Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

11 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang menyebut bahwa Presiden RI ke-7, Joko Widodo, berada di balik peristiwa KM 50 yang menewaskan enam anggota FPI.  Dilansir dari tempo.co, setelah dilakukan penelusuran dengan reverse image search dan pemberitaan media kredibel, ditemukan informasi bahwa potongan video dalam unggahan tersebut merupakan gabungan beberapa video yang sebagian telah diubah dari aslinya. Potongan video pertama diambil dari video yang diunggah pada kanal Youtube resmi Kemensetneg pada 27 Juni 2016, merupakan pidato Jokowi pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Nasional di Taman Sari, Jakarta Barat yang mengisyaratkan untuk tegas memberantas pengedar narkoba. Sedangkan, potongan video kedua diambil dari video yang diunggah pada kanal Youtube resmi Sekretariat Presiden pada 10 Desember 2021, merupakan pidato Jokowi pada peringatan Hari HAM sedunia di Istana Negara. Dengan demikian, informasi mengenai video dengan narasi Joko Widodo berada di balik peristiwa KM 50 yang menewaskan enam anggota FPI adalah hoaks dan merupakan hasil konten manipulasi. 

Hoaks
10 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang diklaim sebagai akses registrasi PLN Electric Run 2025. Unggahan disertai poster terkait PLN Electric Run 2025 serta narasi ajakan kepada masyarakat untuk bergabung menjadi finisher melalui link pendaftaran yang ada dibawah unggahan tersebut. Faktanya, hasil penelusuran pada link dibawah unggahan tersebut, mengarah ke sebuah situs yang meminta para calon pelari memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telegram yang dikhawatirkan mengarah pada penipuan serta penyalahgunaan data dan informasi pribadi. Melalui akun Instagram resmi PLN Electric Run, ditemukan informasi bahwa memang benar PLN Electric Run 2025 akan dilaksanakan pada 2 November 2025 di ICE BSD, Tangerang. Namun, registrasi resmi hanya melalui aplikasi PLN Mobile. Sehingga, informasi mengenai registrasi PLN Electric Run 2025 selain melalui aplikasi PLN Mobile adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
10 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial yang menginformasikan bahwa film Sore: Istri dari Masa Depan mewakili Indonesia di ajang Academy Awards (Oscar) 2026 untuk kategori Best International Feature Film. Film karya sutradara Yandy Laurens ini resmi ditetapkan sebagai wakil resmi Indonesia setelah diumumkan oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia setelah menggelar rapat pleno pada Senin (8/9/2025). Diketahui bahwa komite tersebut dibentuk setiap tahun oleh Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) dan telah mendapatkan validasi langsung dari pihak Academy Awards. Selain itu, dilansir dari kompas.tv, Yandy Laurens dalam keterangan tertulis mengucapkan terima kasih kepada Komite Seleksi Oscar Indonesia dan bagi Yandy pemilihan film Sore: Istri dari Masa Depan adalah bentuk kepercayaan yang amat tinggi bagi karyanya. 

Fakta
10 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa puluhan ribu purnawirawan TNI melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dengan tuntutan agar DPR RI segera memakzulkan Wakil Presiden. Dalam narasi unggahan tersebut, disebutkan bahwa para purnawirawan TNI berjalan kaki menuju Gedung DPR RI karena merasa kecewa atas sikap DPR yang dianggap diam terhadap surat pemakzulan yang mereka kirim beberapa bulan lalu. Faktanya, klaim tersebut tidak benar dan merupakan konten palsu. Video yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan pemeriksaan menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation, video tersebut teridentifikasi sebagai konten buatan AI dengan tingkat probabilitas sebesar 99,9 persen. Salah satu indikator kuat bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi AI adalah tampilan spanduk yang dibawa oleh massa dalam video tampak kabur dan tidak dapat terbaca dengan jelas. Selain itu, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan sumber informasi kredibel yang mendukung atau membenarkan klaim adanya aksi demonstrasi oleh purnawirawan TNI untuk menuntut pemakzulan Wakil Presiden.  

Hoaks
10 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial TikTok dengan narasi provokatif yang berbunyi: “UPDATE TERKINI GERAKAN TERBARU DEMONSTRASI MAHASISWA DAN RAKYAT DEMO BESAR-BESARAN MAKO BRIMOB 7 SEPTEMBER 2025.” Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Hasil penelusuran menggunakan mesin pencari Google dan fitur pencarian gambar terbalik (reverse image search) menunjukkan bahwa video yang beredar bukan merupakan demonstrasi di Mako Brimob pada 7 September 2025. Video tersebut ternyata merupakan dokumentasi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Makassar pada Senin, 1 September 2025. Aksi tersebut berlangsung di bawah Fly Over Makassar, dan bukan di Mako Brimob. Selain itu, video serupa ditemukan di kanal YouTube bernama Unhas TV dengan judul “Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar berkumpul berdemo di bawah Fly Over”, yang diunggah pada tanggal yang sama, yaitu Senin, 1 September 2025. Dengan demikian, unggahan yang mengaitkan video tersebut dengan demonstrasi besar-besaran di Mako Brimob pada 7 September 2025 adalah hoaks atau informasi menyesatkan.  

Hoaks
10 Sep 2025
Beredar di media sosial klaim bahwa PT Gudang Garam Tbk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat beban tarif cukai rokok yang tinggi dan penurunan penjualan. Klaim ini tidak berdasar: tidak ditemukan bukti bahwa kenaikan cukai langsung memicu PHK skala besar di perusahaan. Manajemen PT Gudang Garam menyatakan langkah efisiensi yang berjalan adalah program pensiun dini dan penghentian kontrak tenaga kerja outsourcing —bukan PHK massal— dan operasional pabrik di Tuban tetap normal dengan sekitar 800–850 tenaga kerja aktif. Pernyataan serupa disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Sigit Priyanto, yang memastikan proses efisiensi berjalan sesuai ketentuan ketenagakerjaan. Masyarakat diminta berhati-hari terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Disinformasi
09 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook berupa video dengan narasi bahwa para mahasiswa melakukan demo buntut ucapan Sri Mulyani yang menyebut guru beban negara. Namun setelah ditelusuri dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,9 persen. Tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim demo mahasiswa buntut ucapan Sri Mulyani, guru beban negara. Sebelumnya, ucapan Sri Mulyani yang menyebut guru beban negara telah ditegaskan bahwa termasuk konten rekayasa AI. 

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa foto yang menampilkan rumah mewah di Amerika Serikat (AS) yang diklaim milik Sri Mulyani. Setelah dilakukan penelusuran, dengan menggunakan Google Lens, ditemukan kesamaan visual foto rumah mewah yang beredar di media sosial dengan video tur rumah yang diunggah pada akun TikTok bernama Rolando Sage pada 22 Agustus 2025. Diketahui lokasi rumah tersebut berada Alameda, California. Sementara, rumah Sri Mulyani berada di negara bagian berbeda, yakni Maryland. Sri Mulyani membenarkan bahwa dirinya memiliki rumah di AS saat diwawancara dalam program Kick Andy di Metro TV pada tahun 2023. Dengan demikian, informasi mengenai foto rumah mewah di AS yang diklaim milik Sri Mulyani adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar sebuah unggaha di media sosial Facebook berupa video dengan narasi bahwa Presiden Prabowo diklaim membagikan bantuan sosial tunai sebesar Rp 7 juta kepada masyarakat. Dalam video tersebut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa bantuan disalurkan kepada setiap pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP). Saat dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut yakni gerakan bibir Presiden Prabowo tidak sinkron dengan perkataannya. Penelusuran pada potongan video dalam unggahan tersebut, ditemukan kesaman visual dengan  video yang diunggah pada kanal Youtube Metro TV pada 20 Oktober 2024. Video tersebut merupakan tayangan pidato pertama Prabowo usai dilantik sebagai presiden yang disampaikan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta. Namun, Prabowo tidak menyebutkan tentang pemberian bansos Rp 7 juta untuk setiap pemegang KTP. Dilansir dari kompas.com, video yang dibagikan di Facebook tersebut terindikasi hasil manipulasi dengan mengganti suara asli Presiden Prabowo menggunakan suara tiruan yang dihasilkan menggunakan teknologi Artificial Intellgence (AI). 

Hoaks
09 Sep 2025
Pada Agustus lalu, seorang pengguna Facebook membagikan ulang sebuah konten dengan judul sensasional: "Wonosobo Gempar: Pemilik Warung Masak Mayat Mahasiswi, Jual Soto Selama Dua Bulan Tanpa Diketahui." Konten tersebut disertai gambar ilustrasi yang menampilkan seorang pria dengan tangan diborgol, dikawal dua polisi, dan tampak tertunduk di depan lemari pendingin berisi daging yang diduga sebagai barang bukti dari kasus "soto mayat." Setelah ditelusuri, informasi tersebut ternyata tidak benar dan hanya merupakan cerita fiktif yang diunggah oleh kanal YouTube @ceritapendek247. Tidak ditemukan sumber resmi atau pemberitaan valid yang mengonfirmasi adanya kasus penjualan soto berbahan mayat di Wonosobo. Narasi fiktif tersebut tampak meyakinkan karena disertai dengan ilustrasi yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini juga diakui oleh pemilik kanal dalam keterangan (caption) video yang diunggah pada 18 Agustus 2025. Pemerintah Kabupaten Wonosobo pun telah membantah adanya kasus tersebut. Melalui akun media sosial resminya, pemerintah daerah menyatakan bahwa informasi mengenai "soto mayat" adalah hoaks dan tidak pernah terjadi di wilayah Wonosobo.  

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar video di Facebook yang mengklaim Presiden Prabowo memindahkan 150.000 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia ke Jepang. Klaim itu mengaitkan angka 150 ribu dengan kebijakan pemindahan pekerja antarnegara yang disebut-sebut diinisiasi oleh Presiden. Penelusuran sumber berita menunjukkan klaim tersebut tidak berdasar. Angka 150.000 yang beredar merujuk pada informasi bahwa Jepang membuka peluang kerja bagi sekitar 150.000 tenaga kerja asing, bukan program pemindahan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Tidak ditemukan informasi kredibel yang mendukung pernyataan bahwa Presiden Prabowo memindahkan 150.000 TKI dari Malaysia ke Jepang. Kesimpulannya, unggahan tersebut merupakan konten palsu (fabricated content).

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebut bahwa Alfamart akan membagikan 280 unit kulkas dan mesin cuci secara acak kepada para pengikut (followers), dan pemenangnya akan diumumkan pada 10 September 2025. Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks. Hasil penelusuran melalui akun Instagram resmi @alfamart menemukan adanya sorotan (highlight) berjudul “Hoax” yang memuat imbauan terkait penipuan yang mengatasnamakan Alfamart. Pihak Alfamart menegaskan bahwa seluruh program promo, hadiah, dan kuis resmi hanya diumumkan melalui media sosial dan situs resmi perusahaan. Selain itu, dilansir dari Liputan6.com, Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Solihin, membenarkan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Itu hoaks ya, bukan dari Alfamart, dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Solihin kepada Liputan6.com.  

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang menampilkan sejumlah anggota TNI berlarian sambil dilempari batu. Unggahan tersebut juga disertai narasi yang berbunyi, “Sepertinya PKI mulai menyusup. Hanya PKI yang paling benci TNI.” Namun, klaim bahwa PKI menyusup di antara demonstran dan menyerang prajurit TNI adalah hoaks. Hasil pencarian gambar terbalik melalui Google dan pengecekan narasi dengan sumber kredibel menunjukkan bahwa tidak ada penyusupan PKI dalam demonstrasi sejak 25 Agustus 2025. Perlu diketahui, PKI sudah dibubarkan sejak 1966. Video yang beredar merupakan rekaman kericuhan yang terjadi di dekat Mako Brimob Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta, pada 30 Agustus 2025. Kericuhan ini bermula saat pengemudi ojek online (ojol) melakukan unjuk rasa ke Mako Brimob, yang kemudian dibubarkan oleh polisi menggunakan gas air mata. Tindakan tersebut memicu kemarahan massa, yang kemudian membalas dengan melempar petasan, kembang api, dan batu ke arah anggota TNI yang berada di lokasi tanpa senjata. Akibatnya, anggota TNI tersebut lari menjauh untuk menghindari serangan.  

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan berupa tangkapan layar artikel di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Presiden Ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menantang para demonstran untuk datang ke rumahnya. Namun, klaim tersebut tidak benar. Setelah dilakukan pencarian menggunakan kata kunci "Jokowi menantang para demonstran untuk datang ke rumahnya" melalui Google Search dan Google Lens, hasilnya mengarah ke artikel di Detik.com yang terbit pada Jumat, 29 Agustus 2025, berjudul "Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis". Tangkapan layar yang beredar merupakan hasil manipulasi. Isi artikel tersebut sebenarnya berisi pernyataan Jokowi yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan.  

Hoaks
09 Sep 2025
Sebuah unggahan di Facebook mengklaim bahwa terjadi penembakan korban saat demonstrasi pada Agustus lalu di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Unggahan tersebut berupa tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp yang menyebutkan adanya korban setelah pengamanan diperketat oleh gabungan TNI-Polri. Di dalamnya juga terdapat foto seorang pria tergeletak di jalan dengan kepala berdarah. Namun, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan laporan dari hasil verifikasi menunjukkan bahwa foto yang beredar bukan diambil saat demonstrasi akhir Agustus 2025. Kepolisian Sektor Jagakarsa juga telah menegaskan bahwa informasi tersebut salah. Selain itu, setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi, tidak ditemukan bukti terjadinya penembakan di wilayah tersebut, termasuk di Jagakarsa.  

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang menyebut bahwa Verrel Bramasta mengundurkan diri dari anggota DPR RI. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang mendukung klaim tersebut. Penelusuran dilakukan pada dua potongan video yang ada didalam unggahan tersebut dengan menggunakan Google Lens. Potongan video di bagian atas identik dengan video yang diunggah pada kanal Youtube SINDOnews pada 1 Oktober 2024, yang merupakan momen momen pelantikan Verrell Bramasta sebagai anggota DPR periode 2024—2029. Sedangkan, potongan video di bagian bawah identik dengan video yang diunggah pada kanal TikTok sahabatverrell pada 30 Juni 2025, yang merupakan momen Verrell Bramasta menghadiri rapat harian terbatas persiapan pelaksanaan HUT Partai Amanat Nasional (PAN). 

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata. Video berdurasi 10 detik tersebut menampilkan seorang pria terbaring di rumah sakit dengan kedua mata ditutup kapas.   Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang mendukung klaim tersebut. Penelusuran dilakukan pada potongan video dalam unggahan tersebut dengan menggunakan Google Lens, ditemukan kesamaan visual dengan gambar yang diunggah di artikel laman berita beritasatu.com pada 21 September 2024. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pasien tersebut adalah Faisal Nasution, korban congkel mata di Gunung Putri, Bogor yang mengalami infeksi pada kedua matanya. Dengan demikian, informasi mengenai klaim seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat  menggunakan gas air mata adalah hoaks atau tidak ada benarnya.   

Hoaks
08 Sep 2025
Sebuah video yang disertai narasi penjarahan Gedung DPR RI beredar di platform TikTok pada Minggu, 31 Agustus 2025. Dalam video tersebut, tampak sekelompok massa memadati pintu masuk sebuah gedung, mengambil berbagai perabotan hingga barang-barang elektronik. Gedung itu diklaim sebagai kompleks DPR RI di Jakarta. Namun, klaim tersebut tidak sesuai fakta. Video tersebut bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Verifikasi melalui Google Street View menunjukkan bahwa gedung dalam video bukanlah Gedung DPR RI, melainkan Gedung DPRD Kota Pekalongan. Ciri-ciri fisik gerbang yang terekam dalam video tidak sesuai dengan Gerbang Pancasila maupun gerbang utama Gedung DPR RI di Senayan. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa gerbang tersebut identik dengan pintu masuk kompleks DPRD Kota Pekalongan. Dengan demikian, meskipun video itu memang memperlihatkan aksi penjarahan, klaim bahwa peristiwa tersebut terjadi di Gedung DPR RI adalah keliru. Lokasi yang sebenarnya adalah Gedung DPRD Kota Pekalongan.  

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyebut bahwa "Jusuf Hamka Promosikan Situs Judi Online". Dalam unggahan tersebut, tampak sebuah video yang menampilkan Jusuf Hamka dan diberi label “klarifikasi”. Namun, klaim bahwa Jusuf Hamka mempromosikan situs judi online adalah hoaks dan termasuk dalam kategori konten manipulasi. Dilansir dari Turnbackhoax.id, hasil penelusuran dilakukan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi kecerdasan buatan (AI), hivemoderation.com. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat probabilitas mencapai 96 persen. Penelusuran lanjutan menggunakan teknik reverse image search melalui Google Lens menemukan bahwa cuplikan video serupa berasal dari kanal YouTube Uya Kuya TV. Video tersebut berjudul “Yusuf Hamka Bongkar Rahasia Besar Jadi Mualaf” dan diunggah pada Jumat, 7 Maret 2025.  

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video yang menampilkan Ahmad Saroni yang ditangkap saat pulang dari Singapura. Video berdurasi 11 detik tersebut menampilkan Ahmad Saroni berjalan diiringi oleh dua anggota polisi. Setelah dilakukan penelusuran, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,8 persen. Selain itu dalam video terlihat dalam seragam polisi pada bagian kiri tidak terlihat tulisan “POLISI”, hanya deretan mirip huruf yang tidak terbaca. Tidak ditemukan informasi mengenai Ahmad Saroni yang ditangkap saat pulang dari Singapura. 

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial TikTok dengan narasi yang mengklaim bahwa PBB menggelar sidang darurat dan resmi membubarkan DPR RI. Dalam narasi video, Indonesia disebut gagal menjadi negara demokrasi, sementara tim audit PBB menuduh 575 anggota DPR melakukan korupsi sehingga DPR dianggap ilegal karena merampok uang rakyat. Setelah dilakukan penelusuran, klaim mengenai PBB resmi membubarkan DPR RI adalah hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari laman PBB ataupun media kredibel mengenai klaim tersebut. Diketahui bahwa PBB tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengatur, apalagi membubarkan, lembaga legislatif suatu negara anggota. Tindakan yang dapat dilakukan PBB terbatas pada pemberian rekomendasi, sanksi, atau resolusi, khususnya dalam kasus pelanggaran berat seperti genosida, konflik bersenjata, atau pelanggaran hak asasi manusia. 

Hoaks