Saring Sebelum Sharing.
Jaga Sumsel Kondusif.

Layanan resmi verifikasi informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pastikan kebenaran berita sebelum Anda menyebarkannya.

Semua Klarifikasi

Arsip lengkap berita

Informasi Terbaru

Update data terkini

Permohonan Klarifikasi

Lapor Hoax di sini

Lacak Tiket

Cek status pelaporan

09 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial Facebook berupa foto yang menampilkan rumah mewah di Amerika Serikat (AS) yang diklaim milik Sri Mulyani. Setelah dilakukan penelusuran, dengan menggunakan Google Lens, ditemukan kesamaan visual foto rumah mewah yang beredar di media sosial dengan video tur rumah yang diunggah pada akun TikTok bernama Rolando Sage pada 22 Agustus 2025. Diketahui lokasi rumah tersebut berada Alameda, California. Sementara, rumah Sri Mulyani berada di negara bagian berbeda, yakni Maryland. Sri Mulyani membenarkan bahwa dirinya memiliki rumah di AS saat diwawancara dalam program Kick Andy di Metro TV pada tahun 2023. Dengan demikian, informasi mengenai foto rumah mewah di AS yang diklaim milik Sri Mulyani adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar sebuah unggaha di media sosial Facebook berupa video dengan narasi bahwa Presiden Prabowo diklaim membagikan bantuan sosial tunai sebesar Rp 7 juta kepada masyarakat. Dalam video tersebut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa bantuan disalurkan kepada setiap pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP). Saat dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut yakni gerakan bibir Presiden Prabowo tidak sinkron dengan perkataannya. Penelusuran pada potongan video dalam unggahan tersebut, ditemukan kesaman visual dengan  video yang diunggah pada kanal Youtube Metro TV pada 20 Oktober 2024. Video tersebut merupakan tayangan pidato pertama Prabowo usai dilantik sebagai presiden yang disampaikan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta. Namun, Prabowo tidak menyebutkan tentang pemberian bansos Rp 7 juta untuk setiap pemegang KTP. Dilansir dari kompas.com, video yang dibagikan di Facebook tersebut terindikasi hasil manipulasi dengan mengganti suara asli Presiden Prabowo menggunakan suara tiruan yang dihasilkan menggunakan teknologi Artificial Intellgence (AI). 

Hoaks
09 Sep 2025
Pada Agustus lalu, seorang pengguna Facebook membagikan ulang sebuah konten dengan judul sensasional: "Wonosobo Gempar: Pemilik Warung Masak Mayat Mahasiswi, Jual Soto Selama Dua Bulan Tanpa Diketahui." Konten tersebut disertai gambar ilustrasi yang menampilkan seorang pria dengan tangan diborgol, dikawal dua polisi, dan tampak tertunduk di depan lemari pendingin berisi daging yang diduga sebagai barang bukti dari kasus "soto mayat." Setelah ditelusuri, informasi tersebut ternyata tidak benar dan hanya merupakan cerita fiktif yang diunggah oleh kanal YouTube @ceritapendek247. Tidak ditemukan sumber resmi atau pemberitaan valid yang mengonfirmasi adanya kasus penjualan soto berbahan mayat di Wonosobo. Narasi fiktif tersebut tampak meyakinkan karena disertai dengan ilustrasi yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini juga diakui oleh pemilik kanal dalam keterangan (caption) video yang diunggah pada 18 Agustus 2025. Pemerintah Kabupaten Wonosobo pun telah membantah adanya kasus tersebut. Melalui akun media sosial resminya, pemerintah daerah menyatakan bahwa informasi mengenai "soto mayat" adalah hoaks dan tidak pernah terjadi di wilayah Wonosobo.  

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar video di Facebook yang mengklaim Presiden Prabowo memindahkan 150.000 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia ke Jepang. Klaim itu mengaitkan angka 150 ribu dengan kebijakan pemindahan pekerja antarnegara yang disebut-sebut diinisiasi oleh Presiden. Penelusuran sumber berita menunjukkan klaim tersebut tidak berdasar. Angka 150.000 yang beredar merujuk pada informasi bahwa Jepang membuka peluang kerja bagi sekitar 150.000 tenaga kerja asing, bukan program pemindahan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Tidak ditemukan informasi kredibel yang mendukung pernyataan bahwa Presiden Prabowo memindahkan 150.000 TKI dari Malaysia ke Jepang. Kesimpulannya, unggahan tersebut merupakan konten palsu (fabricated content).

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebut bahwa Alfamart akan membagikan 280 unit kulkas dan mesin cuci secara acak kepada para pengikut (followers), dan pemenangnya akan diumumkan pada 10 September 2025. Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks. Hasil penelusuran melalui akun Instagram resmi @alfamart menemukan adanya sorotan (highlight) berjudul “Hoax” yang memuat imbauan terkait penipuan yang mengatasnamakan Alfamart. Pihak Alfamart menegaskan bahwa seluruh program promo, hadiah, dan kuis resmi hanya diumumkan melalui media sosial dan situs resmi perusahaan. Selain itu, dilansir dari Liputan6.com, Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Solihin, membenarkan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Itu hoaks ya, bukan dari Alfamart, dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Solihin kepada Liputan6.com.  

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang menampilkan sejumlah anggota TNI berlarian sambil dilempari batu. Unggahan tersebut juga disertai narasi yang berbunyi, “Sepertinya PKI mulai menyusup. Hanya PKI yang paling benci TNI.” Namun, klaim bahwa PKI menyusup di antara demonstran dan menyerang prajurit TNI adalah hoaks. Hasil pencarian gambar terbalik melalui Google dan pengecekan narasi dengan sumber kredibel menunjukkan bahwa tidak ada penyusupan PKI dalam demonstrasi sejak 25 Agustus 2025. Perlu diketahui, PKI sudah dibubarkan sejak 1966. Video yang beredar merupakan rekaman kericuhan yang terjadi di dekat Mako Brimob Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta, pada 30 Agustus 2025. Kericuhan ini bermula saat pengemudi ojek online (ojol) melakukan unjuk rasa ke Mako Brimob, yang kemudian dibubarkan oleh polisi menggunakan gas air mata. Tindakan tersebut memicu kemarahan massa, yang kemudian membalas dengan melempar petasan, kembang api, dan batu ke arah anggota TNI yang berada di lokasi tanpa senjata. Akibatnya, anggota TNI tersebut lari menjauh untuk menghindari serangan.  

Hoaks
09 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan berupa tangkapan layar artikel di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Presiden Ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menantang para demonstran untuk datang ke rumahnya. Namun, klaim tersebut tidak benar. Setelah dilakukan pencarian menggunakan kata kunci "Jokowi menantang para demonstran untuk datang ke rumahnya" melalui Google Search dan Google Lens, hasilnya mengarah ke artikel di Detik.com yang terbit pada Jumat, 29 Agustus 2025, berjudul "Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis". Tangkapan layar yang beredar merupakan hasil manipulasi. Isi artikel tersebut sebenarnya berisi pernyataan Jokowi yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan.  

Hoaks
09 Sep 2025
Sebuah unggahan di Facebook mengklaim bahwa terjadi penembakan korban saat demonstrasi pada Agustus lalu di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Unggahan tersebut berupa tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp yang menyebutkan adanya korban setelah pengamanan diperketat oleh gabungan TNI-Polri. Di dalamnya juga terdapat foto seorang pria tergeletak di jalan dengan kepala berdarah. Namun, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan laporan dari hasil verifikasi menunjukkan bahwa foto yang beredar bukan diambil saat demonstrasi akhir Agustus 2025. Kepolisian Sektor Jagakarsa juga telah menegaskan bahwa informasi tersebut salah. Selain itu, setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi, tidak ditemukan bukti terjadinya penembakan di wilayah tersebut, termasuk di Jagakarsa.  

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang menyebut bahwa Verrel Bramasta mengundurkan diri dari anggota DPR RI. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang mendukung klaim tersebut. Penelusuran dilakukan pada dua potongan video yang ada didalam unggahan tersebut dengan menggunakan Google Lens. Potongan video di bagian atas identik dengan video yang diunggah pada kanal Youtube SINDOnews pada 1 Oktober 2024, yang merupakan momen momen pelantikan Verrell Bramasta sebagai anggota DPR periode 2024—2029. Sedangkan, potongan video di bagian bawah identik dengan video yang diunggah pada kanal TikTok sahabatverrell pada 30 Juni 2025, yang merupakan momen Verrell Bramasta menghadiri rapat harian terbatas persiapan pelaksanaan HUT Partai Amanat Nasional (PAN). 

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata. Video berdurasi 10 detik tersebut menampilkan seorang pria terbaring di rumah sakit dengan kedua mata ditutup kapas.   Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang mendukung klaim tersebut. Penelusuran dilakukan pada potongan video dalam unggahan tersebut dengan menggunakan Google Lens, ditemukan kesamaan visual dengan gambar yang diunggah di artikel laman berita beritasatu.com pada 21 September 2024. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pasien tersebut adalah Faisal Nasution, korban congkel mata di Gunung Putri, Bogor yang mengalami infeksi pada kedua matanya. Dengan demikian, informasi mengenai klaim seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat  menggunakan gas air mata adalah hoaks atau tidak ada benarnya.   

Hoaks
08 Sep 2025
Sebuah video yang disertai narasi penjarahan Gedung DPR RI beredar di platform TikTok pada Minggu, 31 Agustus 2025. Dalam video tersebut, tampak sekelompok massa memadati pintu masuk sebuah gedung, mengambil berbagai perabotan hingga barang-barang elektronik. Gedung itu diklaim sebagai kompleks DPR RI di Jakarta. Namun, klaim tersebut tidak sesuai fakta. Video tersebut bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Verifikasi melalui Google Street View menunjukkan bahwa gedung dalam video bukanlah Gedung DPR RI, melainkan Gedung DPRD Kota Pekalongan. Ciri-ciri fisik gerbang yang terekam dalam video tidak sesuai dengan Gerbang Pancasila maupun gerbang utama Gedung DPR RI di Senayan. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa gerbang tersebut identik dengan pintu masuk kompleks DPRD Kota Pekalongan. Dengan demikian, meskipun video itu memang memperlihatkan aksi penjarahan, klaim bahwa peristiwa tersebut terjadi di Gedung DPR RI adalah keliru. Lokasi yang sebenarnya adalah Gedung DPRD Kota Pekalongan.  

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyebut bahwa "Jusuf Hamka Promosikan Situs Judi Online". Dalam unggahan tersebut, tampak sebuah video yang menampilkan Jusuf Hamka dan diberi label “klarifikasi”. Namun, klaim bahwa Jusuf Hamka mempromosikan situs judi online adalah hoaks dan termasuk dalam kategori konten manipulasi. Dilansir dari Turnbackhoax.id, hasil penelusuran dilakukan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi kecerdasan buatan (AI), hivemoderation.com. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat probabilitas mencapai 96 persen. Penelusuran lanjutan menggunakan teknik reverse image search melalui Google Lens menemukan bahwa cuplikan video serupa berasal dari kanal YouTube Uya Kuya TV. Video tersebut berjudul “Yusuf Hamka Bongkar Rahasia Besar Jadi Mualaf” dan diunggah pada Jumat, 7 Maret 2025.  

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video yang menampilkan Ahmad Saroni yang ditangkap saat pulang dari Singapura. Video berdurasi 11 detik tersebut menampilkan Ahmad Saroni berjalan diiringi oleh dua anggota polisi. Setelah dilakukan penelusuran, dengan menggunakan tools pendeteksi AI, Hive Moderation, video tersebut benar terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99,8 persen. Selain itu dalam video terlihat dalam seragam polisi pada bagian kiri tidak terlihat tulisan “POLISI”, hanya deretan mirip huruf yang tidak terbaca. Tidak ditemukan informasi mengenai Ahmad Saroni yang ditangkap saat pulang dari Singapura. 

Hoaks
08 Sep 2025
Beredar unggahan di media sosial TikTok dengan narasi yang mengklaim bahwa PBB menggelar sidang darurat dan resmi membubarkan DPR RI. Dalam narasi video, Indonesia disebut gagal menjadi negara demokrasi, sementara tim audit PBB menuduh 575 anggota DPR melakukan korupsi sehingga DPR dianggap ilegal karena merampok uang rakyat. Setelah dilakukan penelusuran, klaim mengenai PBB resmi membubarkan DPR RI adalah hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari laman PBB ataupun media kredibel mengenai klaim tersebut. Diketahui bahwa PBB tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengatur, apalagi membubarkan, lembaga legislatif suatu negara anggota. Tindakan yang dapat dilakukan PBB terbatas pada pemberian rekomendasi, sanksi, atau resolusi, khususnya dalam kasus pelanggaran berat seperti genosida, konflik bersenjata, atau pelanggaran hak asasi manusia. 

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar informasi mengenai rencana aksi serentak pada 8 September 2025 dengan target menduduki kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, yang disebut-sebut melibatkan sejumlah elemen seperti BEM, SPSI, dan ormas. Polrestabes Surabaya, Jawa Timur menyatakan informasi tersebut adalsh hoaks, sebab tidak dapat dikonfirmasi kebenaranya dan belum ada permohonan izin atau pemberitahuan resmi terkait rencana aksi tersebut. Informasi itu diunggah di beberapa kanal dan berpotensi memicu koordinasi massa jika tidak diklarifikasi.Masyarakat diimbau tidak menyebarkan rumor, tidak terprovokasi, serta memverifikasi informasi melalui saluran resmi kepolisian atau pemerintah daerah.

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar pesan berantai yang memperingatkan agar pengguna tidak membuka tautan atau video berlabel “WhatsApp Gold” atau “video Martinelli” karena diklaim mengandung malware yang merusak ponsel. Pesan serupa telah berulang kali muncul sejak 2017 dan telah dibantah oleh otoritas kepolisian serta pemeriksa fakta di berbagai negara. Penelusuran menunjukkan tidak ada bukti penyebaran virus melalui “WhatsApp Gold” atau video bernama Martinelli; kepolisian Spanyol dan pemeriksa fakta di Indonesia menyatakan narasi tersebut hoaks. Pemeriksaan resmi juga mengingatkan bahwa risiko nyata justru berasal dari aplikasi modifikasi (aplikasi MOD) yang dikembangkan pihak ketiga. Menurut peringatan resmi WhatsApp, aplikasi tidak resmi melanggar ketentuan layanan, berpotensi membawa malware, membahayakan privasi, dan mengakibatkan pemblokiran akun. Imbauan kepada masyarakat: jangan menyebarkan pesan yang belum terverifikasi, hindari mengunduh aplikasi MOD, dan jangan mengklik tautan atau lampiran dari pengirim tak dikenal; verifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum bertindak.

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar video di TikTok yang mengklaim aksi demonstrasi berujung pada penangkapan Presiden Joko Widodo. Klaim tersebut tidak benar dan termasuk hoaks; tidak ada pemberitaan kredibel yang mendukung narasi penangkapan Presiden. Penelusuran menunjukkan video itu adalah rekaman aksi Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat pada Juli 2024 di depan Kantor Gubernur Kalbar, yang menolak program transmigrasi dan menuntut pengalihan anggaran revitalisasi transmigrasi untuk infrastruktur lokal. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi dan memeriksa kebenaran melalui kanal resmi pemerintah atau media terpercaya.

Hoaks
07 Sep 2025
Beredar unggahan foto di TikTok yang mengklaim menampilkan antrian warga negara asing (WNA) yang hendak meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno–Hatta akibat demonstrasi. Klaim ini tidak berdasar. Faktanya, foto yang dipakai unggahan tersebut merupakan gambar lama yang sudah beredar sejak 2020 dan sebelumnya digunakan dalam liputan terkait penumpukan penumpang di Terminal 3 Soekarno–Hatta pada masa pandemi. Penjelasan Satgas Udara menyatakan kerumunan itu terjadi karena prosedur perjalanan internasional pada masa itu, bukan akibat aksi protes. Masyarakat diminta berhati-hati dan memverifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum menyebarkan ulang.

Hoaks
05 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa Jepang melakukan aksi demo untuk men-support Indonesia. Video tersebut menampilkan rombongan yang berjalan dengan membawa spanduk bertuliskan REPUBLIC OF INDONESIA. Faktanya setelah dianalisis dengan menggunakan teknik reverse image search pada laman Yandex.com, ditemukan kesamaan visual pada video yang beredar di media sosial dengan gambar yang diunggah di laman dishcuss.com, dengan keterangan “Seni Budaya Indonesia Pukau Ribuan Penonton Festival Hakata Dontaku Fukuoka” yang tayang pada 9 Mei 2024. Dengan demikian, informasi mengenai video Jepang melakukan aksi demo untuk men-support Indonesia adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
05 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok dengan narasi yang menyebut bahwa Presiden Prabowo menyampaikan pidato akan membekukan sementara MPR/DPR. Unggahan tersebut turut menampilkan foto Presiden Prabowo yang tampak sedang berpidato. Faktanya, mengutip pidato Presiden Prabowo yang diunggah pada artikel dari website resmi Kantor Staf Presiden, yang menjelaskan bahwa pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri. Namun, tidak ditemukan dalam penjelasannya untuk membekukan MPR/DPR. Penelusuran pada foto di unggahan tersebut dengan Google Lens, ditemukan kesamaan visual dengan momen Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat (15/8/2025). Dengan demikian, informasi mengenai Presiden Prabowo menyampaikan pidato akan membekukan sementara MPR/DPR adalah hoaks atau tidak ada benarnya. 

Hoaks
04 Sep 2025
Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok berupa video dengan narasi yang mengklaim bahwa ART Ahmad Sahroni terluka parah akibat massa menjarah kediaman Ahmad Sahroni. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel terkait ART Ahmad Sahroni yang terluka parah akibat terjebak di dalam rumah saat  terjadinya penjarahan. Adapun video detik-detik penjarahan di rumah Ahmad Saroni yang beredar di media sosial, seperti yang diunggah oleh kanal Youtube Tribun Sumsel, tidak ditemukan bukti bahwa ART Ahmad Sahroni luka parah karena terjebak di dalam saat massa masuk ke rumahnya. 

Hoaks