Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang menyebut bahwa Verrel Bramasta mengundurkan diri dari anggota DPR RI. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang mendukung klaim tersebut. Penelusuran dilakukan pada dua potongan video yang ada didalam unggahan tersebut dengan menggunakan Google Lens. Potongan video di bagian atas identik dengan video yang diunggah pada kanal Youtube SINDOnews pada 1 Oktober 2024, yang merupakan momen momen pelantikan Verrell Bramasta sebagai anggota DPR periode 2024—2029. Sedangkan, potongan video di bagian bawah identik dengan video yang diunggah pada kanal TikTok sahabatverrell pada 30 Juni 2025, yang merupakan momen Verrell Bramasta menghadiri rapat harian terbatas persiapan pelaksanaan HUT Partai Amanat Nasional (PAN). 

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata. Video berdurasi 10 detik tersebut menampilkan seorang pria terbaring di rumah sakit dengan kedua mata ditutup kapas.   Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang mendukung klaim tersebut. Penelusuran dilakukan pada potongan video dalam unggahan tersebut dengan menggunakan Google Lens, ditemukan kesamaan visual dengan gambar yang diunggah di artikel laman berita beritasatu.com pada 21 September 2024. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pasien tersebut adalah Faisal Nasution, korban congkel mata di Gunung Putri, Bogor yang mengalami infeksi pada kedua matanya. Dengan demikian, informasi mengenai klaim seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat  menggunakan gas air mata adalah hoaks atau tidak ada benarnya.   

Hoaks
08 Sep 2025
Sebuah video yang disertai narasi penjarahan Gedung DPR RI beredar di platform TikTok pada Minggu, 31 Agustus 2025. Dalam video tersebut, tampak sekelompok massa memadati pintu masuk sebuah gedung, mengambil berbagai perabotan hingga barang-barang elektronik. Gedung itu diklaim sebagai kompleks DPR RI di Jakarta. Namun, klaim tersebut tidak sesuai fakta. Video tersebut bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Verifikasi melalui Google Street View menunjukkan bahwa gedung dalam video bukanlah Gedung DPR RI, melainkan Gedung DPRD Kota Pekalongan. Ciri-ciri fisik gerbang yang terekam dalam video tidak sesuai dengan Gerbang Pancasila maupun gerbang utama Gedung DPR RI di Senayan. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa gerbang tersebut identik dengan pintu masuk kompleks DPRD Kota Pekalongan. Dengan demikian, meskipun video itu memang memperlihatkan aksi penjarahan, klaim bahwa peristiwa tersebut terjadi di Gedung DPR RI adalah keliru. Lokasi yang sebenarnya adalah Gedung DPRD Kota Pekalongan.  

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyebut bahwa "Jusuf Hamka Promosikan Situs Judi Online". Dalam unggahan tersebut, tampak sebuah video yang menampilkan Jusuf Hamka dan diberi label “klarifikasi”. Namun, klaim bahwa Jusuf Hamka mempromosikan situs judi online adalah hoaks dan termasuk dalam kategori konten manipulasi. Dilansir dari Turnbackhoax.id, hasil penelusuran dilakukan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi kecerdasan buatan (AI), hivemoderation.com. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat probabilitas mencapai 96 persen. Penelusuran lanjutan menggunakan teknik reverse image search melalui Google Lens menemukan bahwa cuplikan video serupa berasal dari kanal YouTube Uya Kuya TV. Video tersebut berjudul “Yusuf Hamka Bongkar Rahasia Besar Jadi Mualaf” dan diunggah pada Jumat, 7 Maret 2025.  

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video yang menampilkan Ahmad Saroni yang ditangkap saat pulang dari Singapura. Video berdurasi 11 detik tersebut menampilkan Ahmad Saroni berjalan diiringi oleh dua anggota polisi. Setelah dilakukan penelusuran, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,8 persen. Selain itu dalam video terlihat dalam seragam polisi pada bagian kiri tidak terlihat tulisan “POLISI”, hanya deretan mirip huruf yang tidak terbaca. Tidak ditemukan informasi mengenai Ahmad Saroni yang ditangkap saat pulang dari Singapura. 

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial TikTok dengan narasi yang mengklaim bahwa PBB menggelar sidang darurat dan resmi membubarkan DPR RI. Dalam narasi video, Indonesia disebut gagal menjadi negara demokrasi, sementara tim audit PBB menuduh 575 anggota DPR melakukan korupsi sehingga DPR dianggap ilegal karena merampok uang rakyat. Setelah dilakukan penelusuran, klaim mengenai PBB resmi membubarkan DPR RI adalah hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari laman PBB ataupun media kredibel mengenai klaim tersebut. Diketahui bahwa PBB tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengatur, apalagi membubarkan, lembaga legislatif suatu negara anggota. Tindakan yang dapat dilakukan PBB terbatas pada pemberian rekomendasi, sanksi, atau resolusi, khususnya dalam kasus pelanggaran berat seperti genosida, konflik bersenjata, atau pelanggaran hak asasi manusia. 

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar informasi mengenai rencana aksi serentak pada 8 September 2025 dengan target menduduki kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, yang disebut-sebut melibatkan sejumlah elemen seperti BEM, SPSI, dan ormas. Polrestabes Surabaya, Jawa Timur menyatakan informasi tersebut adalsh hoaks, sebab tidak dapat dikonfirmasi kebenaranya dan belum ada permohonan izin atau pemberitahuan resmi terkait rencana aksi tersebut. Informasi itu diunggah di beberapa kanal dan berpotensi memicu koordinasi massa jika tidak diklarifikasi.Masyarakat diimbau tidak menyebarkan rumor, tidak terprovokasi, serta memverifikasi informasi melalui saluran resmi kepolisian atau pemerintah daerah.

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar pesan berantai yang memperingatkan agar pengguna tidak membuka tautan atau video berlabel “WhatsApp Gold” atau “video Martinelli” karena diklaim mengandung malware yang merusak ponsel. Pesan serupa telah berulang kali muncul sejak 2017 dan telah dibantah oleh otoritas kepolisian serta pemeriksa fakta di berbagai negara. Penelusuran menunjukkan tidak ada bukti penyebaran virus melalui “WhatsApp Gold” atau video bernama Martinelli; kepolisian Spanyol dan pemeriksa fakta di Indonesia menyatakan narasi tersebut hoaks. Pemeriksaan resmi juga mengingatkan bahwa risiko nyata justru berasal dari aplikasi modifikasi (aplikasi MOD) yang dikembangkan pihak ketiga. Menurut peringatan resmi WhatsApp, aplikasi tidak resmi melanggar ketentuan layanan, berpotensi membawa malware, membahayakan privasi, dan mengakibatkan pemblokiran akun. Imbauan kepada masyarakat: jangan menyebarkan pesan yang belum terverifikasi, hindari mengunduh aplikasi MOD, dan jangan mengklik tautan atau lampiran dari pengirim tak dikenal; verifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum bertindak.

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar video di TikTok yang mengklaim aksi demonstrasi berujung pada penangkapan Presiden Joko Widodo. Klaim tersebut tidak benar dan termasuk hoaks; tidak ada pemberitaan kredibel yang mendukung narasi penangkapan Presiden. Penelusuran menunjukkan video itu adalah rekaman aksi Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat pada Juli 2024 di depan Kantor Gubernur Kalbar, yang menolak program transmigrasi dan menuntut pengalihan anggaran revitalisasi transmigrasi untuk infrastruktur lokal. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi dan memeriksa kebenaran melalui kanal resmi pemerintah atau media terpercaya.

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar unggahan foto di TikTok yang mengklaim menampilkan antrian warga negara asing (WNA) yang hendak meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno–Hatta akibat demonstrasi. Klaim ini tidak berdasar. Faktanya, foto yang dipakai unggahan tersebut merupakan gambar lama yang sudah beredar sejak 2020 dan sebelumnya digunakan dalam liputan terkait penumpukan penumpang di Terminal 3 Soekarno–Hatta pada masa pandemi. Penjelasan Satgas Udara menyatakan kerumunan itu terjadi karena prosedur perjalanan internasional pada masa itu, bukan akibat aksi protes. Masyarakat diminta berhati-hati dan memverifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum menyebarkan ulang.

Hoaks
05 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa Jepang melakukan aksi demo untuk men-support Indonesia. Video tersebut menampilkan rombongan yang berjalan dengan membawa spanduk bertuliskan REPUBLIC OF INDONESIA. Faktanya setelah dianalisis dengan menggunakan teknik reverse image search pada laman Yandex.com, ditemukan kesamaan visual pada video yang beredar di media sosial dengan gambar yang diunggah di laman dishcuss.com, dengan keterangan “Seni Budaya Indonesia Pukau Ribuan Penonton Festival Hakata Dontaku Fukuoka” yang tayang pada 9 Mei 2024. Dengan demikian, informasi mengenai video Jepang melakukan aksi demo untuk men-support Indonesia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
05 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial yang menginformasikan bahwa di markas Google DeepMind yang memegang peranan penting dalam revolusi teknologi global atau Artificial Intelligence, terdapat peneliti satu-satunya yang berasal dari Indonesia, yakni Adhiguna Kuncoro. Dilansir dari website resmi milik BBC Indonesia, Adhi tidak pernah menyangka berawal dari memilih AI sebagai bahan skripsi akan membawanya ke jantung perkembangan AI dunia, Oxford, Carnegie Mellon di Pennsylvania, dan kini di DeepMind, divisi riset Google yang berada di garis depan revolusi teknologi global. Sejak 2017, Adhi menjadi satu-satunya peneliti asal Indonesia di markas DeepMind di London dan kini Adhi menjadi bagian dari tim riset inti di DeepMind yang mengembangkan Gemini. Dilansir kompas.com, Direktur Ilmuwan Riset di DeepMind, Marc'Aurelio Ranzato, menyebut Adhi dipilih karena kualitasnya. Adhi merupakan sosok kolaboratif yang sangat teliti dan berkontribusi besar dalam riset AI pula. 

Fakta
05 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok dengan narasi yang menyebut bahwa Presiden Prabowo menyampaikan pidato akan membekukan sementara MPR/DPR. Unggahan tersebut turut menampilkan foto Presiden Prabowo yang tampak sedang berpidato. Faktanya, mengutip pidato Presiden Prabowo yang diunggah pada artikel dari website resmi Kantor Staf Presiden, yang menjelaskan bahwa pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri. Namun, tidak ditemukan dalam penjelasannya untuk membekukan MPR/DPR. Penelusuran pada foto di unggahan tersebut dengan Google Lens, ditemukan kesamaan visual dengan momen Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat (15/8/2025). Dengan demikian, informasi mengenai Presiden Prabowo menyampaikan pidato akan membekukan sementara MPR/DPR adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa ART Ahmad Sahroni terluka parah akibat massa menjarah kediaman Ahmad Sahroni. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel terkait ART Ahmad Sahroni yang terluka parah akibat terjebak di dalam rumah saat  terjadinya penjarahan. Adapun video detik-detik penjarahan di rumah Ahmad Saroni yang beredar di media sosial, seperti yang diunggah oleh kanal Youtube Tribun Sumsel, tidak ditemukan bukti bahwa ART Ahmad Sahroni luka parah karena terjebak di dalam saat massa masuk ke rumahnya. 

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa video dengan narasi anggota DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya, memarahi seorang pria yang mencoret-coret rumahnya. Video tersebut diklaim sebagai peristiwa setelah rumah Uya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur dijarah oleh massa pada Sabtu malam (30/8/2025). Dilansir dari kompas.com, dengan menggunakan reverse image search, ditemukan video yang beredar di media sosial identik dengan video yang diunggah di kanal Youtube TRANS7 OFFICIAL pada 21 Mei 2022. Video tersebut bukan momen Uya Kuya memarahi orang yang mencoret-coret rumahnya setelah dijarah massa. Tetapi, merupakan video konten prank seolah-olah rumahnya dicoret oleh orang tidak dikenal. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa video itu bukan peristiwa nyata dan tidak terkait dengan penjarahan di rumah Uya Kuya pada 30 Agustus 2025. 

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di YouTube yang mengklaim bahwa Tom Lembong menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah lama meninggal dunia. Faktanya, klaim tersebut tidak benar, tidak ditemukan informasi kredibel yang mendukung adanya pernyataan Tom Lembong terkait kematian Jokowi. Sebelumnya, klaim meninggalnya Jokowi, Presiden Republik Indonesia ke-7, pernah dibantah dalam artikel TurnBackHoax.id berjudul “[SALAH] Jokowi Meninggal Dunia,” yang diterbitkan pada Jumat, 18 Juli 2025. Diketahui bahwa Jokowi sempat mengalami alergi kulit setelah lawatan ke Vatikan beberapa bulan lalu. Kondisi alergi tersebut menyebabkan peradangan di area wajah yang belum sepenuhnya sembuh hingga saat ini. Selain itu, pada 24 Agustus 2025, terdapat unggahan Instagram Reels di akun resmi Jokowi, @jokowi, yang menampilkan Presiden Jokowi sedang menikmati waktu bersama keluarga dan cucunya, sebagai bukti bahwa beliau dalam kondisi baik. Dengan demikian, klaim mengenai kematian Jokowi adalah tidak benar dan termasuk informasi yang menyesatkan.

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto berada di tengah kerumunan massa untuk menemui para pengunjuk rasa yang menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Polri. Namun, klaim tersebut tidak benar. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa peristiwa dalam video tersebut bukanlah momen Presiden Prabowo menemui massa aksi. Video tersebut sebenarnya diambil saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu malam, 17 Agustus 2025. Dalam video yang beredar, Presiden Prabowo tampak mencium kening seorang anak kecil. Momen tersebut identik dengan tayangan yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV maupun kanal YouTube Sekretariat Presiden. Hingga saat ini, Presiden Prabowo belum pernah menemui massa aksi unjuk rasa yang berlangsung di sekitar Gedung DPR RI pada akhir Agustus 2025.

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang memuat klaim bahwa "10 Brimob tewas dalam pengamanan demo". Dalam unggahan tersebut juga disertakan narasi provokatif: “Ojol dilindes koar-koar, Brimob tewas 10 orang, pura-pura buta. Sebenarnya yang dilawan DPR apa POLISI?” Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidak terbukti kebenarannya. Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan dari sumber kredibel yang menyatakan bahwa 10 anggota Brimob tewas saat pengamanan aksi demonstrasi. Dilansir dari TurnBackHoax.id, hasil penelusuran mengarah pada artikel dari Detik.com berjudul “Kadiv Propam: 10 Polisi Terluka Usai Kawal Demo di Jakarta, 1 Kritis”, yang terbit pada Jumat, 29 Agustus 2025. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa 10 anggota kepolisian mengalami luka-luka, dan satu di antaranya dalam kondisi kritis dan dirawat di RSCM. Tidak ada keterangan mengenai adanya korban tewas dari pihak Brimob. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut adanya anggota Brimob yang tewas dalam pengamanan demo.  

Hoaks
03 Sep 2025
Sebuah tangkapan layar yang mengklaim terdapat korban pemerkosaan selama unjuk rasa akhir Agustus 2025—konon dirawat di RSU Universitas Kristen Indonesia (RSU UKI)—beredar di WhatsApp dan X pada 31 Agustus 2025. Foto memperlihatkan kaki terikat lakban; namun verifikasi melalui penelusuran media sosial dan konfirmasi langsung ke RSU UKI menyatakan tidak ada pasien seperti itu dirawat terkait demonstrasi tersebut. Meski gelombang unjuk rasa 25–31 Agustus 2025 memang memicu kericuhan, termasuk insiden tewasnya Affan Kurniawan pada 28 Agustus, klaim tentang korban pemerkosaan di RSU UKI adalah keliru. Masyarakat diminta selalu memverifikasi informasi lewat saluran resmi rumah sakit atau aparat berwenang sebelum menyebarkan.

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar sebuah video di media sosial yang diklaim menunjukkan rumah mantan Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, dibakar oleh warga. Dalam video tersebut terlihat kobaran api besar dan asap tebal membumbung tinggi dari sebuah bangunan yang berada di pinggir jalan. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar dan merupakan hoaks. Dilansir dari Kompas.com, hasil penelusuran menggunakan kata kunci "rumah Jokowi" di Google tidak menemukan adanya pemberitaan kredibel yang melaporkan pembakaran rumah mantan Presiden Joko Widodo oleh warga. Sebaliknya, dalam laporan iNews.id, disebutkan bahwa rumah Jokowi yang terletak di Kecamatan Banjarsari, Solo, masih dikunjungi warga pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sementara itu, laporan dari SindoNews pada Senin, 1 September 2025, menyebutkan bahwa rumah tersebut memang tampak lebih lengang, namun tetap dalam penjagaan ketat oleh Paspampres dan TNI. Dengan demikian, video yang mengklaim rumah Jokowi dibakar warga adalah tidak sesuai fakta.

Hoaks
03 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang mengklaim bahwa tentara Jepang dan Australia turut menjaga aksi penyampaian aspirasi atau demonstrasi pada 25 Agustus 2025. Namun, klaim tersebut tidak benar dan termasuk dalam kategori hoaks. Keberadaan tentara Jepang dan Australia di Indonesia pada tanggal tersebut bukan untuk mengamankan aksi demonstrasi, melainkan dalam rangka mengikuti Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield 2025 yang diselenggarakan oleh TNI pada 25 Agustus 2025. Latihan militer ini merupakan bentuk kerja sama internasional yang bertujuan memperkuat kepercayaan antarnegara, mempererat hubungan persahabatan, serta menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Dengan demikian, keberadaan tentara Jepang dan Australia tidak ada kaitannya dengan pengamanan aksi demonstrasi, melainkan murni untuk keperluan latihan militer bersama.

Hoaks