih dan garam dapur adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
27 Aug 2025
Beredar tautan di media sosial yang diklaim sebagai akses pendaftaran “bantuan rumah gratis” dari pemerintah. Pemeriksaan menunjukkan tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi pemerintah melainkan meminta data pribadi (nama, provinsi, nomor Telegram), sehingga berpotensi sebagai modus phishing. Masyarakat diimbau tidak memasukkan data dan selalu memverifikasi tautan melalui kanal resmi kementerian terkait. Secara resmi, pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen-PKP) menyalurkan program rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang dikelola BP Tapera, termasuk alokasi 25.000 unit FLPP bagi pekerja non-formal atau berpenghasilan tidak tetap. Proses pengajuan dilakukan lewat bank penyalur dan mensyaratkan dokumen seperti surat keterangan penghasilan yang ditandatangani kepala desa/lurah. Kesimpulannya: tautan yang mengklaim pendaftaran rumah gratis tersebut hoaks; informasi resmi hanya tersedia di kanal Kemen-PKP, BP Tapera, dan bank penyalur.  

Hoaks
27 Aug 2025
Beredar tangkapan layar di media sosial Facebook yang menampilkan informasi seolah-olah Immanuel Ebenezer (Noel) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menangkap mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Tangkapan layar tersebut mencantumkan judul artikel yang diklaim berasal dari media Gelora News. Namun, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan artikel dari Gelora News yang memuat pernyataan Noel meminta KPK menangkap Jokowi. Artikel yang dimaksud sebenarnya berjudul "Noel Ditangkap KPK, Pengaruh Sihir Jokowi Sirna". Isi artikel tersebut merupakan opini dari Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M. Massardi, yang membahas penangkapan Immanuel Ebenezer serta pengaruh politik Jokowi dalam pemerintahan. Dengan demikian, informasi yang beredar di media sosial tersebut merupakan disinformasi dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Hoaks
27 Aug 2025
Beredar unggahan di aplikasi media sosial Facebook berupa video dengan narasi yang mengeklaim Presiden Prabowo Subianto menemui mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada 25 Agustus 2025. Setelah dilakukan penelusuran, narasi dengan video yang diunggah tidak berkaitan sama sekali. Dalam potongan video, tampak Presiden Prabowo sedang berdiri dari dalam mobil putih. Namun, momen tersebut bukan menemui mahasiswa yang berdemonstrasi pada 25 Agustus 2025. Tetapi, ketika melakukan kunjungan ke SDN 05 Cimahpar, Bogor Utara, Jawa Barat pada 2 Mei 2025. Sementara itu, tidak ditemukan informasi valid Prabowo menemui mahasiswa yang melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025. Saat terjadi aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Presiden Prabowo diketahui berada di Istana Negara untuk agenda memberikan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh maupun ahli warisnya.

Hoaks
27 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan di aplikasi media sosial berbasis teks, Threads, dengan narasi Aceh ingin merdeka. Unggahan tersebut disertai video yang menampilkan wanita berpakaian dan berhijab putih berbicara di depan parlemen Eropa inginkan Aceh merdeka.  Setelah dilakukan penelusuran, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 66,2 persen, serta audio dalam video tersebut juga dibuat dengan AI, berdasarkan analisis menggunakan Hiya Deepfake Voice Detector. Sehingga, informasi mengenai video dengan klaim wanita berpakaian dan berhijab putih berbicara di depan parlemen Eropa inginkan Aceh merdeka adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
26 Aug 2025
Akun media sosial menyebarkan video yang mengklaim vaksin HPV dalam program Bulan Imunisasi Anak Nasional menyebabkan “rahim kering” dan kemandulan, serta menuduh vaksinasi anak bertujuan mensterilkan keturunan. Klaim tersebut menimbulkan kekhawatiran publik. Kementerian Kesehatan menyatakan vaksin HPV diberikan untuk mencegah infeksi Human Papillomavirus, penyebab utama kanker serviks, dan merupakan bagian dari strategi pencegahan yang mencakup vaksinasi remaja, skrining HPV DNA, dan penanganan kasus invasif. Bukti ilmiah—termasuk tinjauan sistematis dan studi populasi—tidak menemukan hubungan antara vaksin HPV dan infertilitas; efektivitas vaksin optimal bila diberikan sejak usia dini (mulai 9 tahun). Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti nyeri lokal, demam, atau sakit kepala. Kesimpulannya, klaim bahwa vaksin HPV menyebabkan “rahim kering” atau kemandulan tidak berdasar dan menyesatkan. Publik dihimbau memverifikasi informasi melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan dan sumber ilmiah terpercaya.

Hoaks
26 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang menampilkan jalan tol runtuh. Unggahan ini muncul setelah gempa bermagnitudo 4,9 mengguncang Bekasi dan sekitarnya pada 20 Agustus 2025. Dalam video tersebut terlihat kondisi jalan tol yang terputus, salah satu ruasnya tampak miring, dan beberapa mobil serta warga berada di antara reruntuhan. Video ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warganet. Namun, faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dilansir dari Tempo.co, hasil analisis menggunakan alat AI or NOT menunjukkan bahwa terdapat 83 persen kemungkinan video tersebut dibuat dengan teknologi AI. Selain itu, tidak ditemukan laporan dari media kredibel yang memberitakan adanya peristiwa jalan tol runtuh di wilayah terdampak gempa. Lebih lanjut, setelah ditelusuri, video tersebut diketahui pertama kali diunggah oleh akun YouTube @IncidentAI-v9e pada 17 Juni 2025. Dalam keterangan unggahannya, dijelaskan bahwa konten tersebut dibuat menggunakan teknologi AI, bukan merupakan rekaman peristiwa nyata. Dengan demikian, unggahan video yang memperlihatkan jalan tol runtuh usai gempa di Bekasi adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori disinformasi berbasis konten buatan.

Hoaks
26 Aug 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang diklaim menampilkan sejumlah warga Surabaya berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi menuntut pembubaran DPR pada 25 Agustus 2025. Namun, setelah ditelusuri, klaim dalam unggahan video tersebut tidak benar atau keliru. Dilansir dari Kompas.com, video tersebut merupakan rekaman lama yang memperlihatkan suporter Persebaya Surabaya sedang melakukan konvoi. Video itu telah beredar di media sosial sejak tahun 2024, jauh sebelum adanya aksi demonstrasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, yang berlangsung pada Senin, 25 Agustus 2025.

Disinformasi